Review Call of Duty – Black Ops 3: Pantas Dilirik!

Reading time:
November 10, 2015
COD - Black Ops 3 jagatplay PART 1 (1)

Bulan November, akhir tahun, dan sebagian besar dari kita tampaknya sudah mengerti bahwa momen ini selalu jadi “milik” Call of Duty. Ia menjadi gudang uang paling efektif untuk Activision, cukup untuk membuatnya memutuskan untuk menghadirkan tiga developer berbeda untuk menanganinya dalam format siklus. Walaupun ada banyak permintaan untuk kembali menjelajahi cita rasa perang yang lebih klasik, Activision memutuskan untuk mendorong tren futuristik seperti dua seri sebelumnya lebih jauh. Call of Duty tak pernah lebih futuristik dari apa yang ditawarkan oleh Treyach di Call of Duty: Black Ops 3 yang akhirnya dirilis untuk Playstation 4, Xbox One, dan tentu saja – PC.

Anda yang sempat membaca preview kami mungkin sudah punya sedikit gambaran apa yang kami bicarakan. Begitu futuristiknya konsep seri terbaru ini, hingga kami menyebut bahwa cita rasa sci-fi-nya jauh lebih kentara daripada identitas military shooter yang sudah melekat selama beberapa tahun terakhir ini. Treyarch tampaknya tak lagi banyak peduli untuk memikirkan dan menerapkan teknologi militer apa saja yang mungkin atau tidak mungkin diaplikasikan dalam beberapa tahun ke depan, seperti halnya Ghosts dan Advanced Warfare. Namun secara mengejutkan, ia melahirkan sesuatu yang menyegerakan dan menarik untuk diikuti, terlepas dari kualitas akhir yang entah memenuhi harapan atau tidak. Kerennya lagi? Dalam satu paket yang sama, Anda akan disuguhi banyak fitur mengejutkan.

Jadi apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Call of Duty: Black Ops 3 ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang pantas dilirik? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Berbeda dengan seri COD sebelumnya yang meminta Anda berperan sebagai karakter tertentu dan menjalani kisahnya, COD: Black Ops 3 hadir dengan karakter utama
Berbeda dengan seri COD sebelumnya yang meminta Anda berperan sebagai karakter tertentu dan menjalani kisahnya, COD: Black Ops 3 hadir dengan karakter utama “racikan” Anda sendiri.

Berbeda dengan seri-seri Call of Duty sebelumnya yang meminta Anda untuk berperan dan menjalani cerita sebagai karakter tertentu, Black Ops 3 justru meminta Anda berperan sebagai “diri sendiri”. Anda akan berperan sebagai “Player” – karakter utama yang secara fisik bisa Anda desain di awal permainan, bahkan dengan kebebasan memilih jenis kelamin. Namun struktur ceritanya sendiri masih sama, dimana Anda akan mengikuti sebuah cerita yang dipresentasikan dari satu chapter besar ke chapter lainnya. Bedanya hanya pada absennya desain karakter definitif seperti seri Call of Duty yang lain.

Di tahun 2065, 40 tahun setelah Black Ops 3, masa depan terlihat begitu buruk. Teknologi tak hanya efektif membantu kehidupan manusia, tetapi juga
Di tahun 2065, 40 tahun setelah Black Ops 2, masa depan terlihat begitu buruk. Teknologi tak hanya efektif membantu kehidupan manusia, tetapi juga “melenyapkan”-nya.
Misi di Ethiopia berakhir mimpi buruk. Terluka parah, Anda dan Kendricks, sang partner utama harus menjalani operasi cybernetics dengan teknologi militer paling mutakhir.
Misi di Ethiopia berakhir mimpi buruk. Terluka parah, Anda dan Kendricks, sang partner utama harus menjalani operasi cybernetics dengan teknologi militer paling mutakhir.

