Review The Order 1886: Serba Tanggung!

Reading time:
February 25, 2015
The Order: 1886_20150216194946

The Order 1886 – sebuah nama yang sudah begitu lama diantisipasi namun berakhir menjadi mimpi buruk tersendiri bagi Sony. Bagaimana tidak? Sebagai proyek yang diharapkan mampu menjadi ujung tombak terbaik Playstation 4 di tahun 2015 ini, The Order 1886 justru luluh lantak di tangan para reviewer game di luar negeri yang melihatnya sebagai sebuah produk game yang tidak sebanding dengan hype yang ada. Beragam kritik mengemuka dan berujung pada skor keseluruhan di Metacritic yang terhitung kecil untuk sebuah game eksklusif. The Order 1886 dilihat sebagai produk gagal yang sebenarnya masih butuh banyak penyempurnaan. Namun benarkah demikian? Kami tampaknya punya sudut pandang yang berbeda.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tampaknya sudah punya sedikit gambaran soal game yang satu ini. Secara visual, ia benar-benar tampil menakjubkan. Janji untuk menghadirkan pengalaman sinematik terbayar lewat detail visual yang memesona, sistem pencahayaan yang luar biasa, serta implementasi motion blur dan grain yang memang membuatnya seperti sebuah film. Sementara dari sisi gameplay, tidak ada yang istimewa. The Order 1886 hadir sebagai game third person shooter mainstream yang meminta Anda bergerak dari satu koridor ke koridor lain, berusaha selamat, dan tidak lebih. Ada serangkaian momen dan event QTE yang harus Anda jalani tentu saja.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh The Order 1886 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang serba tanggung? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Mengambil kisah legendaris King Arthur dan Kstaria Meja Bundar-nya, The Order merupakan organisasi yang sama, namun dengan musuh yang berbeda.
Mengambil kisah legendaris King Arthur dan Kstaria Meja Bundar-nya, The Order merupakan organisasi yang sama, namun dengan musuh yang berbeda.

Sebagian besar dari Anda tentu sudah familiar dengan legenda Knights of the Round Table dari King Arthur. Mereka diposisikan sebagai ksatria kepercayaan yang menjaga tatanan Inggris di masa lampau, dengan keberanian dan tanggung jawab untuk menyelesaikan masalah yang ada. Sekarang bayangkan apa yang terjadi jika konsep seperti ini ternyata bertahan menembus waktu, bahkan hingga Inggris tengah beralih menuju peradaban yang lebih modern. Hanya saja, kini mereka menyebut diri mereka sendiri sebagai The Order.

Di masa Victorian, The Order berjalan sebagai organisasi yang senantiasa berjuang untuk mengamankan London dari satu ancaman besar. Bukan masalah kesenjangan sosial atau penyakit, tetapi sesuatu yang lebih supranatural. Benar sekali, mereka harus melindungi kota yang satu ini dari ancaman para Half-Breed, manusia dengan darah Lycan yang mengalir di dalam tubuh mereka. Perang yang sudah berjalan selama ribuan tahun ini terus terjadi, dengan masing-masing berusaha mencari cara untuk melenyapkan yang lain. Bedanya? Tidak seperti King Arthur yang mengandalkan pedang legendarisnya – Excalibur, The Order kini diperkuat dengan senjata yang lebih modern – dari senjata api, listrik, hingga peluru dengan hulu ledak kuat. Semuanya ditujukan untuk membasmi para Half-Breed.

Musuh utama mereka adalah para Half-Breed. Namun berbeda dengan nasib mereka di masa lalu, The Order kini berada di atas angin lewat teknologi senjata mereka yang kini lebih maju.
Musuh utama mereka adalah para Half-Breed. Namun berbeda dengan nasib mereka di masa lalu, The Order kini berada di atas angin lewat teknologi senjata mereka yang kini lebih maju. Manusia menemukan harapan untuk terus hidup.
Namun pondasi eksistensi The Order terletak pada air
Namun pondasi eksistensi The Order terletak pada air “suci” – Blackwater yang konon ditemukan oleh King Arthur sendiri. Ia mampu menyembuhkan luka apapun secara instan dan memperpanjang umur anggota The Order.

