Menjajal DEMO – Uncharted Remastered: Kenyamanan Ekstra!

Reading time:
September 30, 2015
Uncharted™: The Nathan Drake Collection Demo_20150930085344

Merilis ulang sebuah game yang diterima dengan respon sangat positif di awal rilisnya dengan visual lebih baik dan beberapa fitur baru yang disematkan di dalamnya memang tengah jadi praktik yang populer di industri game saat ini.

Dengan hanya memberikan label “Remaster”, “Definitive Edition”, atau “Collection” di dalamnya, publisher berusaha untuk mendulang lebih banyak uang dari seri lawas mereka tanpa perlu membangun segala sesuatunya, kembali dari awal. Walaupun demikian, bukan berarti semua proyek game Remaster berakhir buruk dan pantas untuk dihindari. Beberapa di antaranya berhasil berperan sebagai “pintu gerbang” yang efektif bagi para pendatang baru yang hendak mengenal franchise ini untuk pertama kalinya. Pasar seperti inilah yang dituju Sony dan Naughty Dog dengan Uncharted: Nathan Drake Collection yang memuat 3 game pertama untuk Playstation 4. Ia menjadi semacam proyek untuk mempersiapkan gamer untuk kehadiran Uncharted 4 tahun depan, sekaligus memberikan kesempatan untuk menikmati pengalaman Uncharted yang sesungguhnya dengan framerate dan visual yang lebih baik, tentu saja.

Uncharted: Nathan Drake Collection memang baru akan meluncur secara resmi beberapa hari ke depan. Namun untuk membantu gamer memantapkan pikiran, Sony juga merilis sebuah versi demo untuk PSN Reg 1 dan 2 dengan ukuran yang cukup besar untuk sebuah level kecil dari Uncharted 2. Ini juga menjadi ajang pembuktian bagi Bluepoint Games – sebuah developer spesialis game Remaster dengan track record yang pantas untuk diacungi jempol. Artikel ini tentu saja tidak diposisikan sebagai artikel preview atau review khas JagatPlay pada umumnya, karena ia tidak memberikan gambaran lebih jelas soal proses Remaster di dua seri yang lain, terutama Uncharted pertama yang bisa dibilang, sudah berusia uzur. Padahal pembuktikan proses Remaster ini akan lebih efektif jika melihat seberapa signifikan perbaikan yang ditawarkan Bluepoint di seri tersebut.

Jadi apa saja yang kami rasakan dari demo ini? Apa yang menurut kami menjadi daya tarik utama dan mana yang cukup meragukan? Inilah impresi yang kami tangkap dari versi demo ini.

Lebih Nyaman

Maka seperti game-game Remaster pada umumnya, sesi demo yang berfokus pada level ikonik dari Uncharted 2 ini memperlihatkan peningkatan visual yang ia tawarkan.
Maka seperti game-game Remaster pada umumnya, sesi demo yang berfokus pada level ikonik dari Uncharted 2 ini memperlihatkan peningkatan visual yang ia tawarkan.

Maka seperti game-game Remaster pada umumnya, versi demo yang memperlihatkan aksi di hotel Shangrila dari Uncharted 2 ini memang memperlihatkan peningkatan kualitas visual yang lumayan signifikan. Walaupun Anda masih bisa melihat beberapa tekstur low-res di dalamnya, namun secara keseluruhan ia mempresentasikan grafis yang jauh lebih baik daripada versi Playstation 3. Tekstur yang lebih tajam, model karakter lebih baik, sistem cahaya yang lebih memesona, hingga sensasi depth of field yang lebih baik lewat efek blur di sana-sini. Namun daya tarik utamanya, setidaknya bagi kami, tidak meluncur dari semua hal visual yang ia tawarkan. Yang membuat kami jatuh hati? Framerate!

Walaupun Anda masih bisa melihat beberapa tekstur low-res di sana-sini, namun ia memang terlihat lebih tajam.
Walaupun Anda masih bisa melihat beberapa tekstur low-res di sana-sini, namun ia memang terlihat lebih tajam.
Tata cahaya yang terasa lebih baik.
Tata cahaya yang terasa lebih baik.
Model karakter lebih baik, tapi tidak lantas
Model karakter lebih baik, tapi tidak lantas “naik level” mengikuti desain Nathan Drake di Uncharted 4.

Benar sekali, setelah harus terjebak dengan 30 fps di tiga seri pertama Uncharted di PS 3, performa ekstra Playstation 4 akhirnya memungkinkan Anda untuk mencicipi game action keren ini di 60fps. Peningkatan framerate ini cukup membuat Uncharted terasa seperti game action berbeda. Animasi dan pergerakan karakter otomatis terasa lebih halus, dengan sekuens aksi yang lebih mengalir. Peningkatan framerate ini membuatnya terasa seperti sebuah produk Uncharted yang seharusnya, sesuatu yang memang udah divisikan oleh Naughty Dog sejak awal.

Bagi kami, peningkatan framerate menjadi 60fps adalah daya tarik terbesar!
Bagi kami, peningkatan framerate menjadi 60fps adalah daya tarik terbesar!
Dari sisi gameplay, tidak ada perubahan signifikan. Hasilnya? Sensasi memainkan sebuah game lawas masih terasa kentara.
Dari sisi gameplay, tidak ada perubahan signifikan. Hasilnya? Sensasi memainkan sebuah game lawas masih terasa kentara.

Walaupun demikian, bukan berarti tidak ada catatan ekstra dari versi demo ini. Model karakter memang hadir dengan tekstur lebih tajam, namun perbedaan model Nathan Drake antara versi Uncharted lawas dan Uncharted 4 yang diperlihatkan lewat segudang trailer keren tetap terasa kentara. Tidak hanya itu saja, animasi gerak juga terasa ketinggalan zaman. Anda akan menangkap kesan yang cukup kuat bahwa ini adalah produk game yang lahir dari generasi sebelumnya, namun dengan visual yang kini lebih bisa disejajarkan dengan game-game generasi saat ini. Berita baiknya? Setidaknya mereka memperbaiki skema kontrol yang ada sehingga Anda tak perlu lagi frustrasi dan kesal dengan sistem aim-tembak dengan trigger yang berbeda dengan game-game third person shooter pada umumnya.

Bluepoint Games membuktikan tajinya sebagai developer game Remaster yang tak sembarangan.
Bluepoint Games membuktikan tajinya sebagai developer game Remaster yang tak sembarangan.

Secara garis besar, bagi kami demo ini memperlihatkan satu hal yang jelas – bahwa tidak hanya sekedar peningkatan visual yang membuatnya menarik, memainkan Uncharted: Nathan Drake Collection di framerate lebih tinggi menjadi pengalaman yang layak untuk diantisipasi.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…