Review Logitech G302 Daedalus Prime: Duet Harga – Kualitas Menggoda!

Reading time:
July 14, 2015
Logitech G302 Daedalus Prime
Logitech G302 Daedalus Prime

MOBA memang tengah menjadi genre kompetitif paling populer di industri game saat ini. Bagaimana tidak? Terlepas dari statusnya sebagai game yang didistribusikan secara cuma-cuma, game seperti Leagueof Legends dari Riot dan DOTA 2 dari Valve berhasil meraih pendapatan yang begitu besar. Pengalaman kompetitif yang tidak pernah sama, dari satu pertempuran ke pertempuran lainnya, membuat genre ini begitu adiktif, namun juga menantang di saat yang sama,membuat banyak gamer jatuh hati. Gamer yang tidak segan untuk mengeluarkan uang, hanya untuk mendapatkan item digital yang bahkan tidak bisa mereka sentuh. DOTA 2 saat ini bahkan berhasil mengumpulkan lebih dari 200 Milyar Rupiah untuk hadiah turnamen internasional mereka – The International 2015 yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat ini.

Tidak mengherankan, jika aktifnya scene e-Sports ini tidak hanya mengundang lebih banyak gamer untuk berkompetisi dan bermimpi untuk menempuh jalur yang sama, tetapi juga beragam produk gaming yang mengitarinya. Maka Anda bertemu dengan beberapa produk peripheral gaming yang bahkan berhasil menggandeng beberapa tim raksasa untuk memperkuat brand mereka, terutama dari desain. Namun tidak sedikit pula, produk yang lebih difokuskan untuk mengejar fungsi daripada sekedar gimmick. Hal inilah yang bisa ditangkap dari apa yang berusaha dilakukan Logitech dengan mouse gaming keren mereka – Logitech G302 Daedalus Prime.

Desain dan Fitur

Secara keseluruhan, desain Daedalus Prime ini cukup menggoda.
Secara keseluruhan, desain Daedalus Prime ini cukup menggoda.

Logitech sendiri memang mengklaim Daedalus Prime sebagai mouse gaming yang menjadikan MOBA sebagai fokus. Performanya sendiri akan kita bicarakan di sesi selanjutnya, namun ia harus diakui, berhasil memperlihatkan identitas yang kuat sebagai mouse gaming yang elegan. Dibalut dengan warna hitam yang dominain, bentuknya sendiri memang tidak banyak melenceng dari desain konvensional. Oval dengan enam tombol utama – klik kiri, kanan, scroll wheel, tombol sensitivitas, dan dua tombol ekstra di sisi kiri, ia juga menjadikan plastik sebagai bahan utama dengan lapisan matte. Secara keseluruhan, ia didesain untuk tampil tetap keren dan nyaman untuk digunakan. Sama seperti halnya produk Logitech yang sempat kami review sebelumnya – Hyperion Fury.

Mouse ini hanya menawarkan enam tombol: klik kiri, kanan, scroll wheel, dua tombol ekstra di bagian kiri, dan satu buah tombol di tengah untuk mengatur sensitivitas mouse secara langsung.
Mouse ini hanya menawarkan enam tombol: klik kiri, kanan, scroll wheel, dua tombol ekstra di bagian kiri, dan satu buah tombol di tengah untuk mengatur sensitivitas mouse secara langsung.

Daedalus Prime juga didukung dengan sisi kosmetik yang minimalis, tetapi efektif. Anda memang tidak akan bertemu dengan desain unik atau penempatan corak yang berlebihan di mouse gaming yang satu ini. Yang ia tawarkan hanyalah lampu LED biru yang tampaknya mulai menjadi identitas produk mereka, tanpa kesempatan untuk mengubah warna seperti halnya produk produk saat ini. Walaupun demikian, ia ditempatkan dalam posisi yang mampu menghasilkan efek visual unik. Kita tidak membicarakan lampu di bagian logo “G” besar di belakang mouse, tetapi bagian kedua sisi yang dipenuhi dengan corak seperti dot. LED yang menyala di kedua bagian tersebut ternyata juga menghasilkan refleksi tertentu di permukaan apapun yang Anda gunakan, menghasilkan efek visual unik tersendiri.

