Review Rocket League: Game Bola yang Harus Anda Coba!

Reading time:
October 20, 2015
Rocket League jagatplay (1)

Sepakbola adalah cabang olahraga sekaligus bisnis industri “hiburan” dengan dana yang begitu masif saat ini. Ditonton ratusan juta orang dari seluruh dunia, transfer pemain berbakat dari satu tim raksasa ke tim raksasa lainnya bahkan siap menyentuh angka yang tak pernah Anda bayangkan sebelumnya. Dana yang bahkan cukup untuk mengangkat jutaan keluarga miskin di negara terbelakang untuk mendapatkan hidup lebih baik. Tidak mengherankan jika cabang olahraga juga salah satu genre yang populer di industri game. Dua franchise raksasa – PES dari Konami dan FIFA dari EA adalah dua raksasa besar yang secara konsisten bertukar pukulan dari tahun ke tahun, berusaha membuktikan diri sebagai yang terbaik lewat serangkaian inovasi dan tentu saja, data penjualan. Namun ada satu game “bola” yang mungkin Anda lewatkan.

Menantikan game ini untuk tersedia di PSN Store Asia memang tak mudah. Terus membaca di beragam situs review betapa fantastisnya konsep gila nan unik ini kian memicu rasa penasaran, yang akhirnya terbayar manis, setelah Sony akhirnya secara resmi mengumumkan bahwa Rocket League akan ditawarkan sebagai program PSN Plus bulan ini dan akan didistribusikan secara cuma-cuma. Tanpa pikir panjang, kami pun langsung mengunduh Rocket League dan mencicipinya. Hasilnya? Tampaknya cukup untuk membuatnya masuk ke dalam kandidat kami sebagai salah satu game multiplayer terbaik tahun ini, siap bertarung dengan raksasa yang menawarkan konsep sama sekelas Rainbow Six Siege, Star Wars Battlefront, hingga Need for Speed.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rocket League ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game “bola” yang bahkan mampu mengalahkan daya tarik PES atau FIFA? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Sepak Tarmil – Sepakbola Antar Mobil!

Benar sekali, Anda tak salah membacanya. Rocket League adalah sebuah game sepakbola mobil!
Benar sekali, Anda tak salah membacanya. Rocket League adalah sebuah game sepakbola mobil!

Memang tak terlalu sulit untuk menjelaskan apa itu Rocket League. Jika Anda selalu mengasosiasikan sepakbola dengan 11 manusia dari masing-masing tim yang berusaha merebut bola dan menyarangkannya ke gawang lawan lewat pertarungan daya tahan fisik, keahlian, dan juga strategi, Rocket League juga bisa disebut menawarkan daya tarik yang sama. Bedanya? Anda tak mengendalikan manusia di sini. Anda justru akan mengendarai sebuah mobil yang diperkuat dengan roket di belakangnya dalam pertandingan berbasis bola dengan pertaruran yang sama. Anda tidak salah membaca. Ini adalah sepak bola mobil!

Dalam format standar 3 vs 3, selayaknya game sepakbola biasa, misi utama Anda adalah menyarangkan bola ke gawang lawan.
Dalam format standar 3 vs 3, selayaknya game sepakbola biasa, misi utama Anda adalah menyarangkan bola ke gawang lawan.
Tentu saja, ia berfokus pada pengalaman multiplayer.
Tentu saja, ia berfokus pada pengalaman multiplayer.

Maka seperti pertandingan sepakbola pada umumnya, kemenangan ditentukan via skor yang berhasil Anda raih dalam batas waktu tertentu. Intinya sama, berjuang untuk menyarangkan sebuah bola raksasa  di tengah lapangan ke gawang lawan. Rocket League sendiri menawarkan banyak mode, dengan 3 vs 3 sebagai standar pertandingan, walaupun alternatif mode seperti 1 vs 1 – 4 vs 4 juga disertakan di dalamnya. Namun berbeda dengan pertandingan sepakbola pada umumnya, tidak ada peran definitif untuk masing-masing pemain. Anda bebas untuk menentukan gaya permainan Anda sendiri. Apakah Anda ingin bertahan? Ikut menyerang? Atau sekedar menggila bersama 2 player lainnya, yang mungkin atau tidak Anda kenal.

Ada mode offline melawan AI tentu saja, namun sayangnya, tak semenarik ketika Anda berhadapan dengan player lainnya.
Ada mode offline melawan AI tentu saja, namun sayangnya, tak semenarik ketika Anda berhadapan dengan player lainnya.
Segudang item kosmetik ditawarkan sebagai reward. Indonesia!!
Segudang item kosmetik ditawarkan sebagai reward. Indonesia!!

Rocket League juga menawarkan sedikit mode “offline” di dalamnya. Anda bisa mengikuti sejenis laga Season melawan para AI. Namun, mode seperti ini bukanlah daya tarik utama. Bahwa esensi Rocket League yang sebenarnya adalah ketika Anda bersama dengan player lain berusaha menundukan 3 Player lainnya dalam sebuah pertandingan yang gila. Untuk memberikan sedikit sensasi progress, ia juga menyediakan sistem kenaikan level. Namun tak berpengaruh pada performa Anda, sebagian besar reward berakhir menjadi item kosmetik, dari body mobil, bendera, efek roket, hingga “topi” untuk mobil Anda. Setidaknya ia membantu menciptakan desain mobil yang lebih personal sebagai karakter Anda.

Terlepas dari ukuran dan modifkasi mobil yang Anda sertakan, tak ada perbedaan performa. Ia bergerak sama cepat dan melompat sama tinggi.
Terlepas dari ukuran dan modifkasi mobil yang Anda sertakan, tak ada perbedaan performa. Ia bergerak sama cepat dan melompat sama tinggi.

Dengan item yang sekedar kosmetik, ini hanya berarti satu hal – bahwa terlepas dari seperti apapun Anda mendesain dan membangun mobil Anda, ia tak punya pengaruh apapun pada performa Anda di dalam pertandingan. Bahwa mobil dengan kerangka yang lebih besar ataupun kecil, dengan jenis ban tertentu semuanya akan meluncur dalam kecepatan yang sama. Semuanya kini bergantung pada seberapa efektif Anda bergerak, mengambil posisi, dan memperlihatkan aksi Anda yang fenomenal.

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…