Menjajal BETA – Rainbow Six Siege: Tetap Terasa Taktis!

Reading time:
September 29, 2015

Lingkungan yang Bisa Dihancurkan Sepenuhnya?

Dengan presentasi perdana yang diperlihatkan Ubisoft beberapa tahun lalu, tidak akan mengherankan jika banyak gamer yang menganggap bahwa setiap titik area pertempuran Siege bisa dihancurkan.
Dengan presentasi perdana yang diperlihatkan Ubisoft beberapa tahun lalu, tidak akan mengherankan jika banyak gamer yang menganggap bahwa setiap titik area pertempuran Siege bisa dihancurkan.

Ini mungkin kesalahpahaman paling besar yang setidaknya kami rasakan ketika mencicipi Rainbow Six: Siege ini untuk pertama kalinya. Mengapa? Sederhana, karena kami terbuai dengan presentasi perdana game yang satu ini beberapa tahun lalu yang dilakukan Ubisoft di ajang E3. Lewat semua demo singkat di kala itu, Rainbow Six: Siege terlihat begitu fantastis. Untuk memperlihatkan seberapa signifikan elemen strategi memainkan peranan super penting di dalamnya, mereka memperlihatkan bagaimana setiap aspek lingkungan di arena pertempuran bisa dihancurkan sesuka hati. Musuh tengah menjaga pintu masuk? Dobrak dinding dan kejutkan mereka dari belakang atau samping! Musuh tak mengetahui posisi Anda di lantai atas? Anda bisa menghancurkan lantai secara instan dan melompat masuk layaknya film-film action ala Hollywood. Apakah Siege memang menawarkan kebebasan semutlak itu? Ternyata, tidak.

Masa beta ini menawarkan sekitar 2 buah map terpisah, sebuah rumah dan sebuah training grounds sebagai arena pertampuran. Walaupun ia tidak luas secara horizontal, tiap map ini terbagi atas beberapa lantai dengan banyak ruang, yang juga berarti membuka lebih banyak celah keamanan yang bisa dimanfaatkan tim Attacker ataupun Defender.

Tak hanya membangun barikade, Anda juga bisa memperkuat dinding atau lantai yang lemah agar tak mudah dirobohkan begitu saja.
Tak hanya membangun barikade, Anda juga bisa memperkuat dinding atau lantai yang lemah agar tak mudah dirobohkan begitu saja.
Dinding lemah ini juga bisa dihancurkan dengan bomb agar terbuka luas lebih cepat, serangan melee tiga kali untuk kehancuran total, atau sekedar peluru biasa untuk serangan ambush seperti di gambar.
Dinding lemah ini juga bisa dihancurkan dengan bomb agar terbuka luas lebih cepat, serangan melee tiga kali untuk kehancuran total, atau sekedar peluru biasa untuk serangan ambush seperti di gambar.

Mengingat bahwa setiap objektif misi akan muncul di lokasi yang acak, begitu banyaknya ruang ini tidak akan membuat tim Attacker misalnya, dengan mudah memprediksi dimana posisi objektif utama yang sebenarnya. Selalu ada proses mencari untuk Attacker, selalu ada proses melindungi objektif dengan segudang Barricade dan Fortification untuk tim Defender. Secara sederhana, Barricade bisa didefinisikan sebagai sebuah plank kayu yang disematkan untuk menutup jalan masuk, sementara Fortificiation adalah bahan metal yang bisa dipasang untuk memastikan satu area dinding tertentu tidak bisa dirobohkan begitu saja.

Berita baiknya? Beberapa aspek yang diperkenalkan Ubisoft di kala itu memang berakhir benar. Bahwa alih-alih harus mengikuti alur gerak, pintu, atau jendela pada umumnya, Anda punya kesempatan untuk menciptakan lubang gerak Anda sendiri! Berita buruknya? Tidak sebebas yang dibayangkan. Anda hanya bisa mendobrak pintu atau lantai yang berbahan khusus tertentu, seperti kayu atau dinding kering dengan warna yang berbeda dengan kebanyakan dinding yang lain. Begitu juga atap dengan lantai, dengan sebuah kotak khusus yang memperlihatkan bahwa hanya tempat itulah yang bisa dihancurkan. Apakah fakta ini lantas membuatnya terasa mengecewakan? Sedikit. Namun dari sisi gameplay, balancing sejenis ini memang sesuatu yang sangat bisa dimengerti.

