Review Assassin’s Creed Rogue: Berburu Assassin Lebih Seru!

Author
David Novan
Reading time:
March 18, 2015
Shay Cormac, Assassin pemburu Assassin
Shay Cormac, Assassin pemburu Assassin

Setiap seri game Assassin’s Creed selalu diambil dari sudut pandang Assassin – organisasi rahasia yang bertarung melawan Templar demi menggagalkan rencana mereka untuk menghancurkan dunia. Namun, bagaimana bila sesekali Anda melihat pertempuran besar yang terjadi di balik layar semua kejadian bersejarah di dunia tersebut dari sisi lain, yaitu Templar. Apakah mereka memang sejahat itu atau sebenarnya ada sisi selain hitam dan putih?

Bertualang menjelajahi lautan ganas demi mencari kebenaran
Bertualang menjelajahi lautan ganas demi mencari kebenaran

Melalui Assassin’s Creed Rogue, Anda akan melihat bahwa sebenarnya Templar tidak seperti yang diceritakan dari sisi Assassin selama ini. Ternyata, mereka juga bertarung untuk menjalankan agenda “menyelamatkan dunia” ala Templar, seperti juga Assassin. Melalui pertarungan Shay Cormac, Assassin yang berpaling dari “Creed” yang dipegangnya dan hijrah ke sisi Templar, Anda akan melihat sendiri bahwa sebenarnya dalam perang antara kedua kekuatan besar ini tidak ada hitam atau putih, hanya abu-abu.

Lalu, bagaimana dengan permainannya sendiri? Apakah Assassin’s Creed Rogue mampu menyaingi Assassin’s Creed Unity dengan kemampuannya untuk membuat kota nan ramai; dan di saat bersamaan membuat banyak komputer ngos-ngosan untuk menjalankannya? Ternyata, kesan pertama dapat menipu, setidaknya itulah yang kami rasakan sendiri ketika memainkannya. Dari yang tadinya kami kira hanya bertemu dengan “game lama”, ternyata menyimpan banyak feature menarik; sangat menarik hingga bisa membuat siapapun betah main seharian.

Assassin juga butuh hiburan
Assassin juga butuh hiburan

Cormac, Assassin Pemburu Assassin

Bahkan di kalangan Assassin sekalipun, Shay Cormac adalah anggota Creed yang selalu berbuat seenaknya dan mempertanyakan banyak hal, termasuk kebijakan organisasi rahasianya. Demi mempertahankan kebebasan, Cormac melihat banyak hal yang dikorbankan demi tujuan itu sendiri, termasuk kebebasan Assassin dan orang di sekitarnya. Itu sebabnya Cormac selalu terlibat perkelahian dengan Assassin lain, termasuk orang yang memiliki komando di atasnya.

Menguak cerita di balik pengkhianatan Cormac
Menguak cerita di balik pengkhianatan Cormac

Zaman baru telah membawa era penjelajahan ke dalam kehidupan manusia dan Cormac adalah salah satu Assassin yang ahli dalam menjalankan kapal laut. Saat itu, koloni di tanah Amerika berada di ambang perang kemerdekaannya; perang yang ternyata merupakan salah satu rencana besar Templar untuk memperkuat kedudukannya di dunia. Namun, Assassin tentu saja tidak tinggal diam. Perang tujuh turunan yang terjadi antara kedua organisasi rahasia tersebut memasuki babak baru berkat peranan Cormac.

Bersiaplah menghadapi momen yang seru dan mendebarkan
Bersiaplah menghadapi momen yang seru dan mendebarkan

Relik Precursor; hal inilah yang menjadi alasan terjadinya perang rahasia antara Assassin dan Templar. Cormac merupakan satu bagian kecil saja yang menggerakkan perang tersebut. Sebab, siapa yang memegang kendali atas Relik tersebut – dan mampu menggunakannya – akan memiliki kekuatan untuk mengubah dunia, atau mungkin menghancurkannya. Keadaan dari kedua pihak ini selalu seimbang, sampai Cormac menemukan satu benda yang mampu membuka rahasia yang terkandung dalam Relik Precursor. Satu benda yang juga membuatnya memihak Templar dan menemukan bahwa apa yang diketahuinya tidak selalu seperti yang terlihat.

Rangkuman cerita dari seri terdahulu dapat ditemukan di sini
Rangkuman cerita dari seri terdahulu dapat ditemukan di sini
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…