Review The Witcher 3 – Hearts of Stone: Kembali Berburu!

Reading time:
October 15, 2015
The witcher 3 hearts of stone (38)

DLC, mendengar kata ini saja sudah cukup untuk membangkitkan begitu banyak pikiran negatif di benak gamer. Sebuah hal yang sangat bisa dimengerti jika melihat bagaimana banyak publisher dan developer memperlakukan ekstra konten digital ini untuk game-game racikan mereka. Alih-alih menawarkan sesuatu yang baru, lebih baik, atau sepadan dengan harga yang ia tawarkan, praktik seperti ini justru berujung jadi cara mudah mendapatkan uang tanpa ekstra pengalaman baru yang bisa dibilang, memadai. Namun bukan berarti kita bisa memukul rata dan menyebut semua konten berbayar setelah rilis ini adalah buruk adanya. Tidak sedikit developer di luar sana yang masih bertahan dengan idealisme tinggi mereka, termasuk soal konten digital yang bisa diunduh seperti ini. Salah satunya? CD Projekt Red.

Setelah melemparkan sebuah game action RPG fantastis – The Witcher 3: Wild Hunt beberapa bulan yang lalu dengan penerimaan yang begitu positif dari media dan gamer, CD Projekt Red siap untuk membawa gamer kembali ke The Continent lewat dua konten Expansion Pack yang tengah mereka persiapkan. Tidak main-main, kombinasi dua konten ini – Hearts of Stone dan Blood and Wine bahkan diklaim akan menawarkan waktu gameplay hingga 30 jam – atau lebih panjang daripada The Witcher 2. Menariknya lagi? Season pass untuk game ini sendiri ditawarkan dengan tingkat harga yang bisa dibilang terjangkau. Setelah menggoda lewat serangkaian screenshot dan trailer, kesempatan untuk mencicipi expansion pack pertama The Witcher 3 akhirnya tiba.

CD Projekt akhirnya merilis Hearts of Stone secara serentak di Playstation 4, Xbox One , dan PC. Lantas, apa yang ditawarkan oleh expansion pack pertama ini? Apakah ia menghadirkan sesuatu yang berbeda secara signifikan di sini? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Hearts of Stone sendiri mengambil timeline setelah Wild Hunt berakhir.
Hearts of Stone sendiri mengambil timeline setelah Wild Hunt berakhir.

Hearts of Stone sendiri mengambil timeline setelah cerita The Witcher 3: Wild Hunt berakhir. Ini berarti, semua karakter yang memainkan peran penting dalam menjaga Ciri dari kejaran para Wild Hunt di cerita originalnya kini hidup dengan ending yang berhasil Anda capai masing-masing untuk mereka. Mereka yang tewas tetap akan tewas, mereka yang pergi tetap akan pergi, sebuah landasan baru bagi Geralt of Rivia untuk melanjutkan hidupnya sebagai seorang Witcher – sang pemburu monster.

Misi perburuan monster yang diminta oleh Olgried Von Everec membawa Geralt masuk ke dalam pusaran takdir yang sulit.
Misi perburuan monster yang diminta oleh Olgried Von Everec membawa Geralt masuk ke dalam pusaran takdir yang sulit.
Perburuan yang membuat Geralt harus berhadapan dengan pasukan Ofieris
Perburuan yang membuat Geralt harus berhadapan dengan pasukan Ofieris

Maka selayaknya hidup seorang Witcher, Geralt terus berusaha memenuhi permintaan para penduduk untuk membunuh monster yang mengancam eksistensi mereka. Salah satunya meluncur dari Olgierd von Everec yang meminta Geralt untuk menghabisi monster yang kabarnya sudah mendiami selokan kota Oxenfurt untuk waktu yang lama. Monster yang tergila-gila dengan kombinasi alkohol dan darah ini ternyata jadi sumber masalah yang  membawa Geralt pada pusaran takdir yang tak pernah ia prediksi sebelumnya. Takdir yang membawanya harus berhadapan dengan pasukan dari Ofieris yang mengamuk karena aksinya tersebut. Takdir yang membuat pertemuannya kembali dengan sang “teman lama” – Shani tampaknya akan jadi sekedar selingan.

Terjebak dan terancam hukuman mati, Geralt diselamatkan oleh Master Mirror - sosok pria misterius yang tampaknya punya kekuatan luar biasa.
Terjebak dan terancam hukuman mati, Geralt diselamatkan oleh Master Mirror – sosok pria misterius yang tampaknya punya kekuatan luar biasa.
Sebagai gantinya, Geralt harus memenuhi permintaan Master Mirror, tak peduli seberapa aneh dan sulitnya quest tersebut.
Sebagai gantinya, Geralt harus memenuhi permintaan Master Mirror, tak peduli seberapa aneh dan sulitnya quest tersebut.

Terancam hukuman mati yang tak lagi terlihat bisa dihindari, Geralt terjebak di atas kapal bersama dengan pasukan Ofieris yang hendak membawanya pulang untuk diadili. Namun di atas keputusasaaan tersebut, sebuah harapan tiba-tiba muncul. Seorang merchant yang pernah diandalkan Geralt dan Yennefer di masa lalu – Master Mirror tiba-tiba muncul di dalam kapal dan menawarkan kebebasan pada Geralt. Sebagai gantinya? Geralt terikat pada kontrak yang mengharuskannya untuk memenuhi permintaan Master Mirror yang misterius ini, apapun itu. Sadar tak punya alternatif lain, Geralt mengamini dan harus hidup dengan bekas luka di pipi kiri yang muncul sebagai tanda perjanjian tersebut. Semua misteri ini berfokus pada satu sosok – Olgierd von Everec.

Olgried dan Master Mirror terlihat punya masa lalu yang belum terselesaikan.
Olgried dan Master Mirror terlihat punya masa lalu yang belum terselesaikan.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan Olgried? Siapa pula sosok Master Mirror yang sebenarnya?
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan Olgried? Siapa pula sosok Master Mirror yang sebenarnya?

Olgierd ternyata diketahui punya kemampuan luar biasa. Tak terpengaruh apakah jantungnya tertembus pedang atau wajahnya hampir habis terbelah pisau, ia tetap tak bisa mati. Untuk alasan yang misterius, pemimpin kelompok bandit yang satu ini tampaknya harus hidup dengan “kutukan” hidup abadinya. Sementara di sisi lain, Master Mirror terlihat punya ketertarikan atas sosok yang satu ini.

Lantas, apakah yang sebenarnya terjadi dengan hidup Olgierd? Siapa pula sosok Master Mirror yang sebenarnya? Bagaimana posisi Geralt di antara konflik kepentingan ini? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda jawab dengan memainkan Hearts of Stone ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…