Preview Assassin’s Creed Syndicate: Lebih Baik Daripada Unity!

Reading time:
October 29, 2015
Assassin's Creed Syndicate jagatplay (35)

Bosan atau masih terus menunggu setiap seri baru yang keluar, hanya dua respon yang tampaknya mengikuti setiap rilis Assassin’s Creed ke pasaran. Sesuatu yang sangat bisa dimengerti, apalagi mengingat rilis sang seri terakhir – Assassin’s Creed Unity yang berantakan dari sisi teknis di semua platform rilis yang ada. Berjuang untuk tak membuat franchise yang begitu luar biasa beberapa tahun yang lalu semakin terpuruk, Ubisoft kini menerapkan siklus dua developer ala Call of Duty untuk menangani setiap seri yang meluncur secara bergantian. Tahun ini menjadi ajang pembuktian untuk Ubisoft Quebec lewat proyek mereka yang mengambil setting di masa Revolusi Industri Inggris – Assassin’s Creed Syndicate.

Kesan Pertama

Secara garis besar, Syndicate masihlah game Assassin’s Creed yang selama ini Anda kenal secara struktural – sebuah game open world yang akan membagi “dunianya” ke dalam dua kategori besar – misi utama untuk melanjutkan cerita dan beragam misi sampingan yang akan memberikan reward lebih banyak resource untuk kian memperkuat karakter yang tengah Anda gunakan. Kerennya, Syndicate berhasil membangun identitasnya sendiri, tidak hanya lewat setting kota London yang dibangun penuh detail. Ia menawarkan banyak hal baru – dari sistem dua karakter dengan fokus skill yang berbeda, kemampuan untuk bergerak cepat dengan item baru bernama Rope Launcher, kesempatan untuk membajak dan mengendarai kereta kuda ala GTA<, hingga pertarungan melee yang jauh lebih sulit dan kompleks dibandingkan seri-seri sebelumnya.

Namun jika ada satu hal yang bisa kami tangkap sebagai impresi pertama, adalah kesiapan Ubisoft Quebec untuk menawarkan pengalaman bermain yang jauh lebih baik daripada Assassin’s Creed Unity, setidaknya dari beberapa jam awal permainan kami. Walaupun secara visual ia tidak sebaik Unity terutama dari tata cahaya yang ada, namun ia terasa lebih superior dari beragam aspek. Salah satu yang utama tentu minimnya masalah teknis yang muncul terlepas dari fakta bahwa London yang diusung Syndicate lebih luas dibandingkan Paris yang ditawarkan Unity. Anda memang masih menemukan beberapa texture pop-up di sana-sini dengan frekuensi minim, namun Anda tak akan lagi bertemu dengan gerak aneh NPC atau framerate berantakan yang menjengkelkan.

Implementasi sistem side mission yang ia tawarkan juga membuat impresi ini semakin kuat. Berbeda dengan Unity yang tampaknya mati-matian memuat ratusan ikon di peta utama Anda yang semuanya berakhir sebagai side-mission remeh temeh yang repetitif dan tidak menarik, Syndicate belajar menahan diri dan menawarkan pendekatan yang berbeda. Alih-alih berjuang dari segi kuantitas, mereka lebih menawarkan kualitas. Jumlah misi sampingan untuk “membersihkan” London memang lebih minim, tetapi semuanya memperkuat identitas bahwa Anda memang tengah bermain sebagai seorang Assassin. Cerita lebih padat lewat serangkaian misi cerita dengan tokoh-tokoh sejarah ikonik juga sama menariknya. Minim kesan repetitif, Syndicate pantas mendapatkan acungan dua jempol besar di area ini.

Sembari menunggu waktu lebih proporsional untuk melakukan review, izinkan kami melemparkan segudang screenshot di bawah ini untuk membantu Anda mendapatkan sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh AC Syndicate, fresh from the oven. Welcome to London!

PS: Klik Gambar untuk Memperbesar!

Assassin's Creed Syndicate jagatplay (5) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (32) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (42) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (69) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (75) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (83) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (93) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (94) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (124) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (127) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (133) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (215) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (236) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (249) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (258) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (160) Assassin's Creed Syndicate jagatplay (185)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

July 30, 2021 - 0

Review Samurai Warriors 5: Huru-Hara Cabut Nyawa!

Apakah sebuah video game harus menyuntikkan sebuah cerita berat penuh…
July 28, 2021 - 0

Review Scarlet Nexus: Gila Bercampur Seru!

Selama bukan sesuatu yang mereka adaptasikan dari anime populer misalnya,…
June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…