Semua teknologi ini membuat The Order lebih kuat dan berada di atas angin. Namun kunci kemenangan mereka bukanlah semua kemampuan destruktif ekstra yang mereka kuasai saat ini, namun ada pada sebuah cairan misterius yang ditemukan Arthur di masa lampau – Blackwater. Tidak ada yang mengerti betul apa objek ini sebenarnya, namun Blackwater mampu menyembuhkan luka dan sakit apapun yang diderita anggota The Order secara instan. Ia bahkan bisa membuat anggota The Order menembus usia ratusan tahun tanpa masalah. Air ajaib inilah yang menjadi pondasi pertempuran manusia melawan Half-Breed. Namun tentu saja, para Lycan dan Half-Breed tidak tinggal diam begitu saja. Lewat serangkaian intrik, mereka terus berusaha melawan balik.

Anda akan berperan sebagai Galahad - salah satu Knight yang cukup disegani.
Anda akan berperan sebagai Galahad – salah satu Knight yang cukup disegani.
Galahad percaya bahwa beberapa kasus
Galahad percaya bahwa beberapa kasus “teroris” yang terjadi di London didalangi oleh kaum Half-Breed.
Apakah para Lycans memang bertanggung jawab akan hal tersebut?
Apakah para Lycans memang bertanggung jawab akan hal tersebut?

The Order mempertahankan nama para Knights of the Round sebagai title yang berhak disandang oleh para anggotanya, dan akan terus diwariskan turun-temurun kepada anggota yang menggantikan jika salah satunya tewas. Anda akan berperan sebagai Sir Galahad – salah satu anggota yang cukup disegani. Berjuang melawan pemberontak yang mengacaukan situasi London di kala itu, Galahad curiga bahwa Half-Breed sebenarnya memainkan peran di balik semua kekacauan ini. Bersama dengan anggotanya yang lain – Percival, Igraine, dan Lafayetter, mereka berusaha menyelidiki  apa yang sebenarnya terjadi, dan menemukan sesuatu yang lebih mengejutkan. Hampir sebagian besar pemberontak ini ternyata memiliki akses ke senjata “rahasia” yang sebenarnya hanya bisa digunakan oleh anggota The Order.

Misteri seperti apa yang akan ditemukan Galahad?
Misteri seperti apa yang akan ditemukan Galahad?

Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang sebenarnya menyuplai senjata-senjata ini ke para pemberontak? Apakah benar para Half-Breed menjadi dalang di balik semua konflik ini? Fakta dan tragedi seperti apa yang akan ditemukan Galahad? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda temukan dengan memainkan The Order 1886 ini!

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

November 25, 2021 - 0

Review Gunfire Reborn: Aksi Tanpa Basa-Basi!

Jika kita bicara soal developer asal timur Asia sekitar 10…
September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…

PlayStation

November 19, 2021 - 0

Preview Battlefield 2042: Masa Depan Tak Selalu Cerah!

Ada yang datang dengan antisipasi tinggi, tetapi tak sedikit pula…
November 19, 2021 - 0

Review GTA The Trilogy – The Definitive Edition: Bak Lelucon Besar!

Merayakan ulang tahun sebuah franchise legendaris adalah sebuah langkah yang…
November 17, 2021 - 0

Menjajal Elden Ring (Network Test): Makin Cinta, Makin Mantap!

Apa yang bisa Anda dorong lebih jauh dengan formula Souls-like…
November 15, 2021 - 0

Review Headset PULSE 3D Wireless – Midnight Black: Tiga Dimensi dalam Telinga!

Apa yang mendefinisikan sebuah pengalaman generasi terbaru? Bagi Sony dan…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…