PlayTest: Gaming Dengan AMD Radeon R9 Nano!

Author
David Novan
Reading time:
September 11, 2015
AMD Radeon R9 Nano (1)

Kehadiran AMD Radeon R9 Nano merupakan sebuah berkah untuk gamer yang menyiapkan diri untuk membangun komputer gaming berkekuatan tinggi. Bentuknya yang begitu kecil dan di saat bersamaan memiliki kekuatan setara dengan Radeon Fury X tentunya mampu memberikan kelebihan tersendiri untuk gamer. Terutama bila ia ingin membangun PC gaming Mini ATX yang dapat dibawa dengan mudah. Sesi bermain game bersama PlayTest kali ini tentu saja akan memperlihatkan kemampuan graphics card ini dan di saat bersamaan memberikan opsi pertimbangan untuk Anda.

Kemampuan besar datang bersama harga yang premium pula. Untuk dapat menggunakan graphics card ini, Anda harus menyiapkan uang sekitar US$650. Sekarang tinggal keputusan Anda untuk menyimpulkan apakah harga itu sebanding dengan pengalaman bermain game yang dapat diberikannya melalui PlayTest kami kali ini. Sedangkan untuk menghilangkan halangan dari sisi di luar graphics card, kami menyiapkan sistem PC gaming yang tidak kalah kuatnya, dengan konfigurasi sebagai berikut:

  • Motherboard: Gigabyte X99 SOC Force
  • Prosesor: Intel Core i7 5960X @3.00 GHz
  • RAM: Kingston HyperX 16 GB DDR4
  • Graphics Card: AMD Radeon R9 Nano HBM 4096 MB
  • SSD: Kingston HyperX Fury 240 GB
  • OS: Windows 8.1

Hilangnya “Bottleneck” tersebut tentunya akan sangat membantu graphics card ini dalam mengeluarkan kemampuan aslinya, terutama untuk memainkan game dengan permintaan spesifikasi hardware nan begitu besar. Sedangkan untuk gamenya sendiri, kami telah menyiapkan lima game AAA yang beberapa di antaranya merupakan idaman gamer yang sedang mengumpulkan uang demi membangun PC gaming. Game yang kami mainkan pada PlayTest kali ini adalah The Witcher 3, Grand Theft Auto V, Far Cry 4, Assassin’s Creed Unity, dan Shadow of Mordor.

The Witcher 3: Wild Hunt

The Witcher 3 merupakan game Action RPG dengan permintaan hardware yang begitu tinggi. Hal itu disebabkan kemampuannya untuk menghasilkan dunia Open World dengan kualitas grafis begitu indah dan detail tinggi, bahkan untuk obyek kecil sekalipun. Belum lagi bila menghitung efek pencahayaan dan atmosfir, seperti kabut, yang dapat ditemui dalam game ini. Berikut permintaan hardware minimum untuk dapat memainkan game ini:

  • Prosesor: Intel CPU Core i5-2500K 3.3GHz / AMD CPU Phenom II X4 940
  • Memory: 6 GB RAM
  • Graphics Card: Nvidia GPU GeForce GTX 660 / AMD GPU Radeon HD 7870
  • Hard Drive: 35 GB

Untuk memainkan game ini, kami menggunakan setting High dengan resolusi 1920×1080. Sebelumnya, kami sempat menggunakan setting Ultra dan performa yang dihasilkannya berada di bawah 60 fps. Sebenarnya kondisinya masih dapat dimainkan, tetapi tidak begitu nyaman untuk bergerak dengan cepat. Detail lebih lanjut mengenai setting yang kami gunakan untuk memainkan game ini dapat Anda temukan dalam screenshot berikut ini:

AMD Radeon R9 Nano (2) AMD Radeon R9 Nano (3) AMD Radeon R9 Nano (4) AMD Radeon R9 Nano (5)

Penggunaan setting High ternyata merupakan zona nyaman dari graphics card ini ketika memainkan The Witcher 3. Ketika kami berada di daerah dengan banyak NPC, seperti pedesaan, kisaran frame rate yang dihasilkannya adalah 50-an fps. Angka tersebut menjamin pergerakan tampilan di layar menjadi nyaman dilihat. Bahkan ketika kami bergerak dengan cepat dan sering menengok sekalipun. Angka tertinggi pada frame rate yang bisa didapat pada game ini ketika menggunakan Radeon R9 Nano adalah 60 fps.

AMD Radeon R9 Nano (6) AMD Radeon R9 Nano (7)

Sedangkan ketika kami bertempur melawan musuh, angka frame rate yang dihasilkan juga tidak jauh berbeda. Setidaknya frame rate berada pada kisaran 56 fps dan tetap berada di sana meskipun kamera sering digerakkan. Bertempur melawan banyak musuh juga tidak banyak memengaruhi frame rate tersebut. Hasil akhirnya tentu saja membuat game ini nyaman dimainkan dan di saat bersamaan mampu memperlihatkan kualitas tampilan yang begitu indah.

 

AMD Radeon R9 Nano (8) AMD Radeon R9 Nano (9)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…