Review Helldivers: Kejutan Keren Si Kuda Hitam!

Reading time:
March 6, 2015
HELLDIVERS™_20150305201245

Mata industri game saat ini memang tengah memandang sinis Sony setelah rilis The Order 1886 yang ternyata, tidak sebaik yang dibayangkan. Game eksklusif AAA racikan Ready at Dawn ini terus menuai kritik karena gameplay sederhana dan durasi gameplay yang dianggap tidak sebanding dengan tingkat harga yang ditawarkan. Beberapaa minggu setelahnya, ia terus menjadi sorotan, memicu banyak pembicaraan hangat di dunia maya. Begitu besarnya eksposure yang didapatkan dengan game budget super besar ini, apalagi dengan endorsement yang dilakukan Sony, The Order 1886 seolah menjadi bayangan besar yang menutup rilis sebuah game yang sebenarnya lebih pantas mendapatkan perhatian. Sebuah game yang seharusnya dijadikan Sony sebagai ujung tombak, dan bukannya The Order 1886. Benar sekali, kita membicarakan Helldivers.

Dikembangkan oleh Arrowhead Games, Helldivers merupakan penawaran Sony untuk memperkuat lini produknya – Playstation 4, Playstation 3, dan PS Vita. Diperkenalkan di E3 2014 dan Gamescom 2014 yang silam, ia memang terlihat tidak spesial. Sebuah game top down shooter bertema luar angkasa dengan segudang musuh yang harus dihabisi dan tentu saja, persenjataan keren. Setidaknya kesan pertama inilah yang diperlihatkan oleh serangkaian demo dan trailer yang ada. Namun siapa yang menyangka bahwa Helldivers ternyata berujung menjadi salah satu game action top down shooter terbaik yang pernah kami cicipi. Arrowhad Game berhasil menawarkan pengalaman yang sudah lama kami impikan, kesempatan untuk menjadi seorang prajurit kemanusiaan di tengah usaha untuk mempertahankan diri sebagai ras. Kesempatan untuk berperan sebagai Starship Trooper yang sesungguhnya.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Helldivers ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai kejutan keren si kuda hitam? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Kemajuan teknologi dan ideologi demokrasi terpimpin membuat manusia mencapai level peradaban baru.
Kemajuan teknologi dan ideologi demokrasi terpimpin membuat manusia mencapai level peradaban baru.

Terlepas dari perannya yang krusial atau tidak, sebuah game action tentu saja membutuhkan dasar cerita, setidaknya untuk memberikan justifikasi kuat mengapa Anda melakukan aksi kejam tertentu. Deskripsi yang satu ini tampaknya pantas diarahkan ke Helldivers. Mengapa? Karena nilai jual utamanya tidak ada berada di cerita. Terjebak di dalam adiksi gameplay yang ia tawarkan, cerita akan menjadi bagian terakhir yang Anda pikirkan dari game ini.

Cerita bukanlah kekuatan utama Helldivers. Klise memang, Anda diposisikan sebagai pasukan khusus untuk memerangi ancaman bumi di garis depan.
Cerita bukanlah kekuatan utama Helldivers. Klise memang, Anda diposisikan sebagai pasukan khusus untuk memerangi ancaman bumi di garis depan.
Anda akan bertempur melawan tiga ras alien utama: Bugs, Cyborgs, dan Illuminates.
Anda akan bertempur melawan tiga ras alien utama: Bugs, Cyborgs, dan Illuminates.

Namun tentu saja, selalu dasar untuk semua hal, dan begitu juga terbentuknya pasukan khusus – Helldivers yang menjadi tumpuan dunia di masa depan. Berkat sistem politik terpimpin dan praktik cuci otak yang efektif, Bumi telah tumbuh menjadi kekuatan baru yang pantas diperhitungkan, tidak hanya di sistem tata surya, tetapi juga semesta. Lahirlah Super Earth – sebuah tatanan dunia baru yang kini harus menghadapi ancaman besar dari luar. Tiga buah ras berbeda: Cyborg, Bugs, dan Illuminates menyebar ancaman di sekitar Super Earth. Seperti yang bisa diprediksi, Helldivers lah yang ditugaskan sebagai tameng andalan.

All hail the Helldivers!
All hail the Helldivers!

Pertempuran terus terjadi dengan agenda utama, bergerak dari satu planet ke planet lainnya, berusaha membersihkan ketiga ras ini. Mampukah para Helldivers melakukannya? Jawaban tersebut akan sangat bergantung pada aksi Anda.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…