PlayTest: Gaming dengan Acer Predator 15!

Author
David Novan
Reading time:
December 11, 2015
Acer Predator 15 jagatplay (1)

Acer Predator 15 merupakan notebook yang didesain khusus untuk bermain game. Itu sebabnya notebook ini memiliki banyak fitur yang memang sangat membantu ketika digunakan untuk memainkan game dalam waktu lama. Terang saja, rasanya hampir tidak ada gamer hardcore yang bisa puas bermain game hanya dalam durasi di bawah 5 jam saja. Demi mengakomodasi kebutuhan spesial tersebut, salah satu fitur spesial dari notebook ini adalah pendingin yang begitu mantap. Hal ini langsung terasa ketika kami memainkan game menggunakan notebook gaming ini, yaitu tidak adanya permukaan bersuhu tinggi di eksteriornya.

Bermodalkan layar 15,6 Inci dan kekuatan dahsyat di dalamnya, Acer Predator 15 telah siap untuk memainkan game terbaru tahun ini. Harga dari notebook ini juga tergolong relatif terjangkau, setidaknya untuk gamer yang memang serius untuk meningkatkan kemampuannya dalam memainkan game kaliber berat. Untuk itu, Anda perlu mempersiapkan uang mulai dari US$ 1499 pada konfigurasi 16 GB RAM untuk bisa membawa pulang notebook gaming ini. Sayangnya, kami tidak mendapatkan harga pasti mengenai konfigurasi 64 GB RAM yang kami gunakan ini. Berikut spesifikasi Acer Predator 15 yang kami gunakan dalam PlayTest kali ini:

  • Prosesor: Intel Core i7 6700HQ@2.60 GHz
  • RAM: 64 GB DDR4
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce GTX 980M GDDR5 4096MB

Bila dilihat dari kaliber kekuatan yang dikandungnya, notebook ini sangat siap untuk menangani game AAA terbaru. Menurut perkiraan kami, setidaknya setting High untuk semua game yang kami gunakan bisa dicapai ketika bermain dengan menggunakan notebook ini. Dari semua hardware yang digunakan dalam notebook ini, kejutan paling menyenangkan berasal dari ukuran Memory-nya yang begitu besar. Cukup dimaklumi memang, pada generasi ini permintaan ukuran Memory untuk dapat memainkan game terbaru semakin membengkak saja. Masalah ini tampaknya dipahami oleh Acer Predator 15.

Sedangkan untuk game yang kami gunakan, semuanya berasal dari game kelas AAA yang cukup sulit untuk dimainkan dengan menggunakan setting tinggi. Setidaknya bila dimainkan pada sistem dengan kemampuan menengah. Game tersebut adalah Call of Duty Black Ops 3, Assassin’s Creed Syndicate, Fallout 4, The Witcher 3, dan Grand Theft Auto V. Beberapa game yang kami gunakan membutuhkan perhatian khusus untuk dapat dimainkan dengan nyaman, misalnya Black Ops 3 meminta ukuran Memory yang besar dan The Witcher 3 dengan kemampuannya untuk membantai sistem yang tidak optimal.

Assassin’s Creed Syndicate

Bila dilihat sekilas, game ini memang tidak separah Assassin’s Creed Unity. Setidaknya jumlah NPC yang bisa ditemukan dalam satu tempat tidak sebanyak Unity. Akan tetapi, bukan berarti ia tidak butuh banyak kekuatan untuk dapat dimainkan pada setting yang maksimal. Tampaknya peningkatan di bidang grafisnya menjadi tantangan terbesar bagi sistem yang memainkannya. Berikut spesifikasi minimum yang harus dimiliki untuk dapat memainkan game ini:

  • Prosesor: Intel Core i5 2400s @ 2.5 GHz / AMD FX 6350 @ 3.9 GHz
  • Memory: 6 GB RAM
  • Graphics Card: NVIDIA GeForce GTX 660 / AMD Radeon R9 270

Mulanya, kami beranggapan game ini dapat dimainkan dengan baik pada setting Very High. Ternyata pada kenyataannya, game ini tidak dapat berjalan pada frame rate yang nyaman dengan menggunakan setting tersebut. Oleh karena itu, kami menurunkan pengaturan grafisnya ke High dengan resolusi 1920×1080. Game dengan kecepatan tinggi seperti Syndicate tentu saja membutuhkan frame rate tinggi supaya bisa dimainkan dengan nyaman. Berikut detail setting yang kami gunakan untuk memainkan game ini:

Acer Predator 15 jagatplay (2)

Pada daerah terbuka, seperti ketika berada di tengah kesibukan kota London, game ini dapat berjalan dengan baik pada frame rate 50 hingga 60 fps. Daerah dengan banyak NPC, seperti ketika berada di dalam pabrik dan gang di antara gedung, menjadi tempat dengan nilai fps terendah. Meskipun rendah, nilai 50 fps masih berada dalam batas toleransi kenyamanan ketika bermain.

 

Acer Predator 15 jagatplay (3) Acer Predator 15 jagatplay (4)

Aksi dengan kecepatan lebih tinggi, seperti ketika menggunakan kereta kuda, menurunkan nilai fps lebih rendah dari 50 fps. Setidaknya kami menemukan game berjalan pada kisaran 45 hingga 48 fps ketika berada di tengah jalanan London yang sibuk. Angka yang relatif sama juga kami temui ketika menyaksikan event. Angka yang berada di bawah 50 fps tersebut untungnya tidak membuat permainan menjadi kurang nyaman. Buktinya, kami masih bisa dengan leluasa melakukan beragam navigasi di atas kereta kuda tanpa terganggu oleh penurunan kinerja yang drastis.

 

Acer Predator 15 jagatplay (5) Acer Predator 15 jagatplay (6)
Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…
April 22, 2021 - 0

Review NieR Replicant™ ver.1.22474487139… : Cerita Indah Penuh Derita!

Dengan popularitas yang ia raih, hampir sebagian besar gamer memang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…