Emulator Wii U untuk PC Mulai Jalankan Mario Kart 8!

Reading time:
November 5, 2015

Kombinasi antara lompatan generasi konsol dan performa PC yang semakin kuat selalu melahirkan satu produk perangkat lunak yang sangat diantisipasi – emulator. Terlepas dari kompleksitas pemograman yang semakin menyulitkan dari setiap generasi baru yang lahir, ia berjuang untuk eksis. Hal yang sama juga tengah terjadi saat ini. Bersama dengan emulator Playstation 3 dan Xbox 360 yang sudah diperkenalkan sejak 1-2 tahun yang lalu, sebuah emulator Nintendo Wii U teranyar – Cemu juga akhirnya meluncur ke publik. Berita baiknya? Ia memperlihatkan progress yang bahkan lebih menjanjikan.

Diperkenalkan lebih terlambat namun menunjukkan performa yang luar biasa, Cemu tampaknya tak menahan ambisinya untuk segera bisa memainkan game-game eksklusif terbaik Nintendo Wii U di PC secepat mungkin.

Emulator Nintendo Wii U untuk PC  - Cemu sudah mulai bisa menjalankan basis game  Mario Kart 8. Sebuah progress luar biasa untuk sebuah emulator yang baru berusia bulanan.
Emulator Nintendo Wii U untuk PC – Cemu sudah mulai bisa menjalankan basis game Mario Kart 8. Sebuah progress luar biasa untuk sebuah emulator yang baru berusia bulanan.

Setelah sempat memperlihatkan beberapa judul di awal pengenalannya, Cemu kini sudah mulai bisa memainkan game racing super menyenangkan – Mario Kart 8 di PC! Walaupun masih bermasalah dengan speed dan render tekstur lingkungan yang berantakan, ia sudah memperlihatkan sebuah basis game yang bisa berjalan sebagaimana mestinya. Sebuah progress yang biasanya membutuhkan waktu tahunan untuk emulator yang lain!

Cemu mungkin masih jauh dari kata sempurna, namun gelombang optimisme menguat untuk melihat versi finalnya dalam waktu yang tak terlalu jauh di masa depan. Jika hanya dalam waktu bulanan, ia sudah menyediakan sebuah game dasar yang bisa dimainkan, tinggal tunggu waktu hingga mereka menyempurnakan teknik render yang ada. Awesome first step..

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…