Media Jepang Ungkap Bobrok Konami!

Reading time:
August 3, 2015
konami

Konami, mendengar nama yang satu ini saja cukup untuk membuat banyak gamer geleng kepala. Dikenal sebagai developer dan publisher game yang cukup disegani di masa lalu, Konami perlahan namun pasti, mulai menjadi “musuh” bersama karena beragam kebijakan yang ia tempuh selama beberapa bulan terakhir ini. Ia bersitegang dengan Kojima, membatalkan Silent Hills, dan menjadikan pasar mobile dan mesin judi sebagai “masa depan” perusahaan yang akan menjadi prioritas.Untuk urusan yang terakhir ini, Konami tidak main-main..

Ketakutan bahwa fokus mereka ke mesin Pachinko – mesin judi populer di Jepang akan menghancurkan franchise mereka bukannya tidak beralasan. Belum lama ini Konami baru saja mengumumkan mesin Pachinko terbaru yang membawa embel-embel erotis di dalamnya. Berita buruknya? Mereka memutuskan untuk mengeksploitasi Castlevania – game action RPG platformernya yang begitu luar biasa sebagai tema utama. Anda tidak salah membaca, Castlevania benar-benar masuk ke pasar mesin judi. Tidak jelas apakah mereka akan melakukan hal yang sama dengan franchise raksasa mereka yang lain seperti Metal Gear Solid, Silent Hill, atau Suikoden.

Tidak sampai di situ saja, ada satu berita buruk lagi yang meluncur dari perusahaan ini. Media ekonomi ternama Jepang – Nikkei hadir dengan kepingan informasi yang menyoroti betapa buruknya kondisi kerja di Konami saat ini. Kesuksesan luar biasa yang dicapai oleh game mobile mereka di tahun 2010 silam – Dragon Collection kabarnya menjadi titik balik preferensi rilis game dari konsol ke perangkat berjalan ini. Perubahan ini tidak hanya mengubah produk yang hendak mereka hasilkan, tetapi juga iklim dan kebijakan kerja yang sangat buruk. Situs gaming Kotaku yang mentranslasikan informasi ini bahkan menyebutnya setara dengan penjara. Kebijakan buruk apa saja yang diterapkan Konami?

Media ekonomi ternama Jepang - Nikkei mengungkap bobroknya Konami, terutama dari sisi banyaknya kebijakan yang bisa dibilang tidak manusiawi.
Media ekonomi ternama Jepang – Nikkei mengungkap bobroknya Konami, terutama dari sisi banyaknya kebijakan yang bisa dibilang tidak manusiawi.
  • Kojima Productions – studio di belakang Metal Gear Solid V, yang kini disebut sebagai “Number 8 Production Department” tidak dipebolehkan untuk terhubung dengan internet. Mereka hanya bisa mengirim pesan secara internal.
  • Sistem makan siang kini harus menggunakan kartu absen. Sedikit saja terlambat, nama pegawai yang bersangkutan akan diumumkan di keseluruhan perusahaan.
  • Banyak kamera di dalam kantor. Bukan untuk keamanan, tetapi mengontrol kerja karyawan.
  • Sebagian besar pegawai Konami tidak memiliki e-mail perusahaan, dengan informasi soal alamat yang terus diacak secara berkala pula. Kabarnya kebijakan ini ditempuh untuk mencegah pihak lain untuk mengontak pegawai mereka,menawarkan kesempatan kerja yang lebih baik, misalnya.
  • Yang lebih buruk? Para pegawai yang dilihat tidak lagi mampu berguna dan berfungsi untuk Konami akan dialihkan ke lapangan kerja yang lain. Tidak main-main, beberapa dari mereka berakhir menjadi petugas keamanan dan kebersihan di pabrik produksi mesin Pachinko mereka.
  • Satu pegawai yang dulunya mengumumkan bahwa ia akan keluar dari Konami via akun Facebook, terus dimonitor oleh perusahaan. Nikkei juga menyebut bahwa pegawai Konami yang melakukan “Like” di status mantan pegawai tersebut semuanya mendapatkan re-shuffle jabatan di dalam perusahaan.

Konami sendiri masih belum memberikan komentar resmi apapun terkait informasi yang tentu saja, semakin mencoreng nama besar mereka. What the frak is happening with you, Konami..

Source: Nikkei via Kotaku

Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…