Tidak semua dinding bisa dihancurkan. Hanya yang berbahan tertentu saja yang bisa dijadikan sebagai
Tidak semua dinding bisa dihancurkan. Hanya yang berbahan tertentu saja yang bisa dijadikan sebagai “pintu masuk” baru. Sementara lantai lebih spesifik, hanya berlaku di kotak yang sudah disediakan.
Sedikit mengecewakan? Mungkin. Namun dari sisi desain gameplay, ini adalah pilihan yang lebih rasional untuk diterapkan daripada sekedar membebaskan gamer untuk meledakkan apapun yang mereka mau.
Sedikit mengecewakan? Mungkin. Namun dari sisi desain gameplay, ini adalah pilihan yang lebih rasional untuk diterapkan daripada sekedar membebaskan gamer untuk meledakkan apapun yang mereka mau.

Balancing? Benar sekali. Bayangkan apa jadinya hidup Anda sebagai seorang Defender, 5 orang, yang harus melindungi satu objektif utama yang biasanya terkukung di dalam satu ruang dan harus berhadapan dengan fakta bahwa tidak pernah ada tempat yang aman. Bahwa dinding dimana Anda bersandar atau lantai Anda berpijak bisa roboh sewaktu-waktu tanpa ada peringatan sebelumnya. Dengan sistem penghancuran terbatas seperti ini, desain gameplay menjadi lebih masuk akal. Tim Defender bisa memprediksi kira-kira celah mana yang bisa dimanfaatkan tim Attacker untuk masuk dan mulai menyusun rencana berkisar di sana. Mereka jadi tahu mana bagian dinding yang harus dilindungi dengan Fortify, mana yang bisa dijadikan decoy untuk memancing musuh masuk, dan dimana posisi area aman mereka. Jika semuanya bisa dihancurkan? Yang adalah chaos tanpa usaha untuk berpikir dan bermain secara taktis. Ini adalah keputusan yang kami dukung sepenuhnya.

Versi PC yang “Berat”

Untuk sebuah game yang secara visual tak terlalu menarik, Siege versi PC butuh berat untuk bisa dimainkan di versi paling optimal. Anda butuh VGA dengan VRAM 4 GB untuk setting Ultra.
Untuk sebuah game yang secara visual tak terlalu menarik, Siege versi PC butuh berat untuk bisa dimainkan di versi paling optimal. Anda butuh VGA dengan VRAM 4 GB untuk visual lebih baik.

Sebagai sebuah game yang dirilis untuk platform generasi saat ini, Rainbow Six: Siege sebenarnya bukanlah game FPS yang menjadikan visual sebagai nilai jual utama. Bahwa untuk game seperti ini, kenyamanan seperti framerate dan luas jarak pandang adalah sesuatu yang lebih esensial. Namun bukan berarti, Anda yang punya ekstra dana lebih dengan PC super mahal tidak punya kesempatan untuk memuaskan rasa penasaran Anda apa jadinya jika engine yang tak terlihat terlalu istimewa ini berada di kualitas visual yang lebih pantas.

Namun ingat, Anda harus punya VGA dengan VRAM setidaknya  4 GB untuk mencapai hal tersebut. Memainkannya di sebuah VGA dengan VRAM hanya 2 GB membuat kami hanya bisa mencicipi game ini di tekstur medium saja. Anda tidak diperkenankan untuk meningkatkan tekstur lebih tinggi daripada yang seharusnya atau Anda harus berhadapan dengan konsekuensi performa yang cukup fatal. Berita baiknya? Walaupun tekstur kami Medium, namun opsi untuk menguatkan opsi efek visual yang lain terbuka lebar dan memberikan kontribusi yang lumayan di visual yang kami dapatkan. Kabarnya, untuk mencapai setting Ultra terbaik, Anda butuh VRAM minimal 12 GB, setidaknya di versi beta kali ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 25, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Kim Hyung-Tae dan Lee Dong-Gi (Stellar Blade)!

Kami berkesempatan ngobrol dengan dua pentolan Stellar Blade - Kim…
April 24, 2024 - 0

Review Stellar Blade: Tak Hanya Soal Bokong dan Dada!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stellar Blade ini? Mengapa kami…
April 22, 2024 - 0

Review Eiyuden Chronicle – Hundred Heroes: Rasa Rindu yang Terobati!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Eiyuden Chronicle: Hundred Heroes ini?…
April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…