Review Assassin’s Creed Syndicate: Solid Tapi Tak Banyak Berbeda!

Reading time:
November 3, 2015
Assassin's Creed Syndicate jagatplay (35)

Tak lagi mampu ditangani seorang diri, Ubisoft akhirnya mulai menerapkan sistem yang sama seperti yang ditawarkan Activision untuk franchise miliaran USD yang juga jadi sumber uang utamanya – Call of Duty. Setelah ditangani hanya oleh Ubisoft Montreal selama ini, didukung dengan rilis Assassin’s Creed Unity yang dipenuhi masalah teknis, Ubisoft akhirnya memutuskan untuk mulai menggilir poses pengembangan game open-world bertema sejarah andalannya ini ke developer yang lain – Ubisoft Quebec. Tahun 2015 menjadi ajang pembuktian Quebec yang selama ini hanya berperan sebagai developer pendukung. Jawaban yang mereka tawarkan mengalir bersama dengan timeline yang kian maju di Assassin’s Creed Syndicate.

Sebagian besar Anda yang sudah menyimak artikel preview kami tampaknya sudah mengerti apa yang ia tawarkan. Seperti yang sempat kami bahas sebelumnya, kesan pertama yang ia tawarkan memang lebih solid dibandingkan apa yang ditawarkan Montreal di Assassin’s Creed Unity. Unity lebih terasa seperti sebuah proyek eksperimental yang berusaha mendorong franchise populer ini ke level yang baru, terutama dari sisi kualitas visual dan kosmetik. Sebuah kebijakan yang jadi bumerang mematikan, apalagi dengan kritik pedas yang mengalir di sana-sini. Assassin’s Creed Syndicate jadi proyek pembelajaran. Mereka mengerti apa yang salah dengan Unity, menghindari hal yang membuat gamer marah, mengembalikan apa yang membuatnya dicintai, dan menawarkan sebuah setting dan karakter baru di dalamnya.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Assassin’s Creed Syndicate ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai seri solid yang tak banyak berbeda? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Maka seperti seri-seri AC sebelumnya, ia masih berkisar soal pertarungan antara Templar vs Assassin.
Maka seperti seri-seri AC sebelumnya, ia masih berkisar soal pertarungan antara Templar vs Assassin.

Dari segi plot, seperti kebiasaan di seri seri sebelumnya, tak ada banyak hal yang berbeda di Syndicate. Anda masih terjebak dalam pertarungan klasik antara para Assassin dan Templar yang tak pernah jelas ujungnya dengan agenda masing-masing. Assassin percaya bahwa dunia sudah selayaknya berada di kekuasaan dan keputusan yang banyak, sementara Templar berjuang untuk mengendalikan segala sesuatunya dalam kekuasaan yang lebih otiriter. Keduanya bertarung di balik bayangan sejarah dan menjadi kekuatan yang mempengaruhi banyak ikon sejarah yang selama ini kita kenal. Assassin’s Creed Syndicate masih berkisah dengan benang merah yang sama.  Bedanya? Kali ini pertempuran tersebut terjadi di masa Revolusi Industri, Inggris.

Anda kini berperan sebagai saudara kembar Fryes - Jacob Frye dan Evie Frye.
Anda kini berperan sebagai saudara kembar Fryes – Jacob Frye dan Evie Frye.
Mengikuti jejak sang orang tua, mereka berambisi membebaskan London dari cengkeraman Templar yang dipimpin oleh Starrick.
Mengikuti jejak sang orang tua, mereka berambisi membebaskan London dari cengkeraman Templar yang dipimpin oleh Starrick.

Anda tak lagi hanya memerankan satu, tetapi dua orang karakter utama – Jacob dan Evie Frye, saudara kembar beda jenis kelamin dengan orang tua yang sudah memegang teguh perannya sebagai seorang Assassin. Dengan jiwa muda pemberontak dan optimisme yang kuat bahwa mereka sudah memiliki kemampuan seorang Assassin yang memang pantas, Frye bersaudara memutuskan untuk “membebaskan” London yang dikuasai oleh seorang Templar kuat bernama Crawford Starrick. Bukan pekerjaan yang mudah tentu saja mengingat jaringan Templar yang sudah begitu mengakar di beragam sektor ekonomi di kala itu.

Tapi keduanya punya metode berbeda. Jacob percaya bahwa menghancurkan gang yang jadi pondasi kekuasaan Templar - Blighters adalah kunci utama untuk memenangkan pertarungan yang terlihat
Tapi keduanya punya metode berbeda. Jacob percaya bahwa menghancurkan gang yang jadi pondasi kekuasaan Templar – Blighters adalah kunci utama untuk memenangkan pertarungan yang terlihat “mustahil” ini.
Sementara Evie ingin merebut dan melumpuhkan
Sementara Evie ingin merebut dan melumpuhkan “senjata utama” Templar – Piece of Eden.

Namun Jacob dan Evie sendiri punya dua sudut pandang yang sangat berbeda terkait solusi untuk melemahkan kekuasaan Templar. Evie merasa bahwa solusi terbaik adalah dengan merebut “senjata utama” para Templar. Benar sekali, ia ingin mencari Piece of Eden – artifak penuh kekuatan dari peradaban generasi pertama yang juga jadi sumber plot Assassin’s Creed – di London. Sementara di sisi lain, Jacob lebih memilih untuk membawa perang ini ke area yang lebih terbuka. Ia percaya bahwa solusi terbaik adalah mencabut akar kekuasaan para Templar yang didukung oleh sebuah gang bernama Blighters dengan menciptakan gang baru bernama Rooks. Dengan menghancurkan Blighters, ia percaya bahwa London akan jatuh ke kekuasaan para Assassin. Terlepas dari metode yang berbeda, keduanya berbagi satu misi sama yang juga didukung oleh seorang Assassin berdarah India – Henry Green.

Tantangan seperti apa yang harus dihadapi keduanya?
Tantangan seperti apa yang harus dihadapi keduanya?

Lantas, tantangan seperti apa saja yang harus dihadapi oleh Jacob dan Evie Frye? Mampukah mereka membebaskan London dari kekuasaan para Templar? Apakah mereka akan menemukan Piece of Eden yang baru? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Assassin’s Creed Syndicate ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…