PlayTest: Gaming Dengan Dell Inspiron 14 7447!

Author
David Novan
Reading time:
March 20, 2015
Cantik dan bisa bermain game terbaru!
Cantik dan bisa bermain game terbaru!

Cantik dan menarik perhatian; itulah yang langsung terkesan di benak siapapun ketika melayangkan pandangan ke arah notebook Dell Inspiron 14 7447 . Tahukah Anda bahwa di balik kecantikan tersebut ternyata ia menyimpan kekuatan yang besar? Cukup besar untuk bisa memainkan game terbaru yang rakus menguras daya komputer Anda? Seakan ketika menggunakannya, Anda telah membuka kotak Pandora dalam mitos Yunani kuno untuk melepas kekuatan jahat di dalamnya. Bedanya, ia melepas kekuatan untuk membantu Anda bermain game sambil tetap tampil trendi.

Untuk mendapatkan gambaran dari kekuatan yang dirangkum dalam notebook cantik ini, berikut konfigurasi hardware di dalamnya:

  • Prosesor: Intel Core i7 4710HQ. Base 2,5 GHz / Turbo 3,5 GHz
  • Memori: 8 GB RAM
  • Graphics: Intel HD Graphics 4600 (IGP) & NVIDIA GeForce GTX 850M DDR3 4GB (Discrete)
  • HDD: 1 TB
  • Display: 14 Inch @ 1366 x x768 Pixels

Bila Anda sempat membaca review yang dirilis oleh JagatReview mengenai Dell Inspiron 14 7447 , tentu ada sedikit gambaran mengenai kekuatan dari notebook merah ini. Berdasarkan beragam pengetesan dengan mengggunakan Benchmark, ia dapat digunakan dengan baik untuk beragam kegunaan, baik untuk bekerja, multimedia, maupun gaming. Untuk melihat kemampuannya di garis depan ketika benar-benar dimainkan, kami mencoba bermain dengan menggunakan beberapa game terbaru. Benarkah Notebook seharga Rp 12,990,000 ini mampu memainkan semua game tersebut dengan baik, baik dari sisi frame rate-nya maupun kenyamanan ketika dimainkan?

Game yang kami gunakan untuk PlayTest ini terdiri dari lima judul yang mungkin sudah tidak asing lagi, yaitu Assassin’s Creed Unity, Call of Duty Advanced Warfare, Far Cry 4, Dying Light, dan DoTA2. Sebagian besar game kami pilih untuk dimainkan di Dell Inspiron  berdasarkan fakta bahwa mereka adalah tujuan gamer ketika membeli komputer baru. Kami berusaha untuk mencari setting graphics paling pas yang mampu memainkan semua game tersebut dengan frame rate ideal, tidak membuat mata sakit, dan pada saat bersamaan tidak terlalu banyak mengorbankan kualitas graphics-nya sendiri.

Sama seperti PlayTest terdahulu, game yang mampu menguras banyak daya CPU dari  adalah Assassin’s Creed Unity. Sedangkan Dying Light masih menjadi penyiksa kinerja GPU berkat pencahayaan lingkungannya nan indah. Guna lebih membantu gamer ketika membandingkan dengan perangkat yang ada, kami menggunakan saran dari GeForce Experience untuk menentukan setting terbaik yang nyaman dimainkan. We play, you decide!

Assassin’s Creed Unity

Ciri khas paling kentara dari Assassin’s Creed Unity bila dibandingkan dengan game action lain adalah kemampuannya untuk menghasilkan begitu banyak karakter yang digerakkan komputer (NPC). Anda dapat bertemu dengan ribuan NPC hanya dalam satu kota saja. Untuk game yang mengandalkan kelincahan dan kemampuan untuk menjalankan aksi berdasarkan penentuan timing, maka penurunan kinerja mendadak hingga menyebabkan frame skip akan mengganggu permainan. Berikut spesifikasi yang perlu dilewati  untuk dapat memainkan Unity dengan baik:

  • Prosesor: Intel i7 3770
  • Memory: 8 GB
  • Graphics Card: NVIDIA GTX780 3GB
  • HDD: 50GB

Menurut GeForce Experience, setting graphics paling optimal untuk game ini adalah resolusi 1360×768 dengan semua graphics quality di Low, yaitu:

  • Environment Quality: Low
  • Texture Quality: Low
  • Shadow Quality: Low
  • Ambient Occlusion: Off
  • Antialiasing Quality: Off
  • Bloom: Off

Apakah pengaturan minimalis ini berdampak banyak bagi? Ya, untuk kinerja yang ditemui ketika kami memainkan game ini. Beragam skenario kami jalankan untuk melihat apakah frame rate dapat berjalan dengan stabil dan yang paling penting – nyaman dimainkan. Sebab, penurunan kinerja yang paling sering terjadi adalah ketika kami harus lari dari kejaran musuh atau melakukan manuver Quick Descent dari atap ke level jalanan.

Walaupun menggunakan setting Low, game ini masih indah tampilannya
Walaupun menggunakan setting Low, game ini masih indah tampilannya

Hasilnya sendiri cukup memuaskan. Bukan saja game dapat berjalan pada 35 hingga 45 fps bahkan pada daerah paling ramai NPC sekalipun, tetapi kami juga mendapatkan pengalaman bermain yang baik. Tidak ada frame skip dan yang paling penting – gambarnya masih bagus untuk dimainkan. Jadi Anda tidak perlu khawatir dengan banyaknya penurunan setting yang kesannya akan menghancurkan kualitas tampilannya.

Lalu, bagaimana bila Anda ingin mendapatkan frame rate hingga 60-an? Ketika kami mencoba untuk menurunkan resolusi lebih rendah lagi ke 1280×720 dan semua setting efek tampilan sama seperti di atas, kinerjanya semakin terdongkrak naik. Pada setting ini, kami mampu mendapatkan dari 40 fps hingga 65 fps. Kualitas gambarnya sendiri juga masih cukup baik dan tidak membuat Anda ingin berhenti memainkannya.

Playable?: Ya, Unity dapat dimainkan dengan sangat baik pada . Dengan menggunakan resolusi mendekati native dan setting tampilan di rendah, Unity dapat dimainkan dengan sangat baik, bahkan bisa mencapai 60 fps.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…