Review Final Fantasy XV Demo – Ep. Duscae: Kembali Optimis!

Reading time:
March 19, 2015
FINAL FANTASY XV EPISODE DUSCAE_20150318191135

Bayangkan sebuah skenario dimana ibu Anda, misalnya, baru saja membeli semua bahan-bahan masakan kesukaan Anda. Masakan yang tidak pernah bisa dibandingkan dengan masakan manapun, yang cukup untuk membuat Anda bersemangat kembali setelah melewati serangkaian aktivitas yang melelahkan. Ibu terlihat begitu sibuk di dapur dengan bahan yang tertata manis di meja. Ia terlihat memotong, membersihkan, dan meracik semua bumbu yang dibutuhkan, bahkan memperlihatkan kepada Anda sebuah buku resep, yang memvisualisasikan bentuk masakan yang hendak ia buat.

Anda tersenyum, Anda tidak sabar lagi hendak mencicipinya. Apa yang terjadi? 8 jam kemudian semua bahan yang sama masih tertata di meja, dan ibu tidak terlihat sama sekali di dalam rumah. Respon utama yang meluncur tentu saja, “Apa yang terjadi? Dimana masakan yang ditunggu?”. Anda mengerti kekecewaan seperti ini? Selamat, karena Anda baru saja memahami apa yang terjadi di benak sebagian besar gamer yang menunggu eksistensi Final Fantasy XV selama 8 tahun terakhir.

Penantian yang boleh terbilang, sangat melelahkan dan mengesalkan di saat yang sama. Bagaimana tidak? Diperkenalkan dengan konsep yang masih muda, bahkan dengan beberapa trailer gameplay, game yang masih mengusung nama “Final Fantasy Versus XIII” dan ditujukan untuk Playstation 3 tersebut seolah tenggelam begitu saja. Square Enix justru habis-habisan berusaha melemparkan lebih banyak petualangan Lightning yang tidak pernah diminta basis fansnya. Parahnya lagi, rasa penasaran akan eksistensi Versus tidak pernah terjawab dengan pasti. Sikap tutup mulut Square Enix di kala itu memicu rumor pembatalan yang menyebar kuat di dunia maya. Untung saja, harapan penggemar JRPG di seluruh dunia terjawab di event E3 2014 yang lalu.

Lahir kembali sebagai Final Fantasy XV, pergantian kepemimpinan dari Tetsuya Nomura ke Hajime Tabata seolah menjadi angin segar. Apa pasal? Tabata terlihat jauh lebih aktif mengkomunikasikan perkembangan Final Fantasy XV kepada publik, dari mekanik gameplay, karakter, cerita, hingga beragam fitur utama yang hendak disuntikkan. Tabata juga secara aktif merespon beragam pertanyaan dan feedback dari gamer untuk diimplementasikan ke game yang kabarnya, baru rampung 65% ini. Hal ini melahirkan rasa aman, rasa optimis bahwa Square Enix memang menjadikan proyek ambisius ini sebagai prioritas. Berita yang jauh lebih baik? Setelah 8 tahun hanya bisa menatap dan berharap, kesempatan untuk menikmati secuil pengalaman Final Fantasy XV akhirnya ditawarkan. Square Enix melemparkan demo Final Fantasy XV – Ep. Duscae bersama dengan rilis Final Fantasy Type-0 HD untuk Playstation 4 dan Xbox One.

Sebagai salah satu gamer yang begitu mengantisipasi proyek ini sejak 8 tahun yang lalu, ini adalah sebuah mimpi menjadi kenyataan. Bahwa pada akhirnya, kami benar-benar bisa menikmati sedikit petualangan Noctis dkk secara interaktif. Lantas apa saja yang bisa diantisipasi dari Final Fantasy XV versi demo ini? Apa saja yang berubah? Apakah ia memperlihatkan potensi untuk sukses setelah melewati proses pengembangan yang begitu panjang? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Luminous Engine

Final Fantasy XV demo - Ep. Duscae menjadi debut engine generasi terbaru Square Enix - Luminous Engine.
Final Fantasy XV demo – Ep. Duscae menjadi debut engine generasi terbaru Square Enix – Luminous Engine.

Seperti yang kita tahu, Final Fantasy XV adalah seri Final Fantasy pertama yang memang dibangun untuk platform generasi terbaru. Oleh karena itu, ia juga jadi proyek perdana yang akan mengadaptasikan sang engine teranyar – Luminous Engine sebagai basis, engine sama yang sempat tampil memukau lewat Agni’s Philosophy. Lantas, seperti apa performa engine ini di demo Final Fantasy XV? Satu yang pasti, ia kini hadir dengan kualitas visual yang jauh lebih baik dari seri Final Fantasy manapun.

 

Detail karakter yang terlihat baik, bahkan untuk bagian non-cutscene sekalipun.
Detail karakter yang terlihat baik, bahkan untuk bagian non-cutscene sekalipun.
Tidak hanya untuk karakter utama saja, tetapi juga detail monster yang harus Anda hadapi.
Tidak hanya untuk karakter utama saja, tetapi juga detail monster yang harus Anda hadapi.
Tata cahaya yang memesona.
Tata cahaya yang memesona.
Efek cahaya ini semakin keren ketika malam tiba.
Efek cahaya ini semakin keren ketika malam tiba.

Detail karakter, lingkungan, dan monster yang diberikan memang pantas diacungi jempol. Anda bisa melihat detail Noctis, Ignis, Gladiolus, dan Prompto yang terlihat memanjakan mata hingga detail dan ukuran Behemoth yang kini terlihat jauh lebih mengancam. Efek blur dengan tata cahaya yang diaplikasikan dengan sangat baik juga mendukung atmosfer dunia yang lebih hidup, setidaknya di Duscae. Di siang hari, Anda bisa melihat cahaya yang terefleksikan di air hingga armor metal para Magitek Soldiers yang secara konsisten memburu Anda. Sementara di malam hari, lighting mumpuni ini terlihat lebih jelas. Dengan sumber cahaya yang terbatas, dunia Final Fantasy XV terlihat lebih misterius dan menyeramkan di saat yang sama.

Particle effect!!
Particle effect!!
Efek partikel ini menawarkan atmosfer yang lebih dramatis
Efek partikel ini menawarkan atmosfer yang lebih dramatis

Salah satu penambahan yang cukup kami kagumi adalah efek partikel yang memenuhi sebagian besar demo ini.  Partikel-partikel ini berhasil membuat banyak momen kini terlihat jauh lebih dramatis. Serangan Noctis yang berhasil menghasilkan damage, hingga sedikit percikan di kepala tongkat Ixion milik Ramuh. Partikel bertebaran di sepanjang permainan, mendukung visualisasi yang ingin disuntikkan oleh Final Fantasy XV ini sendiri. Walaupun masih belum sempurna, namun Luminous Engine terlihat menjanjikan sebagai engine generasi terbaru Square Enix. Sejauh demo ini berjalan, ia berhasil mendukung konsep dunia open world Final Fantasy XV dengan begitu baik.

Pages: 1 2 3 4 5
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…