Review Zombi: Kurang Menggigit!

Reading time:
August 25, 2015
Zombi JagatPlay (7)

ZombieU bisa dibilang merupakan manifestasi dari usaha Nintendo untuk menarik pasar gamer yang lebih hardcore, apalagi setelah citra platform generasi mereka sebelumnya – Nintendo Wii yang memang dipenuhi dengan game-game eksklusif dengan identitas “game keluarga” yang terlalu kental. Bekerja sama dengan Ubisoft, Wii U hendak memperlihatkan sebuah citra yang berbeda, bahwa ia akan menjadi rumah untuk game-game dengan tema lebih dewasa, sekaligus dipenuhi dengan dukungan developer pihak ketiga. Walaupun mendapatkan respon yang cukup positif dari pemilik Wii U, keterbatasan penjualan tampaknya mendorong Ubisoft untuk memastikan lebih banyak gamer bisa mencicipi game yang satu ini.

Maka lahirlah Zombi – sebuah proyek rilis ulang yang membuang huruf “U” untuk memastikan ia tidak mengundang salah paham ketika dirilis untuk platform gaming yang lain – baik konsol maupun PC. Secara konten, ia tidak banyak berbeda. Ubisoft sendiri hanya menjanjikan perbaikan di sisi visual, resolusi lebih tinggi, framerate lebih nyaman, sedikit tambahan konten di sisi gameplay, dan tentu saja – penyesuaian kontrol mengingat absennya Gamepad yang seharusnya menjadi salah satu fitur utama game yang satu ini. Zombi hadir dengan menjual daya tarik berbeda dengan franchise lain yang berusaha menawarkan konsep yang sama, namun dengan genre yang lebih ke arah action.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Zombi ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang kurang menggigit? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Selamat datang di London, Inggris, dimana isi jalanan kini melihat Anda tidak lebih dari daging menggiurkan untuk santapan.
Selamat datang di London, Inggris, dimana isi jalanan kini melihat Anda tidak lebih dari daging menggiurkan untuk santapan.

Maka seperti game-game survivor bertema zombie pada umumnya, Anda bertindak sebagai karakter yang penuh keberuntungan, berhasil selamat dari “kiamat kecil” yang sudah menghantui ibukota Inggris – London ini. Para zombie berkeliaran di luar dengan korban jiwa yang begitu besar. Maka misi Anda sederhana, berusaha mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi sekaligus memastikan nyawa dan daging Anda tidak tercabik-cabik.

Anda beraksi sebagai salah satu orang yang selamat dari
Anda beraksi sebagai salah satu orang yang selamat dari “kiamat kecil” ini. Bersama dengan The Prepper yang misterius, Anda dipersenjatai untuk mengeksplorasi sudut kota London.
Anda harus menantang bahaya untuk sesuatu yang tidak Anda mengerti.
Anda harus menantang bahaya untuk sesuatu yang tidak Anda mengerti.

Science-fiction, agama, mitos, semuanya bercampur dan menimbulkan kebingungan tersendiri akan apa yang sebenarnya terjadi di Zombi. Yang Anda tahu hanya satu – seorang misterius bernama The Prepper membawa Anda masuk ke dalam rumah aman yang sudah ia sediakan. Tidak hanya itu saja, ia juga menyediakan segala sesuatu yang Anda butuhkan untuk bertahan hidup – dari senjata, sebuah tas ransel yang mampu memuat beragam item penting, hingga sebuah tablet yang mampu membaca dan menampung semua informasi yang Anda butuhkan – Prepper Pad. Awalnya Anda akan bertindak seperti layaknya pion milik Prepper, berusaha untuk menyelesaikan serangkaian misi yang ia tawarkan terlepas dari fakta, bahwa Anda tidak mengerti motif jelas yang ia miliki.

Namun seiring perjalanan, Anda akan bertemu dengan lebih banyak NPC dengan agenda unik mereka masing-masing. Maka Anda pun mulai mengerti bagaimana takdir Anda ternyata terperangkap di dalam sebuah “perang” yang sulit untuk dimengerti.

Lantas, apa yang sebenarnya tengah terjadi? Mampukah karakter yang Anda gunakan selamat dari malapetaka yang satu ini?
Lantas, apa yang sebenarnya tengah terjadi? Mampukah karakter yang Anda gunakan selamat dari malapetaka yang satu ini?

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di Zombi?  Apakah kekuatan magis atau kesalahan eksperimen yang membuat para zombie ini muncul? Bagaimana nasib karakter utama yang Anda gunakan? Temukan jawaban dari semua pertanyaan ini dengan memainkan Zombi ini sendiri.

 

Review ini didukung oleh Roccat

Dikerjakan Dengan Kave XTD, Roccat Kone XTD, Roccat Raivo, dan Roccat Ryos MK Pro

 

 

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…