PlayTest: Gaming Dengan MSI GP62 2QE!

Author
David Novan
Reading time:
October 12, 2015
PlayTest MSI GP62 2QE (1)

Bila berhubungan dengan notebook gaming, MSI seakan tidak pernah kehabisan produk terbaru untuk dirilis di tanah air. Produk terbarunya, MSI GP62 2QE mencoba untuk membuktikan kembali kemampuan produsen ini dalam memuaskan keinginan gamer. Bermodalkan ukuran yang cukup slim dan ringan, setidaknya untuk ukuran notebook gaming yang biasanya didominasi oleh ukuran masif, MSI mencoba memperlihatkan bahwa kemungkinan untuk bermain game AAA terbaru di perangkat mobile masih dapat terwujud.

Demi mencukupi kebutuhan hardware untuk memainkan game terbaru dengan permintaan spesifikasi tinggi, notebook gaming ini mempersiapkan dirinya dengan beragam arsenal kelas atas. Bukan hanya dari penggunaan prosesor kelas i7 saja, notebook ini juga dipersenjatai dengan graphics card GTX 950M dan memory RAM sebesar 16 GB! Ukuran RAM yang begitu besar tersebut tentunya akan sangat membantu dalam memuluskan pengalaman bermain game. Berikut spesifikasi hardware yang dimiliki oleh notebook ini:

  • Prosesor: Intel Core i7 5700HQ @2.70 GHz
  • RAM: 16 GB DDR3
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce GTX 950M DDR3 2048 MB

Penggunaan GTX 950M dengan arsitektur VRAM DDR3 menimbulkan sedikit kekhawatiran dalam menjalankan game yang telah kami siapkan. Meskipun tidak serta merta berada di bawah standar gaming, graphics card ini tentunya akan sedikit menurunkan setting yang telah kami sediakan untuk bermain di notebook seharga lebih dari 15 juta ini; harga yang sebenarnya masih dalam perkiraan kami karena pada saat artikel ini disusun, harga resmi dari notebook ini sendiri belum diumumkan. Sedangkan untuk game yang akan kami mainkan di notebook gaming ini adalah Metal Gear Solid V The Phantom Pain, The Witcher 3, Grand Theft Auto V, Far Cry 4, dan Project Cars.

Metal Gear Solid V: The Phantom Pain

Bermodalkan bentuk permainan bebas di dunia Open World, MGS V memberikan standar baru untuk game Stealth yang biasanya dipatok dalam skenario di daerah sempit. Meskipun pembaruan ini sangat diterima di kalangan gamer, tidak demikian dengan permintaan hardware-nya untuk memainkan game ini. Bahkan bisa dikatakan Anda membutuhkan perangkat komputer dengan kekuatan yang cukup besar untuk memainkannya dengan nyaman. Berikut spesifikasi minimum untuk memainkan game ini:

  • Prosesor: Intel Core i5-4460 (3.40 GHz)
  • Memory: 4 GB RAM
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce GTX 650 (2GB), DirectX 11
  • Hard Drive: 28 GB

Mencari setting yang tepat dan nyaman untuk memainkan game ini untungnya tidak terlalu sulit. Pada awalnya, kami memainkannya dengan setting High dan resolusi 1920×1080. Ketika itu, permainan berjalan dengan frame rate yang tidak begitu optimal, yaitu hanya maksimum di 50-an fps. Setelah kami mulai mencari kompromi dalam setting tersebut tanpa mengurangi kualitas tampilannya, akhirnya opsi Post Processing diturunkan ke Low. Barulah terasa perbedaan yang besar dalam ukuran performa bermainnya. Berikut detail setting yang kami gunakan untuk memainkan game ini:

PlayTest MSI GP62 2QE (2)

Setelah kami menggunakan setting tersebut, permainan berjalan di kisaran 55 hingga 60 fps. Perbedaan kondisi waktu siang dan malam tidak begitu memengaruhi besaran fps tersebut, setidaknya sampai menjatuhkannya di bawah 50 fps. Satu-satunya kondisi yang cukup berat terjadi ketika kami menemui badai pasir yang biasanya terjadi di daerah Afganistan. Namun, kondisi tersebut juga masih dapat ditoleransi dan kenyamanan permainan masih tetap terjaga.

 

PlayTest MSI GP62 2QE (3) PlayTest MSI GP62 2QE (4)

Ketika kami mencoba memainkan game ini ke setting Very High dengan resolusi sama, performanya turun cukup jauh. Pada setting tersebut, kami menemukan permainan berjalan di sekitar 40 fps. Semakin buruk kondisi cuacanya, frame ratenya menurun lebih jauh lagi. Walaupun untuk beberapa kalangan gamer kondisi ini tidak menyenangkan, tetapi pada dasarnya game ini masih bisa dimainkan di setting tersebut.

 

PlayTest MSI GP62 2QE (5) PlayTest MSI GP62 2QE (6)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…