Call of Duty: Black Ops 3 akan membawa Anda kian jauh ke masa depan, tepatnya di tahun 2065 atau sekitar 40 tahun sejak event di Call of Duty: Black Ops II. Kemajuan teknologi tak hanya membantu manusia untuk menjalani hidup dengan lebih baik, tetapi juga mempermudah mereka untuk “melenyapkan” satu sama lain. Kemajuan ilmu pengetahuan ternyata berimbas pada implementasi teknologi militer yang bahkan mulai menabrak batas fisik manusia itu sendiri. Di awal, bersama dengan partner utama Anda – Jacob Hendricks, Anda akan terlibat dalam aksi militer di Ethiopia yang dikuasai oleh kekuatan militer NCR yang brutal. Namun sayangnya, misi ini tak berakhir bahagia. Anda terluka parah karena serangan robot militer, membuat Anda harus kehilangan anggota tubuh.

COD - Black Ops 3 jagatplay PART 1 (34)
DNI – Direct Neural Interface yang kini memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan mesin yang lain
Di tengah perang dengan teknologi automaton - droids dan drones, DNI jadi ujung tombak yang efektif.
Di tengah perang dengan teknologi automaton – droids dan drones, DNI jadi ujung tombak yang efektif.

Tapi ia justru membuat karir militer Anda secara resmi “dimulai”. Dengan kekuatan teknologi yang ada, semua anggota tubuh Anda yang hilang digantikan dengan anggota tubuh cybernetic yang tak hanya memperkuat secara fisik, tetapi juga hadir dengan beragam fungsi militer mutakhir dalam genggaman. Bersama dengan Hendricks yang juga menempuh proses operasi yang serupa, Anda juga kini diperkuat dengan DNI – Direct Neural Interface yang kini memungkinkan Anda untuk berkomunikasi dengan mesin yang lain. Ini berarti, melakukan hacking, mengendalikan mesin tertentu, mengumpulkan informasi layaknya sebuah storage berjalan, dan sejenisnya. Semua fungsi yang membuat Anda tak lagi terasa seperti manusia pada umumnya.

Investigasi yang dilakukan di salah satu lokasi misterius di Singapura membuka rahasia yang terbuka selama puluhan tahun.
Investigasi yang dilakukan di salah satu lokasi misterius di Singapura membuka rahasia yang terbuka selama puluhan tahun.
Walaupun tidak muncul secara langsung, ada benang merah yang bisa ditarik dari tiga seri COD: Black Ops selama ini. Namun tenang saja, Anda yang belum pernah mencicipi dua seri sebelumnya masih akan bisa menikmati seri ini tanpa masalah.
Walaupun tidak muncul secara langsung, ada benang merah yang bisa ditarik dari tiga seri COD: Black Ops selama ini. Namun tenang saja, Anda yang belum pernah mencicipi dua seri sebelumnya masih akan bisa menikmati seri ini tanpa masalah.

Di bawah kepemimpinan John Taylor – seorang komandan yang memang memiliki skuad cybernetic, Anda ditugaskan untuk menyelesaikan beragam misi di seluruh dunia selama bertahun-tahun. Namun salah satu misi terbaru yang meminta Anda untuk menginvestigasi sebuah lokasi rahasia yang sudah disembunyikan CIA di Singapura menjadi titik balik segalanya. Diyakini diserang oleh organisasi kriminal lokal bernama 54 Immortals, investigasi ini berujung pada sebuah rahasia yang sudah terkubur selama puluhan tahun. Sebuah rahasia yang mulai menabrak batas apa yang nyata dan tidak nyata. Berita baiknya? Terlepas dari setting futuristik seperti ini, benang merah dengan dua seri sebelumnya masih terasa jelas, terutama soal tema besar yang ia usung.

What the.....
What the…..

Lantas, apa yang akan Anda dan Hendricks temukan di lokasi rahasia CIA di Singapura ini? Siapa pula yang bertanggung jawab atas serangan tersebut? Sisi cerita seperti apa yang membuat kami sempat menyebut bahwa ia menawarkan cerita dan sensasi sci-fi yang belum pernah ada di seri-seri COD sebelumnya? Anda harus memainkan game ini untuk menemukan jawabannya.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…
June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…