10 Momen Paling Menyeramkan dari Game Non-Horror!

Reading time:
October 30, 2015
feat-image

Happy Halloween! Perayaan yang terlihat menyenangkan ini memang tak punya kaitan dan signifikansi apapun dengan budaya di Indonesia. Namun melihat bagaimana orang-orang di luar memanfaatkan momen ini untuk merayakan ketakutan – sebuah emosi yang tentu bertolak belakang dengan rasa suka cita tentu saja jadi sesuatu yang menarik. Apalagi ia dibumbui dengan banyak nilai kreativitas, dari kostum, hias rumah, hingga sekedar permainan. Ketakutan tentu bukan terhitung sesuatu yang asing di industri game, yang bahkan menjadikannya sebagai salah satu nilai jual yang terus dieksploitasi.

Mengejutkan dan menawarkan sebuah sensasi yang kentara dengan ketakutan dan kecemasan, daya tarik seperti inilah yang dijual oleh banyak game horror di pasaran saat ini. Di masa lalu, ketakutan yang muncul tak begitu mengancam mengingat karakter utama, seberapa terbatasnya resource yang ada, selalu punya cara untuk melawan balik. Konsep yang ditawarkan game-game seperti Resident Evil atau Silent Hill inilah yang disebut sebagai survival horror. Namun seperti sebuah candu, kebutuhan untuk membuat adrenalin gamer terpompa lebih kencang terus ada. Jawabannya kini terletak di sebuah sensasi horror yang lebih lugas: ancaman, namun kini Anda hanya bisa berlari. Beragam jump-scare dan desain monster yang buruk menunggu di setiap sudut.

Game-game horror seperti ini memang selalu diasosiasikan dengan ketakutan dan gamer yang tak ingin waktu tidurnya terganggu karena mimpi buruk selalu punya kebebasan untuk menghindarinya seperti sebuah penyakit.

Ketika Anda yakin jantung Anda tidak kuat untuk menangani semua kecemasan tersebut, lebih logis untuk mengakui diri sebagai pengecut dan berfokus ke genre yang lain (seperti halnya kami).  Namun ada satu hal yang tidak pernah bisa Anda prediksi, bahwa game-game “normal” yang Anda cicipi dengan kepolosan ternyata berakhir memuat sebuah bagian konten yang tak kalah menyeramkannya dengan sebuah game horror. Kita membicarkan visual, atau sekedar potongan misi, atau sekedar suara, atau jump scare, hingga konklusi cerita yang siap untuk membuat bulu kuduk Anda merinding.

Lantas, dari semua game non-horror yang tersedia di pasaran dan pernah kami cicipi, game-game mana saja yang mengandung momen yang begitu menyeramkan? Berikut adalah versi dari JagatPlay:

  1. Amygdala Revealed! [Bloodborne]

amygdala bloodborne

Sebuah dunia gothic indah dengan detail menawan, sulit rasanya untuk tidak jatuh hati dengan dunia yang ditawarkan From Software di Bloodborne. Namun ia tetaplah sebuah game action RPG fantasi yang memosisikan Anda sebagai seorang Hunter yang siap untuk membunuh segala jenis monster yang ada, tentu saja dengan tingkat kesulitan yang tak mudah untuk ditundukkan. Ada begitu banyak rahasia di Yharnam – kota yang jadi “medan permainan” Anda. Namun dari semua monster yang ia lemparkan kepada Anda, tak ada yang akan bisa membuat bulu kuduk Anda semerinding ketika Anda melihat Amygdala untuk pertama kalinya – tengah “bersantai” di puncak-puncak gedung tertinggi sembari melihat ke arah Anda. Bukan sekedar bentuk mirip laba laba raksasa dengan bulu di sekujur tubuh saja yang membuatnya menyeramkan, tetapi fakta bahwa monster ini sebenarnya sudah eksis sejak Anda pertama kali anda memainkan game ini. Hanya saja, Anda tak bisa melihatnya.

  1. Atmosfer [Gone Home]

Gone Home (12)

 

Gone Home adalah salah satu game terunik di industri game, salah satu yang juga sering “dituduh” sebagai roket pendorong maraknya game-game bertipe Walking Simulator ke pasaran. Fokusnya bukan ke aksi, melainkan usaha untuk menggali sebuah konteks permainan yang lebih jelas lewat serangkaian clue yang tersebar yang biasanya menawarkan pendekatan yang lebih personal. Tidak ada elemen horror sama sekali di Gone Home, namun atmosfernya tak kalah mencekam. Kita memasuki sebuah rumah gelap yang sunyi dan misterius dengan satu misi – mencari tahu apa yang terjadi dengan keluarga Anda yang tampaknya tak berada di rumah. Eksplorasi minim cahaya ini berakhir membuat bulu kuduk merinding dengan begitu banyaknya hal mistis yang Anda temukan, dari pentagram hingga darah. Sebuah perjamuan iblis? Setan? Kesunyian memperburuk segalanya.

  1. Baby Attack! [Drakengard]

drakengard baby

Sebuah fantasi epik yang memungkinkan Anda untuk berperang bersama dengan sebuah naga raksasa yang tampaknya tak terlihat kesulitan untuk memusnahkan ratusan pasukan dengan sebuah semburan nafas api tepat sasaran. Bagaimana mungkin ada sensasi ketakutan muncul dari game seperti ini? Tunggu dulu, Drakengard pertama yang dirilis di Playstation ini memuat salah satu scene yang cukup membuat hati Anda terasa tak nyaman dan gelisah. Ketika ribuan bayi raksasa ala Attack on Titan tiba-tiba muncul dan menyerbu, memperlihatkan tawa kecil mereka dan mulai memakan apapun yang mereka temukan di depan mata. Parahnya lagi? Anda juga bisa melihat salah satu mereka tewas begitu saja bersimbah darah. Bayi dan nafsu membunuh tak pernah jadi kombinasi yang bagus.

  1. Mirror [Fahrenheit]

fahrenheit

Fahrenheit secara keseluruhan adalah sebuah game yang unik, jika Anda tidak ingin menyebutnya sebagai aneh. Bagaimana tidak? Di awal, ia terasa seperti sebuah game misteri kriminal yang berusaha menjawab apa yang sebenarnya terjadi dengan si karakter utama yang tampaknya punya masalah psikologis berat. Namun ia berakhir menjadi sebuah game dengan tema paranormal yang kentara, bahkan memuat sebuah scene pertarungan yang tak kalah dahsyatnya dengan Dragon Ball. Walaupun ada sedikit rasa cemas ketika melihat sesosok pria yang terus mengikuti Anda dimanapun dan kapanpun, tapi ada satu scene khusus yang tak akan gagal membuat gamer yang sempat mencicipi game yang satu ini berteriak seperti anak perempuan. Benar sekali, kita tengah membicarakan jump scare di kamar mandi yang tak pernah kita prediksi sebelumnya.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…