Review Final Fantasy Type-0 HD: Bukan Final Fantasy Biasa!

Reading time:
March 24, 2015
FINAL FANTASY TYPE-0 HD_20150318123209

Unik memang, terlepas dari statusnya sebagai produk utama yang hendak dijual Square Enix untuk platform generasi terbaru di bulan ini, popularitas Final Fantasy Type-0 HD justru tenggelam karena sepak terjang proyek 8 tahunan yang lebih diantisipasi – Final Fantasy XV Ep. Duscae. Benar sekali, demo game yang sudah lama dinantikan tersebut memang disertakan hanya untuk pemilik FF Type-0 HD “Day One” Edition untuk Playstation 4 dan Xbox One. Ia memang terbukti berhasil mendorong penjualan proyek HD Remaster untuk game yang aslinya berasal dari PSP ini, namun sebagian besar gamer tampaknya lebih tertarik untuk menikmati FF XV terlebih dahulu. Padahal, jika ingin ditelusuri lebih jauh, Final Fantasy Type-0 HD bukanlah game yang bisa dipandang sebelah mata.

Bagi gamer penggemar Final Fantasy di luar region Jepang, proyek HD Remaster ini seolah menjawab semua rasa penasaran yang sudah terbangun selama bertahun-tahun. Mengapa? Karena seperti yang kita tahu, versi PSP-nya memang hanya dirilis untuk wilayah Jepang dan tidak pernah melewati proses translasi untuk wilayah Barat. Sebuah proyek fans memang sempat meluncur untuk memenuhi keinginan gamer untuk memahami cerita tersebut, namun dibunuh Square Enix dengan cepat setelah proses rilis versi final. Square Enix “menjual” kembali Type-0 dengan peningkatan visual yang lebih baik, dan tentu saja – proses translasi bahasa dan teks Inggris di dalamnya.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Final Fantasy Type-0 HD ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri Final Fantasy yang bukan biasanya? Sebagai gamer yang belum pernah mencicipi versi PSP-nya, kami akan melemparkan review dari perspektif yang baru.

Plot

Menjadikan perang sebagai tema utama, FF Type 0 HD menawarkan sensasi yang berbeda dengan game-game FF kebanyakan. Ia lebih gelap dengan brutalitas yang diperlihatkan secara eksplisit.
Menjadikan perang sebagai tema utama, FF Type 0 HD menawarkan sensasi yang berbeda dengan game-game FF kebanyakan. Ia lebih gelap dengan brutalitas yang diperlihatkan secara eksplisit.

Terkejut, ini mungkin sensasi pertama yang muncul di benak Anda ketika melihat Final Fantasy Type-0 HD ini untuk pertama kalinya. Sepanjang sejarah eksistensinya sebagai franchise, Square Enix selalu menawarkan pendekatan “fantasi” yang lembut sebagai tema, terlepas dari beragam kejadian mengharukan yang ada.

Desa yang hancur karena Sin di Final Fantasy X? Tewasnya Aerith di Final Fantasy VII? Hingga fakta mengejutkan dan menyedihkan soal Vivi di Final Fantasy IX? Terlepas dari gelapnya tema yang ada, Square Enix tidak pernah mengeksploitasi kekerasan dengan begitu eksplisit. Namun tidak dengan Final Fantasy Type-0 HD ini. Berfokus pada perang raksasa yang terjadi antara empat faksi, darah, kematian, mayat bergelimbangan, kehancuran, dan rasa putus asa dilemparkan tanpa menahan diri sama sekali. Sebuah pendekatan yang unik, tentu saja.

Selamat datang di Orience, sebuah dunia dimana empat buah negara berbasis Crystal dengan empat buah simbol berbeda berdiri megah. Ada Dominion of Rubrum dengan Vermilion Bird, Militesi Empire dengan White Tiger, Concordia dengan Azure Dragon, dan Lorican dengan Black Tortoise miliknya. Konflik muncul ketika Militesi – yang terkenal lewat kekuatan militer, pengetahuan, dan senjatanya mulai menginvasi negara yang lain, menjajah dan menghancurkan mereka secara total. Ia sudah berhasil menundukkan Lorica dan Concordia, dan berusaha melakukan hal yang sama ke Rubrum, yang menjadi basis Class Zero.

Salah satu negara dari 4 faksi raksasa di Orience - Militesi tiba-tiba menyerang dan berusaha menguasai 3 negara lainnya.
Salah satu negara dari 4 faksi raksasa di Orience – Militesi tiba-tiba menyerang dan berusaha menguasai 3 negara lainnya.
Aksi 14 karakter dari Class Zero yang berdiri di bawah Rubrum menjadi fokus.
Aksi 14 karakter dari Class Zero yang berdiri di bawah Rubrum menjadi fokus.

Anda akan berperan sebagai Class Zero – sebuah kelas khusus di bawah pimpinan seorang sosok wanita yang dipanggil “Mother” yang ditugaskan untuk memenuhi semua agenda politik dan perjuangan Rubrum. Class Zero sendiri terdiri dari 14 karakter utama: Ace, Deuce, Trey, Cater, Cinque, Sice, Seven, Eight, Nine, Jack, Queen,, King, Machina, dan Rem. Usaha untuk merebut kembali kekuasaan dari cengkeraman Militesi tentu bukan hal yang mudah, apalagi dengan campur tangan sebuah kelompok misterius berkekuatan luar biasa yang dipanggil sebagai l’Cie.

Di tengah semua konflik ini, muncul
Di tengah semua konflik ini, muncul “ras” dengan kekuatan luar biasa – l’Cie.
Square Enix terhitung
Square Enix terhitung “gagal” mengkomunikasikan cerita yang ingin mereka bangun di awal-awal permainan. Terlalu banyak istilah dan benang merah yang tidak dijelaskan.

Dari semua seri Final Fantasy yang ada, Final Fantasy Type-0 HD juga merupakan seri Final Fantasy dengan plot yang boleh dibilang sulit untuk dimengerti. Racikan cerita dengan begitu banyak istilah asing dilemparkan dan disusun begitu saja dari percakapan tanpa ada usaha untuk menjelaskan mereka dengan lebih mendetail. Butuh waktu dan konsentrasi untuk menangkap hubungan dan menentukan benang merah apa yang sebenarnya terjalin di antara para karakter yang ada. Menariknya lagi? Ia justru mendorong Anda untuk menempuh playthrough kedua untuk mendapatkan perspektif cerita yang lebih sempurna.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…