Lampu LED difokuskan di belakang mouse. Tidak hanya di logo G, tetapi juga kedua sisi mouse.
Lampu LED difokuskan di belakang mouse. Tidak hanya di logo G, tetapi juga kedua sisi mouse.
Pola unik ini menghasilkan refleksi cahaya yang keren di permukaan.
Pola unik ini menghasilkan refleksi cahaya yang keren di permukaan.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Logitech G302 Daedalus Prime ini? Berikut adalah spesifikasi lengkap yang dibutuhkan:

  • 6 programmable buttons
  • On-the-fly DPI Switching
  • Metal spring left/right button tensioning system
  • 1 millisecond report
  • High-speed clicking
  • Full-speed USB
  • Resolution: 240 – 4,000 dpi
  • acceleration: >20G
  • speed: >120 ips (3 m/sec)
  • USB data format: 16 bits/axis
  • USB report rate: 1000 Hz (1ms)
  • Microprocessor: 32-bit ARM
  • Dynamic coefficient of friction: .11 μ (k)
  • Static coefficient of friction: .17 μ (s)
  • Buttons (Left / Right): 20 million clicks
  • Height: 4.53 in (115 mm)
  • Width: 2.56 in (65 mm)
  • Depth: 1.46 in (37 mm)
  • Weight: 4.48 oz (127 g), mouse plus cable
  • Weight: 3.07 oz  (87 g), mouse only

Logitech G302 Daedalus Prime, Seberapa Nyaman?

Logitech G302 Daedalus Prime, seberapa nyaman?
Logitech G302 Daedalus Prime, seberapa nyaman?

Sebagai sebuah mouse yang mengklaim dirinya sebagai mouse gaming untuk MOBA, bentuk konvesional menjadi pilihan yang rasional untuk Daedalus Prime. Sebagai genre yang tidak menitikberatkan pada shortcut untuk mengakses sekuens serangan atau skill tertentu secara efektif, pilihan untuk menyertakan hanya 6 tombol di mouse ini menjadi sesuatu yang bisa dimengerti. Lagipula, desain seperti ini datang dengan keuntungan tertentu. Anda yang baru beralih ke mouse gaming dan lebih mengutamakan kenyamanan, tidak akan butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri dengan Daedalus Prime ini.

Bagi mereka yang menggunakan teknik Claw Grip, mouse ini akan hadir tanpa masalah. Namun untuk mereka yang mengandalkan Palm Grip, lekuk di bagian belakang mungkin akan membuat tangan terasa sedikit canggung.
Bagi mereka yang menggunakan teknik Claw Grip, mouse ini akan hadir tanpa masalah. Namun untuk mereka yang mengandalkan Palm Grip, lekuk di bagian belakang mungkin akan membuat tangan terasa sedikit canggung.
Bagi gamer yang sensitif dengan masalah berat, mouse ini memang tidak hadir dengan opsi modifikasi elemen tersebut. Namun untuk preferensi kami pribadi, terlepas dari bahan plastik yang ia usung, beratnya sendiri sudah terasa pas.
Bagi gamer yang sensitif dengan masalah berat, mouse ini memang tidak hadir dengan opsi modifikasi elemen tersebut. Namun untuk preferensi kami pribadi, terlepas dari bahan plastik yang ia usung, beratnya sendiri sudah terasa pas.

Walaupun demikian, bentuk sedikit menonjol di bagian belakang mouse menghasilkan komplikasi tertentu. Untuk gamer yang mengandalkan Claw Grip untuk memainkan game-game racikan mereka, Daedalus Prime lebih dari cukup untuk memfasilitasi kebutuhan tersebut. Mouse ini akan mengikuti perintah Anda, kemanapun jari Anda membawanya. Sayangnya, untuk Anda yang mengandalkan Palm Grip, ia mungkin terasa canggung. Bentuk menonjol dan posisi tombol ekstra di bagian kiri mouse mengurangi tingkat kenyamanan yang ada. Sementara untuk gaya grip selain palm, Daedalus Prime akan memastikan fungsi gaming Anda berjalan sangat optimal dan nyaman. Permasalahan lain mungkin terletak di absennya fungsi modifikasi berat, yang mungkin jadi elemen krusial bagi beberapa kelompok gamer.

