Final Fantasy VII: Time Guardian – Sekuel Racikan Fans Bergaya Skyrim

Reading time:
March 6, 2015

Bayangkan berapa banyak uang yang bisa didulang oleh Square Enix jika developer Jepang ini akhirnya memutuskan untuk membawa Final Fantasy VII ke platform generasi terbaru? Tidak hanya rilis ulang tanpa niat seperti yang mereka rencanakan saat ini, tetapi berwujud sebuah proyek HD Remaster yang digarap serius atau bahkan seri sekuel untuk mengobati kekecewaan yang sempat ditelurkan Diege of Cerberus. Dengan sikap Square Enix saat ini, tidak mengherankan jika banyak fans yang terdorong untuk mewujudkan mimpinya sendiri-sendiri. Salah satu proyek yang paling diantisipasi juga datang dari Jepang, walaupun akhirnya berujung dibatalkan. Sebuah proyek sekuel – Final Fantasy VII: Time Guardian.

Dikembangkan oleh Rodensoft – developer independen dari Jepang yang bermarkas di Aomori, FF VII: Time Guardian sebenarnya dikembangkan sebagai sebuah uji konsep engine lawas Squaresoft. Rodensoft hendak membuktikan betapa kuat dan fleksibelnya engine yang satu ini. Mereka sempat berencana hendak merilis FF VII: Time Guardian juga untuk Playstation pertama, sebelum akhirnya dibatalkan. Tidak sekedar mengubah jalan cerita, seri sekuel ini mengusung mekanik gameplay yang jauh berbeda – konsep RPG yang justru lebih dekat ke Skyrim daripada sebuah seri Final Fantasy.

Ceritanya sendiri akan dimulai dari Temple of the Ancients, dimana Time Guardian memerangkap Cait Sith dan mengubah alur cerita dari seri pertamanya. Setiap karakter utama yang ada tampaknya melupakan eksistensi karakter utama lain dan tidak lagi saling mengenal. Masing-masing karakter akan memulai petualangan mereka di kota masing-masing, dan direncanakan, akan saling bertemu satu sama lain, seiring dengan bergeraknya cerita. Namun kekuatan utama FF VII: Time Guardian ini justru terletak pada mekanik gameplay-nya. Rodensoft sempat berencana untuk menyuntikkan segudang fitur menarik dengan engine Playstation pertama ini:

Menjadi bukti betapa tangguhnya engine lawas Squaresoft, developer independen dari Jepang - Rodensoft meracik sendiri sekuel FF VII: Time Guardian. Fitur gameplay yang mereka suntikkan membuat game ini terlihat seperti Skyrim dan bukannya Final Fantasy.
Menjadi bukti betapa tangguhnya engine lawas Squaresoft, developer independen dari Jepang – Rodensoft meracik sendiri sekuel FF VII: Time Guardian. Fitur gameplay yang mereka suntikkan membuat game ini terlihat seperti Skyrim dan bukannya Final Fantasy.
  • Sistem siang – malam dengan cuaca acak
  • Sistem kalender untuk memperlihatkan waktu yang berubah
  • NPC yang dinamis, melakukan beragam hal berbeda tergantung pada waktu in-game
  • Change System – gamer bisa mengubah karakter utama kapanpun
  • Time and the World – toko dan rumah akan buka dan tutup sesuai dengan waktu yang ada.
  • Mini Games seperti G-bike, Snowboard, dan Torpedo attack
  • Sistem multi-party, yang masing-masing berisikan 2-3 orang karakter. Gamer bisa mengubah-ngubah party yang secara fisik akan terus mengikuti Anda di belakang
  • Dungeon didesaina cak
  • Open-world
  • Masing-masing karakter punya Field Skill unik, seperti Barrett yang mampu menghancurkan pintu dengan bomb, Yuffie yang bisa melakukan lockpicking, atau Vincent yang dapat melayang
  • Sistem mining resource
  • Anda juga bisa memiliki rumah di dalamnya

Ambisius? Sangat. Rodensoft bahkan sempat merencanakan untuk merilis Final Fantasy VII: Time Guardian ini ke dalam 9 keping disc PS One terpisah, yang masing-masing akan berisikan kisah satu karakter. Sayangnya, tidak dijelaskan secara mendetail, bagaimana mereka akan mengembangkan sistem untuk mempertemukan setiap karakter yang ada dengan sistem seperti ini.

Final Fantasy VII: Time Guardian sendiri dibatalkan karena Rodensoft hampir tidak mungkin menjual proyek ini secara komersial karena hak dagang yang tidak mungkin diizinkan oleh Square Enix. Mereka kini sibuk mengembangkan proyek game lain dengan basis Unreal Engine 4.

Sebagai salah satu gamer yang jatuh hati pada Final Fantasy VII, konsep yang ditawarkan Rodensoft ini seolah tampil seperti mimpi indah di siang hari. Realistis, this is too good to be true..

Source: Gematsu

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…