Menjajal BETA – Rainbow Six Siege: Tetap Terasa Taktis!

Reading time:
September 29, 2015
Rainbow Six Siege beta test (3)

Terlepas dari semua kontroversi yang selalu berputar di sekitar nama besarnya, Ubisoft tetaplah salah satu developer dan publisher raksasa dengan produk yang selalu menarik untuk diantisipasi. Mereka tidak takut untuk memperkenalkan judul-judul game baru dengan efektivitas membangun hype lewat event raksasa yang memang pantas untuk diacungi jempol, terlepas apakah produk finalnya akan memenuhi harapan gamer atau tidak. Menariknya lagi? Tidak sekedar judul baru, beberapa seri lawas yang bisa dibilang hampir “tewas” juga dibangkitkan kembali dengan format gameplay yang jauh berbeda dibandingkan cita rasa masa lampau-nya. Salah satunya adalah Rainbow Six: Siege.

Anda yang cukup aktif mengikuti perkembangan di industri game tentu masih ingat dengan apa yang hendak dilakukan Ubisoft dengan franchise ini. Sempat memperkenalkan sebuah seri baru “Patriots” sejak beberapa tahun yang lalu, Ubisoft berambisi untuk mengembalikan pengalaman taktis Rainbow Six dalam pendekatan visual lebih baik dan tentu saja ekstra dramatisasi layaknya game-game FPS di kala itu. Namun yang terjadi, justru penundaan demi penundaan hingga nasib Patriots terus dipertanyakan. Dan secara tiba-tiba mereka hadir dengan berita buruk bahwa Patriots telah “tewas” dan digantikan sebuah seri baru bernama Siege yang lebih berfokus pada pengalaman multiplayer.

Setelah sempat memancing rasa penasaran cukup lama, Ubisoft akhirnya memberikan kesempatan bagi para gamer untuk menjajal Siege terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli versi finalnya atau tidak, nanti. Sebuah masa beta pun dibuka di tiga platform rilis utama – Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC. Beruntungnya, kami juga ikut kebagian jatah berpartisipasi di masa beta ini untuk mendapatkan sedikit gambaran apa yang sebenarnya ia tawarkan. Impresi yang akan kami tuliskan di “review singkat” kali ini.

It’s a Multiplayer Game!

Sebelum membahas game ini lebih jauh, perlu dipahami bahwa Rainbow Six Siege adalah sebuah game FPS multiplayer.
Sebelum membahas game ini lebih jauh, perlu dipahami bahwa Rainbow Six Siege adalah sebuah game FPS multiplayer.

Jadi, hal-hal apa saja yang bisa kami tangkap dari masa beta Rainbow Six: Siege kali ini? Sebelum kita masuk lebih dalam dan membahas mekanik gameplay seperti apa yang ia tawarkan, ada baiknya kita membahas beberapa hal dasar yang perlu dicatat jika Anda tertarik mencicipi versi finalnya nanti. Yang terpenting? Tentu saja fakta bahwa Rainbow Six: Siege adalah sebuah game action FPS berbasis tim yang didesain untuk menjual pengalaman multiplayer saja, tanpa mode single player sama sekali. Anda tetap bisa memainkannya secara kompetitif maupun kooperatif, tetap harus dengan player lain. Di mode kooperatif, Anda bisa berjuang untuk menyelesaikan sebuah misi singkat ala skirmish, seperti membunuh target AI yang cukup pintar untuk membaca dan bereaksi terhadap strategi Anda. Sekali lagi, ini adalah game multiplayer.

Jadi, apa implikasinya untuk Anda yang tertarik untuk memiliki versi finalnya nanti? Pertama, tentu saja koneksi internet yang stabil untuk memastikan Anda bisa menikmatinya secara optimal. Maka selayaknya game-game seperti Counter Strike: Global Offensive, Evolve, atau Titanfall, Anda tidak akan bisa menikmati game ini tanpa terhubung dengan internet.

