Review Everybody’s Gone to the Rapture: Indah, Tenang, Misterius!

Reading time:
August 14, 2015
Everybody's Gone To The Rapture™_20150815085349

Dengan semakin populernya video game sebagai bagian industri hiburan mainstream saat ini, video game mulai tumbuh menjadi sebuah media yang bahkan cukup untuk membuat kita – gamer yang seharusnya sudah paham seluk-beluknya terkadang bingung dan sulit untuk mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Mengapa? Karena berbeda dengan 5-10 tahun yang lalu dimana video game berasosiasi dengan konten yang menuntut Anda untuk berpartisipasi aktif, video game saat ini mulai terlihat seperti media kreatif eksperimental untuk menyentuh lapisan daya tarik yang lebih dalam, seperti kekuatan narasi yang hanya bisa didapatkan di film-film, misalnya. Kontroversi apakah game-game ini pantas disebut sebagai “video game” bahkan seringkali mengemuka.

Maka Anda menemukan game-game seperti Her Story, Dear Esther, atau Gone Home yang lebih difokuskan pada usaha untuk memahami cerita, dan bukannya sekedar memancing adrenalin dan partisipasi aktif Anda untuk memastikan sang karakter utama bisa bertambah kuat dan menyelamatkan dunia dari kekuatan super jahat yang ambisius. Game-game ini berfokus pada satu hal – memicu emosi, menyentuh rasa dan kisah yang lebih personal, dan membangun daya tarik seperti sebuah film drama interaktif yang tidak mungkin ditawarkan oleh sinema layar lebar. Sony juga ternyata kedatangan proyek yang sama. Dikembangkan oleh The Chinese Room bekerja sama dengan Sony Santa Monica, Playstation 4 kedatangan Everybody’s Gone to the Rapture.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh game ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang indah, tenang dan misterius? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi jika Anda menjadi manusia terakhir yang hidup di dunia?
Pernahkah Anda membayangkan apa yang terjadi jika Anda tinggal sendiri di dunia ini? Berita buruknya, Anda bahkan tidak tahu Anda ini apa.

Sebelum kita beralih lebih jauh dan membahas Everybody’s Gone to the Rapture, ada baiknya kita membicarakan satu kata yang mungkin tidak banyak kita pahami – Rapture, terutama untuk Anda yang beragam non-Kristen. Rapture adalah konsep agama Kristiani yang berfokus pada akhir zaman, dimana dipercaya bahwa mereka yang dirasa pantas dan masih hidup akan diangkat oleh Tuhan langsung ke surga. Sementara mereka yang sudah meninggal, akan dibangkitkan, dan hidup bersama dengan mereka yang dianggap pantas ini. Review ini tentu saja tidak dibangun untuk membicarakan agama yang notabene masalah pribadi. Namun secara konseptual, memahami Rapture akan sangat membantu mengerti dasar di balik game racikan The Chinese Room ini.

Selamat datang di Yaughton, dimana angin, matahari, dan cahaya adalah teman Anda satu-satunya.
Selamat datang di Yaughton, dimana angin, matahari, dan cahaya adalah teman Anda satu-satunya.
Sama sekali tidak terlihat ada aktivitas kehidupan sama sekali
Sama sekali tidak terlihat ada aktivitas kehidupan sama sekali
Secara tiba-tiba, sebuah bola cahaya yang entah apa dan darimana menemani dan menuntut Anda.
Secara tiba-tiba, sebuah bola cahaya yang entah apa dan darimana menemani dan menuntut Anda.

Hal inilah yang Anda temukan sejak pertama kali memainkan game ini. Dengan kacamata orang pertama, identitas pribadi Anda sendiri tidak pernah dibuka dan diketahui. Yang Anda tahu, Anda terbangun di Yaughton – sebuah desa kecil di Shropshire, Inggris dan berhadapan dengan sebuah kota kosong tanpa aktivitas sama sekali. Tenang, sunyi, dengan suara angin yang menjadi pengiring, tidak pernah juga ada kejelasan apa yang sebenarnya terjadi. Satu yang pasti, semua penduduk menghilang tanpa alasan. Menariknya lagi? Ada satu bola cahaya terang berwarna kuning yang tiba-tiba seolah hidup menemani Anda, menuntun Anda dari satu titik ke titik lainnya. Seperti yang bisa diprediksi, Anda diminta untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.

Apa yang sebenarnya terjadi?
Apa yang sebenarnya terjadi?

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di Yaughton ini? Mengapa semua orang tiba-tiba menghilang? Apa sebenarnya bola bersinar yang senantiasa mengikuti Anda kemanapun Anda pergi? Semua jawaban tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Everybody’s Gone to the Rapture ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…
May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…