Review HyperX Cloud II: Kini Lebih Sempurna!

Reading time:
March 13, 2015
HyperX Cloud II
HyperX Cloud II

Kingston memang mulai memperkuat barisannya di pasar gaming. Setelah sempat dikenal sebagai penyedia komponen PC yang mumpuni, lewat brand-nya “HyperX”, mereka mulai masuk ke dalam pasar peripheral dengan audio sebagai ujung tombak utama.  Anda yang sempat mengikuti sepak terjang JagatPlay di masa lalu tentu mengetahui bahwa kami sendiri sempat menjajal HyperX Cloud seri pertama yang memang menawarkan performa mumpuni yang potensial. Kini HyperX datang dengan varian seri Cloud baru yang menjanjikan performa lebih baik. Ucapkan selamat datang kepada HyperX Cloud II!

Desain dan Fitur

HyperX Cloud II bisa disebut sebagai
HyperX Cloud II bisa disebut sebagai “penyempurnaan” dari sang seri pertama.

Hadir dengan corak warna yang begitu kontras di seri sebelumnya, HyperX memilih pendekatan yang lebih “umum” untuk desain HyperX Cloud II ini. Ia kini menawarkan warna merah hitam yang lebih dominan, namun dengan bentuk dasar yang sebenarnya tidak banyak berbeda. Ukuran proporsional dengan rangka aluminum di kedua sisi disuntikkan untuk memastikan daya tahan yang lebih solid. Sayangnya, seperti halnya Cloud versi perdana, HyperX Cloud II ini juga tidak menyuntikkan elemen kosmetik yang kentara. Selain dua buah logo kerennya yang tersemat di masing-masing sisi, Anda tidak akan menemukan lampu LED dan sejenisnya untuk memperkuat identitasnya sebagai sebuah headset gaming. Namun satu yang pasti, ia kini hadir lebih adaptif.

Tidak lagi hadir dengan kontras hitam-putih, HyperX kini menyematkan merah dan hitam sebagai warna andalan.
Tidak lagi hadir dengan kontras hitam-putih, HyperX kini menyematkan merah dan hitam sebagai warna andalan.
Sayangnya, seperti sang seri perdana, ia tidak menyematkan sisi kosmetik mencolok seperti lampu LED, misalnya.
Sayangnya, seperti sang seri perdana, ia tidak menyematkan sisi kosmetik mencolok seperti lampu LED, misalnya.
Lebih adaptif, ada dua varian pads yang bisa Anda gonta-ganti dengan mudah: kulit dan busa.
Lebih adaptif, ada dua varian pads yang bisa Anda gonta-ganti dengan mudah: kulit dan busa.

Seolah ingin menjangkau pasar yang jauh lebih luas, HyperX Cloud II kini menawarkan bundle yang lebih lengkap di paket penjualannya, membuatnya lebih adaptif untuk kebutuhan gamer yang memang harus diakui, akan selalu berbeda. Ia kini hadir dengan dua varian pads yang bisa digonta-ganti dengan mudah: busa dan kulit.

Busa hadir dengan ukuran yang lebih tebal, namun menjamin sound staging yang lebih luas. Namun hasil suara yang terasa lebih melengking membuat kami lebih memilih pads dari kulit yang juga disertakan di dalam paket yang sama. HyperX Cloud II sendiri tampaknya menjadi pads kulit ini sebagai andalan. Menutup suara dengan sempura dan menawarkan detail suara lebih baik di tingkat volume tertentu, Anda akan nyaman dengan pads yang satu ini. Walaupun berbeda bahan, keduanya bisa digunakan nyaman untuk waktu lama, tanpa ada tekanan belebih atau panas yang membuat telinga Anda berkeringat.

Sebuah sound card kecil kini disuntikkan untuk menghasilkan efek virtual surround 7.1 untuk HyperX Cloud II ini.
Sebuah sound card kecil kini disuntikkan untuk menghasilkan efek virtual surround 7.1 untuk HyperX Cloud II ini.
Tentu saja, efek ini hanya bisa dimaksimalkan ketika Anda menggunakannya di PC mengingat dukungan konektor USB yang ada.
Tentu saja, efek ini hanya bisa dimaksimalkan ketika Anda menggunakannya di PC mengingat dukungan konektor USB yang ada.

