Review Hatred: Sekedar Menjual Kontroversi!

Reading time:
June 3, 2015
Hatred jagatplay (2)

Bukan hal yang mudah bagi sebuah developer yang baru hendak masuk ke industri game, untuk meraih popularitas tinggi, bahkan jauh sebelum game yang mereka racik keluar di pasaran. Ada banyak cara sebenarnya untuk menempuh hal ini. Antara mempersiapkan sebuah game yang benar-benar fantastis di sisi kualitas, bahkan mengalahkan game-game racikan developer raksasa, atau menawarkan sebuah tema unik yang tidak berani disentuh oleh jalur mainstream karena ketakutan tidak sukses di pasaran. Dari jalur indie, game-game seperti Gone Home atau This War of Mine tumbuh menjadi judul yang terus diperbincangkan karena perpaduan keduanya. Namun selalu ada kasus dimana kontroversi menjadi senjata yang lebih efektif. Hal inilah yang terjadi dengan developer asal Polandia – Destructive Creations.

Hanya dalam waktu singkat, game racikan mereka – Hatred langsung mendapatkan perhatian dari gamer di seluruh dunia, termasuk dari media-media raksasa gaming. Bukan karena kualitas, tetapi karena pendekatan gameplay dan tema yang menuai kontroversi. Berperan sebagai seorang psikopat yang terlibat dalam aksi pembunuhan orang-orang yang tidak bersalah, Hatred disebut sebagai “standar terendah” industri gaming. Ada ketakutan bahwa ia justru menjadi justifikasi yang selama ini dinantikan orang awam soal bagaimana video game bisa memicu tindak kekerasan dan kriminal. Destructive Creations tidak bergeming, tetap merilis Hatred lewat jalur distribusi digital, dan menjadikannya sebagai game Adult Only (Hanya untuk Dewasa) kedua yang mendapatkan rating tersebut hanya dari konten kekerasan – tanpa ketelanjangan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Hatred ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang sekedar menjual kontroversi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Anda berperan sebagai karakter utama tanpa nama yang sudah muak dengan cara dunia bekerja. Ia kini hanya ingin menghabisi semua orang.
Anda berperan sebagai karakter utama tanpa nama yang sudah muak dengan cara dunia bekerja. Ia kini hanya ingin menghabisi semua orang.

Seperti nama yang ia usung, Hatred berkisar pada kebencian seorang pria – yang kebetulan menjadi karakter yang tengah Anda gunakan – terhadap eksistensi manusia dan dunia itu sendiri. Ia tidak memiliki nama atau latar belakang yang jelas, yang terlihat hanya perasaannya yang bisa disimpulkan dalam satu kalimat sederhana – ia sudah muak dengan cara dunia bekerja. Tidak lagi bisa menahan diri, karakter Anda kemudian memutuskan untuk mempersiapkan diri untuk waktu yang lama, mengangkat senjata, dan berusaha menghabisi sebanyak mungkin manusia yang ia temui, sebelum ia sendiri mati. Tidak seperti game lainnya yang menjadikan Anda sebagai karakter di sisi baik, Hatred meminta Anda untuk berperan sebagai seorang tokoh antagonis.

Ia berambisi untuk menghabisi sebanyak mungkin orang, sebelum ia sendiri tewas. Tidak pandang bulu, ia juga memburu orang tidak berdosa.
Ia berambisi untuk menghabisi sebanyak mungkin orang, sebelum ia sendiri tewas. Tidak pandang bulu, ia juga memburu orang tidak berdosa.
Proses pelariannya dengan kereta melahirkan tujuan baru - sebuah cara untuk memusnahkan lebih banyak orang dengan cara lebih instan. Benar sekali, nuklir.
Proses pelariannya dengan kereta melahirkan tujuan baru – sebuah cara untuk memusnahkan lebih banyak orang dengan cara lebih instan. Benar sekali, nuklir.

Aksi sang karakter utama ini ternyata tidak berhenti di sana saja. Berhasil menghancurkan kota terdekat dan membunuh hampir semua polisi di area tersebut, ia memutuskan untuk bergerak ke kota lain dan melakukan hal yang sama. Ia kemudian membantai semua orang di kereta yang ia tumpangi juga. Namun di tengah perjalanan, ia menemukan “solusi” yang lebih sederhana untuk mencapai tujuan perang “suci”nya tersebut. Inspirasi seolah mengalir, melihat reaktor nuklir di depan matanya sebagai sebuah senjata pembunuh massal yang akan tampil lebih efektif daripada sekedar AK-47 dan rentetan peluru. Aksi gilanya kini menemukan tujuan baru.

Lantas, mampukah ia memicu ledakan nuklir tersebut? Tantangan seperti apa yang harus ia hadapi untuk mengeksekusi rencana gila itu? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda temukan dengan memainkan Hatred ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…