OUYE: Konsol China Dengan Desain PS4 + Xbox One

Reading time:
August 18, 2015
ouye1

China memang bukan negara yang bisa dibilang, menghormati hak cipta, apalagi ketika kita membicarakan produsen-produsen populer dari luar region mereka. Dengan tenaga kerja murah dan biaya produksi lebih rendah, mereka bisa menciptakan produk imitasi apapun, dari yang sederhana hingga yang paling kompleks sekalipun dengan harga jual yang lebih terjangkau. Maka Anda mendapatkan istilah “KW” yang cukup populer di Indonesia. Salah satu yang menarik dari fenomena ini adalah kelucuan setiap kali melihat bagaimana mereka berusaha menyulap desain dan nama yang ada agar tampil semirip mungkin. Tidak terkecuali di pasar konsol.

Hal inilah yang dilakukan oleh sebuah perusahaan asal Shenzhen, yang berhasil melahirkan judul aneh di artikel ini. Membuka sebuah campaign di situs “Kickstarter” ala China bernama JD, mereka memperkenalkan produk konsol bernama OUYE. Mirip dengan konsol Android bernama Ouya yang sempat meluncur di pasar Barat beberapa waktu lalu? Tunggu hingga Anda melihat desainnya. Konsol Ouye ini mengambil bentuk yang benar-benar mirip dengan Playstation 4 dari Sony, dengan desain kontrol yang tidak bisa dibedakan dengan kontroler Xbox One dari Microsoft. Benar sekali, konsol ini “mencuri” tiga ide platform sekaligus. Wow!

So unique..
So unique..
Much wow..
Much wow..

Program Kickstarter asal China ini sendiri menargetkan uang sekitar USD 15.000 untuk terwujud. Parahnya lagi? Ia bukanlah konsol sekuat yang kita bayangkan. Informasi dari page resmi mereka mengkonfirmasikan bahwa Ouye adalah sebuah micro konsol berbasis Android dengan spesifikasi sedikit di atas Ouya. Ia sendiri rencananya akan dijual dengan harga sekitar USD 70, lengkap dengan si kontroler. Parahnya lagi? Perusahaan ini secara terbuka bahwa mengaku bahwa desain unik konsol mereka ini merupakan hasil karya yang mereka pikirkan selama 6 bulan terakhir ini.Tidak perlu diragukan lagi, kampanye ini langsung mendapatkan reaksi negatif dari para netizen di China itu sendiri.

Dan ingatan soal PolyStation pun kembali…

Source: Kotaku

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…