Review ASUS ROG Sica: Mouse Gaming Gesit!

Author
David Novan
Reading time:
April 8, 2015
Sica cocok digunakan bersamaan dengan Whetstone!
Sica cocok digunakan bersamaan dengan Whetstone!

Memilih mouse terbaik untuk menemani Anda setiap saat bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi untuk mouse gaming. Bukan hanya fungsinya saja yang penting untuk diperhatikan, tetapi juga tingkat ergonomisnya; apakah ia nyaman digunakan untuk waktu lama atau tidak. Alasan untuk seleksi yang terkesan ketat tersebut mudah saja, telapak tangan Anda akan bersentuhan dengannya untuk waktu sangat lama setiap harinya. Masa ‘sih Anda ingin merasakan sesuatu yang tidak nyaman untuk waktu lama?

ASUS ROG Sica merupakan salah satu opsi yang bisa Anda pertimbangkan ketika ingin memilih mouse gaming “pendamping hidup.” Mouse ini merupakan salah satu jajaran perangkat gaming premium milik ASUS yang diumumkan pada pameran CES 2015 awal tahun ini. Sica mempertimbangkan bukan hanya bentuk yang keren saja, tetapi ia juga sangat memperhatikan kekuatan di dalamnya. Memangnya perangkat gaming berkualitas mana yang bisa dijadikan partner setia bermain bila ia hanya bagus di luarnya saja?

Bentuknya terkesan sederhana
Bentuknya terkesan sederhana

Bila Anda sempat membaca review kami mengenai ASUS ROG Whetstone, mousepad gaming yang juga masuk ke dalam jajaran baru ROG tahun ini, maka Anda akan langsung melihat kemiripan pada tampilan luar Sica. Keduanya menggunakan tema baru ROG pada 2015, yaitu ukiran etnik khas Maya kuno. Kebudayaan kuno yang sempat meramalkan kiamat pada 2012 ini memang selalu menarik perhatian. Selain unik dari tampilan kosmetiknya, kemampuan Sica juga tidak sembarangan; mouse ini dirancang dengan bantuan tim E-Sports untuk menjamin kualitasnya ketika digunakan bermain game!

Sica hanya menyediakan tombol Mousewheel, tombol kanan, dan kiri mouse
Sica hanya menyediakan tombol Mousewheel, tombol kanan, dan kiri mouse

Bentuknya Bersahabat

Ketika Anda memperhatikan sekilas saja, Sica telihat tidak begitu “Wah” untuk kelas premium ROG. Tidak banyak hiasan garang di permukaannya atau permainan cahaya di setiap sudutnya. Bahkan, ia terlihat seperti mouse biasa. Kesan ini sebagian besarnya disebabkan oleh tidak adanya tombol ibu jari yang biasanya ada di sisi mouse gaming. Bentuk sisi mouse juga tidak melengkung mengikuti kontur ibu jari.

Ukiran khas Maya kuno dapat ditemukan di Sica
Ukiran khas Maya kuno dapat ditemukan di Sica

Rancangan tersebut ternyata disebabkan oleh niat Sica untuk dapat digunakan oleh gamer pengguna tangan kanan dan kiri. Desain Ambidexterity ini memang akan memudahkan semua pengguna mouse yang biasanya kesulitan ketika menggunakan mouse tangan kanan; mayoritas mouse gaming yang ada saat ini. Kenyamanan tambahan ini menyebabkan pengurangan jumlah tombol pada Sica. Apakah ia memiliki efek yang cukup besar pada pengalaman bermain gamer?

Beberapa kalangan gamer merasa nyaman dengan banyak tombol yang tersedia di mousenya. Sebab, melalui tombol tersebut mereka akan lebih mudah menjalankan beberapa komando yang mendesak, seperti contohnya melakukan melee di game shooting; atau mungkin memilih musuh yang akan diserang pada game RPG. Biasanya, semua itu menggunakan tombol yang posisinya cukup sulit dijangkau dengan cepat, seperti V untuk melee dan Tab untuk RPG. Namun, berkat bantuan tombol tambahan di mouse semua itu bisa dilakukan dengan menekan tombol di posisi ibu jari saja.

Tombol mouse sengaja dipisahkan dari badan demi meningkatkan respons klik mouse
Tombol mouse sengaja dipisahkan dari badan demi meningkatkan respons klik mouse

Hilangnya feature ini akan terasa pengaruhnya pada individual yang sering menggunakan tombol ibu jari saja. Jadi, hanya terbatas pada preferensi masing-masing pengguna. Hal lain yang berhubungan dengan tombol di tampilan luar Sica adalah tidak adanya tombol untuk merubah tingkat kepekaan mouse atau nama kerennya adalah tingkat DPI. Padahal tingkat kepekaan dari Sica mencapai 5000 DPI atau sekitar 10 kali lebih cepat dari mouse biasa. Untungnya, Anda dapat menggunakan program driver ROG Armoury untuk mengubah beberapa setting di dalam mouse.

Bagaimana dengan kenyamanannya? Ukuran Sica sendiri sangat pas dengan telapak tangan pengguna di tanah air. Ia tidak terlalu besar dan tidak juga terlalu kecil. Sica juga sangat ringan, sehingga tidak perlu banyak usaha untuk menggerakkannya, terutama ketika ia dipasangkan dengan mousepad ROG Whetstone. Sekali lagi, opsi antara mouse gaming yang ringan dengan berat merupakan preferensi penggunanya. Setidaknya dari bentuknya sendiri, Sica tergolong nyaman digunakan untuk waktu lama, berkat rancangan badan luarnya yang menggunakan sangat sedikit sekali sudut tajam.

Sica memiliki kabel yang cukup panjang, lebih dari 1 meter, dan menggunakan USB 2.0
Sica memiliki kabel yang cukup panjang, lebih dari 1 meter, dan menggunakan USB 2.0
Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

July 30, 2021 - 0

Review Samurai Warriors 5: Huru-Hara Cabut Nyawa!

Apakah sebuah video game harus menyuntikkan sebuah cerita berat penuh…
July 28, 2021 - 0

Review Scarlet Nexus: Gila Bercampur Seru!

Selama bukan sesuatu yang mereka adaptasikan dari anime populer misalnya,…
June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…