Namun daya tarik utama HyperX Cloud II ini tentu saja terletak pada performa suara yang dihasilkan, selain tetap adaptif untuk beragam platform gaming yang ada. Konektor jack 3.5mm membuatnya bisa digunakan untuk semua platform gaming saat ini, mulai dari Nintendo Wii U, Xbox One, Playstation 4, perangkat mobile, hingga tentu saja – PC. Menariknya lagi? Untuk Anda yang menikmatinya di PC, ia kini hadir dengan kualitas virutal surround 7.1 untuk sensasi konten multimedia yang lebih maksimal. Sebuah sound-card kecil disertakan dan bisa Anda gunakan langsung di PC Anda tanpa melewati proses instalasi tertentu. Dengan hanya menekan tombol bertulisakan “7.1” di tengah, Anda akan bisa langsung merasakan perbedaannya.

Bentuknya sendiri proporsional dan nyaman untuk digunakan.
Bentuknya sendiri proporsional dan nyaman untuk digunakan.
Anda tetap bisa menggunakan HyperX Cloud II ini di beragam platform berbeda, dari mobile atau konsol gaming seperti Playstation 4, Xbox One, dan Wii U dalam format stereo.
Anda tetap bisa menggunakan HyperX Cloud II ini di beragam platform berbeda, dari mobile atau konsol gaming seperti Playstation 4, Xbox One, dan Wii U dalam format stereo.
Hadir tanpa dukungan perangkat lunak.
Hadir tanpa dukungan perangkat lunak.

Tidak butuh driver, tidak butuh memakan ruang data yang Anda miliki, tidak perlu “menelan” sedikit kinerja RAM Anda yang mungkin sudah mulai kritis untuk berjalan di latar belakang. Dari fakta bahwa Anda bisa mengaktifkan dan menon-aktifkan fitur ini secara langsung, Anda bisa merasakan perbedaan virtual surround yang menjanjikan lebih banyak detail ini. Berita baiknya? Anda bisa menggunakannya untuk kepentingan berbeda pula, misalnya untuk mencapai tingkat suara yang lebih keras. Seperti yang kita tahu, beberapa musik seperti tekno atau metal memang baru terasa “menggigit” jika dimainkan di tingkat volume tertentu. Fitur surround 7.1  dan 53mm drivers yang ia tawarkan mampu memenuhi kebutuhan audio Anda, baik dari kualitas detail hingga “sekedar” volume.

Lantas, spesifikasi seperti apa yang diusung oleh HyperX Cloud II ini?

Headset

  • Transducer type: dynamic Ø 53mm with neodynium magnets
  • Operating principle: closed
  • Frequency response: 15Hz–25,000 Hz
  • Nominal impedance: 60 Ω per system
  • Nominal SPL: 98±3dB
  • H.D.: < 2%
  • Power handling capacity: 150mW
  • Sound coupling to the ear: circumaural
  • Ambient noise attenuation: approx. 20 dBa
  • Headband pressure: 5N
  • Weight: 320g
  • Weight with microphone and cable: 350g
  • Cable length and type: 1m + 2m extension
  • Connection: single mini stereo jack plug (3.5 mm)

Microphone

  • Transducer type: condenser (back electret)
  • Operating principle: pressure gradient
  • Polar pattern: cardioid
  • Power supply: AB powering
  • Supply voltage: 2V
  • Current consumption: max 0.5 mA
  • Nominal impedance: ≤2.2 kΩ
  • Open circuit voltage: at f = 1 kHz: 20 mV / Pa
  • Frequency response: 50–18,000 Hz
  • THD: 2% at f = 1 kHz
    SPL: 105dB SPL (THD≤1.0% at 1 KHz)
  • Microphone output: -39±3dB
  • Length mic boom: 150mm (include gooseneck)
  • Capsule diameter: Ø6
  • Connection: single mini stereo jack plug (3.5mm)
Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…