Review CM Storm Alcor: Mouse Gaming Ringkas nan Akurat!

Author
David Novan
Reading time:
March 19, 2015
Bentuknya sederhana dan nyaman digunakan untuk waktu lama
Bentuknya sederhana dan nyaman digunakan untuk waktu lama

Setiap gamer pasti memiliki selera tersendiri bila menyangkut mouse gaming pilihannya. Entah ia menyukai mouse gaming berhiaskan bentuk garang dan bertahtakan kilauan lampu; atau mungkin lebih sederhana, yaitu mouse yang tinggal tusuk dan main. Apapun pilihannya, mouse gaming tetap harus memenuhi persyaratan utamanya, yaitu memiliki akurasi tinggi dan nyaman ketika digunakan untuk waktu lama.

Meskipun mouse gaming kerap disandingkan dengan beragam fungsi yang terkadang hanya bisa digunakan secara maksimal oleh robot, bukan tangan manusia, akan tetapi semua kelebihan itu seringkali mampu digunakan pemiliknya untuk lebih unggul dibanding gamer lain. Namun, ada pula golongan gamer lain yang hanya butuh sedikit kelebihan fungsi teknikal dan lebih banyak condong pada kenyamanan. Entah itu karena lebih mudah digunakan atau tidak membuat sisi telapak tangan sakit karena sudut tajam mouse yang dianggap sah ada demi nama tampilan futuristik.

Mouse Wheel dilapisi karet di bagian tengahnya guna menjamin antislip
Mouse Wheel dilapisi karet di bagian tengahnya guna menjamin antislip

Untuk memenuhi kebutuhan pengguna seperti inilah CMStorm Alcor hadir. Mouse gaming ini begitu sederhana, hingga Anda tidak perlu repot men-download driver. Cukup tusuk ke slot USB dan mainkan! Sistem Windows atau Mac Anda akan langsung mengenalinya dan tanpa butuh banyak ritual yang biasanya menyertai instalasi mouse gaming. Lalu, bagaimana dengan kemampuannya? Apakah ia masih bisa dibilang sebagai salah satu keluarga perangkat gaming bila dari pemasangannya saja tidak jauh berbeda dengan mouse biasa? Seperti yang biasa dikatakan oleh leluhur sejak dahulu kala; penampilan bisa menipu.

Ringkas, Tanpa Basa-basi

Dari penampilan, CMStorm Alcor sama sekali tidak bisa menang bila dibandingkan dengan mouse gaming lain yang bentuknya bisa mirip pesawat luar angkasa. Bentuknya sangat sederhana dan ringkas. Bahkan, bila ia tidak dilengkapi logo CM Storm yang mampu menyala di bagian punggungnya ketika dihubungkan dengan komputer, Anda mungkin bisa salah mengira ia sebagai mouse biasa. Kenyataannya, bentuk sederhana tersebut menyimpan beberapa kelebihannya.

Tombol pengubah DPI berada cukup jauh di tengah badan mouse
Tombol pengubah DPI berada cukup jauh di tengah badan mouse

Kelebihan pertama dari bentuknya yang sederhana tersebut adalah lekuknya. Kedua sisi mouse dibentuk sedemikian rupa supaya kelingking dan ibu jari Anda bisa nyaman di sana. Kontur tersebut juga memungkinkan Anda untuk dengan mudah mengangkat mouse ketika butuh menggeser jauh, kasus yang sering terjadi ketika memainkan game action shooter. Pada sisi ibu jari, Anda juga dapat menemukan tombol Mouse4 yang lebih panjang bila dibandingkan dengan Mouse5. Biasanya, tombol ini digunakan untuk membantu gamer melakukan aksi cepat, seperti melancarkan Melee di game action. Ukuran Mouse4 tersebut membuat aksi lebih mudah dilakukan oleh pengguna dengan ibu jari pendek.

Untuk mendukung penggunaan Mouse Wheel yang optimal, terutama dalam game, Alcor melapisi bagian tengahnya dengan karet bermotif. Alasan utamanya tampaknya guna meminimalisir kemungkinan slip ketika jari Anda berkeringat. Tidak bisa dipungkiri, gamer memang mampu bermain dalam waktu yang sangat lama dan pada saat bersamaan menggenggam mouse tanpa henti. Kondisi ini tentunya membuat telapak tangan berkeringat. Demi mengatasi slip karena keringat, mouse gaming ini tidak hanya memperhatikan Mouse Wheel-nya saja. Pada permukaan mouse, Anda dapat menemukan lapisan cat lembut tetapi di saat bersamaan mampu menghasilkan daya gesek tinggi ketika telapak tangan Anda basah.

Mouse4 berukuran lebih besar supaya lebih mudah diakses
Mouse4 berukuran lebih besar supaya lebih mudah diakses

Tombol lain yang bisa Anda temukan di permukaan Alcor adalah pengatur sensitivitas alias DPI mouse di bagian tengah punggung mouse. Anda bisa menurunkan dan menaikkan DPI sesuai dengan kebutuhan, misalnya DPI rendah untuk membidik dengan Sniper atau DPI tinggi supaya bisa menyerang jarak dekat dengan lincah. Namun, tidak adanya driver memberikan keterbatasan besaran DPI yang bisa Anda pilih. Untuk Alcor, Anda hanya bisa memilih antara DPI 800, 1600, 3200, dan 4000. Biasanya, gamer memilih menggunakan DPI 400 atau kurang untuk membidik di teropong Sniper.

Lampu pada punggung mouse juga masih berhubungan dengan fungsi pengubah DPI di Alcor. Ia dapat berubah warna menjadi salah satu dari empat corak sesuai dengan besaran DPI-nya. Satu hal yang cukup disayangkan adalah penempatan lampu itu sendiri. Ketika bermain, telapak tangan Anda akan menutup lampu tersebut. Akibatnya, Anda tidak bisa melihat posisi DPI yang sedang digunakan sekarang. Pastinya Anda tidak ingin melepas mouse hanya untuk melihat warna lampunya ketika sedang berada di tengah baku tembak.

Hal lain yang perlu diperhatikan dari DPI ini adalah letak tombolnya. Biasanya, gamer akan meletakkan jari tengahnya di atas Mouse Wheel ketika menggunakan mouse. Tombol pengubah DPI tersebut terletak tepat di bawah pangkal jari tengah. Jadi, ketika Anda ingin mengubah DPI dengan cepat ketika bermain, sekali lagi Anda harus mengangkat telapak tangan cukup jauh untuk menekan tombolnya. Kondisi ini menyebabkan pengguna Alcor cukup sulit mengubah DPI dengan cepat di tengah permainan yang memanas.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…