Ini berarti, Anda butuh internet stabil untuk menikmatinya secara optimal!
Ini berarti, Anda butuh internet stabil untuk menikmatinya secara optimal!
Kedua, dengan absennya mode campaign single player, masa hidupnya akan bergantung pada kerja keras Ubisoft dan komunitasnya sendiri.
Kedua, dengan absennya mode campaign single player, masa hidupnya akan bergantung pada kerja keras Ubisoft dan komunitasnya sendiri.

Kedua, bahwa masa hidupnya tidak hanya akan bergantung pada seberapa atraktif desain misi yang ia tawarkan, tetapi pada seberapa kuat basis fans dan komunitas yang berdiri di belakangnya. Game-game dengan konsep seperti ini selalu punya potensi untuk “mati” dalam waktu yang singkat terlepas dari hype yang ada. Kasus terparah bisa Anda simak dari apa yang terjadi dengan Evolve yang kehilangan fans-nya, dua minggu setelah rilis dengan kondisi yang fatal. Namun jika Ubisoft berhasil menangani Siege ini dengan baik, bukannya tidak mungkin ia akan terus menjadi game multiplayer favorit hingga beberapa bulan atau tahun ke depan. Anda harus sadar, bahwa berbeda dengan game single player yang bisa Anda kunjungi kapanpun ketikka Anda merasa rindu, Siege akan tewas jika komunitas yang ia usung memutuskan untuk meninggalkan game ini begitu saja.

Ketiga, maka seperti game-game multiplayer pada umumnya, apalagi yang mendorong Anda untuk bekerja sama demi mencapai satu tujuan tertentu, komunikasi adalah sesuatu yang esensial di Rainbow Six: Siege. Ada dua konsekuensi yang lahir dari fakta ini – bahwa pertama, ia akan jauh lebih bisa dinikmati jika Anda memainkannya bersama dengan teman yang memang sudah Anda kenal. Komunikasi akan berjalan lebih efektif, dan atmosfer permainan akan terasa lebih menyenangkan. Kedua, bertukar suara lewat mikrofon akan sangat membantu untuk menyusun strategi permainan.

Bahwa, tipe game seperti ini selalu akan lebih seru dimainkan bersama teman Anda, apalagi jika ini memungkinkan Anda untuk aktif berkomunikasi.
Bahwa, tipe game seperti ini selalu akan lebih seru dimainkan bersama teman Anda, apalagi jika ini memungkinkan Anda untuk aktif berkomunikasi.
Apakah ini berarti komunikasi jadi sesuatu yang mutlak? Tak perlu khawatir, Anda tetap bisa menikmati game ini bersama dengan user lain yang tak Anda kenal di dunia nyata. Clue visual dari animasi gerak karakter lain cukup untuk membuat Anda memahami apa yang tengah dikerjakan user lain.
Apakah ini berarti komunikasi jadi sesuatu yang mutlak? Tak perlu khawatir, Anda tetap bisa menikmati game ini bersama dengan user lain yang tak Anda kenal di dunia nyata. Clue visual dari animasi gerak karakter lain cukup untuk membuat Anda memahami apa yang tengah dikerjakan user lain.
Apalagi Anda selalu bisa tahu dimana posisi tim Anda yang lain.
Apalagi Anda selalu bisa tahu dimana posisi tim Anda yang lain.

Walaupun demikin, bukan berarti Anda tak bisa menikmati game ini tanpa teman ataupun komunikasi sama sekali. Untungnya, Ubisoft memberikan visual clue yang cukup spesifik dan kuat untuk menunjukkan apa yang tengah dilakukan oleh teman satu tim Anda yang lain, sehingga Anda tetap bisa menyesuaikan aksi Anda untuk membantu pergerakan tim, baik ketika menyerang ataupun bertahan. Semuanya bisa dilakukan tanpa suara atau mengetik percakapan tertentu. Ada indikator dimana posisi teman Anda yang lain, ada animasi gerak jelas ketika mereka tengah memblokir jalan, memasang perangkap, dan sebagainya.

 

 

Review ini menggunakan testbed dari Roccat

ROCCAT-Logo_Horizontal_2015_STR_BLK_NoBG

Dikerjakan dan Dimainkan dengan Kave XTD, Roccat Kone XTD, Roccat Raivo, dan Roccat Ryos MK Pro

 

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…