Menjadikan bahan plastik sebagai bahan utama, Daedalus Prime tidak lantas terasa murahan. Pilihan desain warna, penempatan LED, dan keputusan untuk melapisinya dengan cat matte menjadi keputusan terbaik. Ia tidak hanya terlihat elegan, namun tetap nyaman untuk digunakan walaupun tidak menyertakan bahan karet sama sekali di kedua sisinya. Ia menjadi lebih ringan, lebih bisa diajak bermanuver dengan cepat, tetapi tetap memastikan kontrol Anda tidak akan dicederai masalah “ringan” seperti keringat atau sekedar ujung jari yang berminyak. Bagian yang sering diremehkan seperti Scroll Wheel juga sama nyamannya, mentranlasikan perintah Anda tanpa masalah dengan feedback yang mumpuni. Posisi dua tombol ekstra di bagian kiri juga tidak terasa canggung dan mudah diakses, bahkan ketika gerak Anda berada dalam posisi yang chaotic sekalipun.

Walaupun tidak dilengkapi dengan bahan karet di kedua sisinya, Anda akan tetap nyaman menggenggam dan menggunakannya untuk waktu lama.
Walaupun tidak dilengkapi dengan bahan karet di kedua sisinya, Anda akan tetap nyaman menggenggam dan menggunakannya untuk waktu lama.
Logitech Daedalus Prime
Pertanyaan terbesar tentu mengarah pada daya tahan mouse ini sendiri. Mengapa? Karena Anda tidak bisa menyebut “MOBA” sebagai fokus sebuah produk mouse gaming jika ia tidak bisa menangani tindakan klik repetitif yang tampaknya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari genre yang satu ini.

Pertanyaan terbesar tentu mengarah pada daya tahan mouse ini sendiri. Mengapa? Karena Anda tidak bisa menyebut “MOBA” sebagai fokus sebuah produk mouse gaming jika ia tidak bisa menangani tindakan klik repetitif yang tampaknya sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari genre yang satu ini. Daedalus Prime memang menawarkan feedback klik kiri dan kanan yang nyaman, lewat teknologi “Metal Spring Button Tensioning System” mereka yang berujung bukan sekedar gimmick semata, setidaknya dari pengalaman kami. Gerak klik bertubi-tubi untuk menggerakkan karakter hero diterjemahkan sebagai perintah dengan sangat tepat dan tanpa kesalahan. Seberapa cepat pun Anda menekan klik, Daedalus Prime akan memastikan setiap darinya berujung menjadi apa yang Anda inginkan.

Menggunakannya lebih dari 2,5 minggu dengan pemakaian intensif di DOTA 2, Daedalus Prime tidak memperlihatkan masalah sama sekali. Daya tahannya juga pantas diacungi jempol. Kami juga mengujinya di The Witcher 3: Wild Hunt yang juga menyiksa klik kiri dan kanan lewat ekskekusi perintah yang repetitif.
Menggunakannya lebih dari 2,5 minggu dengan pemakaian intensif di DOTA 2, Daedalus Prime tidak memperlihatkan masalah sama sekali. Daya tahannya juga pantas diacungi jempol. Kami juga mengujinya di The Witcher 3: Wild Hunt yang juga menyiksa klik kiri dan kanan lewat ekskekusi perintah yang repetitif.

Dengan gerak jari yang sudah berada di tahap “brutal”, MOBA menjadi salah satu genre pembunuh mouse paling efektif. Untungnya, Daedalus Prime ini berhasil membuktikan dirinya sebagai mouse yang bisa diandalkan. Kami sendiri menggunakannya sebagai mouse sehari-hari, untuk kegiatan komputasi dan PC gaming selama 2,5 minggu terakhir ini. Dengan DOTA 2 sebagai salah satu game yang terus kami nikmati di akhir minggu, Daedalus Prime mampu memperlihatkan jati dirinya sebagai mouse gaming yang tidak hanya bisa diandalkan, tetapi juga memiliki daya tahan yang sangat baik. Ia tidak memperlihatkan masalah klasik yang biasa terjadi di mouse gaming, seperti double-click misalnya. Tidak hanya DOTA 2, kami juga menjajalnya di The Witcher 3: Wild Hunt yang juga sangat berkonsentrasi pada dua klik mouse sebagai input perintah utama.

Secara garis besar, Daedalus Prime tampil segarang nama yang ia usung. Di DOTA 2, Daedalus merepresentasikan sebuah item yang mampu membuat hero untuk melemparkan serangan kritikal untuk dua kali lipat damage secara instan. Di tangan Logitech, ia berubah menjadi mouse gaming yang tidak hanya reliable, tetapi juga memiliki daya tahan yang tinggi.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…