Review Fatal Frame – Maiden of Black Water: Kembalinya Teror Hantu Asia!

Reading time:
November 5, 2015
Fatal Frame Maiden of Black Water jagatplay (29)

Fatal Frame, mendengar nama yang satu ini saja sudah cukup untuk membuat gamer yang sempat tumbuh besar dengan konsol Playstation bernostalgia. Ketika game-game horror lain menawarkan senjata api dan melee sebagai senjata, ia menjadikan kamera sebagai satu-satunya alat untuk menghadapi setiap ancaman yang ada. Ada sesuatu yang berbeda dengan implementasi sistem gameplay seperti ini. Ketika game horor racikan developer barat seperti Oulast atau Amnesia justru meminta Anda untuk menghindari sumber ancaman, Fatal Frame justru membalik psikologis tersebut. Satu-satunya cara Anda untuk menang adalah justru dengan menghadapi sumber ketakutan Anda secara langsung, semakin dekat, semakin baik.

Anda yang sudah sempat membaca preview kami sebelumnya tentu sudah punya gambaran yang lebih jelas soal Fatal Frame: Maiden of Black Water yang dirilis secara eksklusif untuk Nintendo Wii U ini. Lupakan sementara fakta bahwa Nintendo, entah karena alasan apa, memutuskan untuk membuat game eksklusif yang begitu diantisipasi ini hanya tersedia dalam format digital. Keputusan bodoh yang membuat banyak gamer Wii U dengan kapasitas storage terbatas harus menyediakan storage eksternal ekstra untuk menampung game Wii U dengan data terbesar sejauh ini tersebut. Sementara dari sisi gameplay, Koei Tecmo memperlihatkan tajinya untuk urusan desain karakter wanita yang memanjakan mata. Cita rasa Fatal Frame juga masih mengalir kuat dan tak melenceng dari identitas franchise yang selama ini kita kenal.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Fatal Frame: Maiden of Black Water ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang memawarkan kembali teror hantu Asia? Review ini akan membahasnya lebih dalam  untuk Anda.

Plot

Fatal Frame masih mempertahankan identitas utamanya, sebuah game yang membawa Anda pada
Fatal Frame masih mempertahankan identitas utamanya, sebuah game yang membawa Anda pada “pertarungan” melawan para makhluk halus khas Asia.

Kompleks, ini mungkin kata yang langsung meluncur dari mulut Anda ketika pertama kali belajar memerhatikan plot yang ditawarkan oleh Fatal Frame: Maiden of Black Water ini. Memang, benang merahnya masih sama, bahwa Anda menjadi seorang karakter protagonis yang harus bertarung melawan para setan dan beragam fenomenal paranormal denganmenggunakan kamera khusus – Obscura. Bedanya? Tak lagi dua, Anda kini akan berperan sebagai tiga karakter utama dengan latar belakang cerita dan motif masing-masing. Anda akan berhadapan dengan mimpi buruk ini sebagai Yuri Kozukata, Ren Hojo, dan Miu Hinasaki.

Fatal Frame Maiden of Black Water jagatplay (194)
Gunung Hikami super angker menjadi fokus.
Anda akan memainkan kisah ini dari kacamata tiga karakter. Yuri yang hendak mencari teman baiknya.
Anda akan memainkan kisah ini dari kacamata tiga karakter. Yuri yang hendak mencari teman baiknya.
Ren Hojo yang hendak menyelidiki latar belakang historis Hikami.
Ren Hojo yang hendak menyelidiki latar belakang historis Hikami.
Dan Miu yang mencari sang ibu.
Dan Miu yang mencari sang ibu.

Semuanya berkisar pada sebuah gunung angker bernama Hikami yang tak ragu untuk meminta korban jiwa jika siapapun berani untuk mendakinya ketika malam. Yuri berusaha mencari sahabat dekatnya – Hisoko Kurosawa yang menghilang tanpa jejak di gunung tersebut, sementara Miu mencari sang ibu – Miku Hinasaki yang juga mengalami nasib serupa. Sementara Hojo lebih berfokus pada usaha untuk membongkar misteri apa yang sebenarnya terjadi di balik angkernya Hikami. Apa yang membuat aktivitas paranormal di gunung yang melekat dengan aktivitas bunuh diri ini begitu kuat, apalagi ketika informasi yang didapat mulai membuka sebuah fakta yang mengejutkan.

Plot di Fatal Frame: Maiden of Black Water tak sesederhana yang dibayangkan. Walaupun pada akhirnya Anda akan menemukan benang merah pasti antara ketiga karakter ini, ia dipresentasikan lewat alur cerita maju mundur dengan pengenalan karakter-karakter baru yang tak sekuat yang dibayangkan. Satu-satunya cara utama untuk mengerti apa yang tengah terjadi hanyalah dengan membaca secara detail semua catatan yang Anda temukan di sepanjang perjalanan. Melewatinya? Selamat tinggal pada pemahaman dengan baik apa yang sebenarnya tengah terjadi. Karena Anda akan bertemu dengan budaya, aktivitas sekte sesat, pembunuhan secara brutal yang tentu saja butuh motif kuat untuk dirangkai.

Plot yang ditawarkan memang terhitung kompleks dengan banyak karakter dan cerita terkait satu sama lain.
Plot yang ditawarkan memang terhitung kompleks dengan banyak karakter dan cerita terkait satu sama lain.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi?

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan gunung Hikami ini? Mampukah Yuri, Miu , dan Ren mencapai misi mereka masing-masing? Misteri yang menunggu mereka? Tantangan seperti apa yang harus dihadapi? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda temukan dengan memainkan Fatal Frame: Maiden of Black Water ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…