Review CM Storm Xornet II: Mouse Super Menggoda untuk Claw Grip!

Reading time:
December 7, 2015
CM Storm Xornet II
CM Storm Xornet II

Inti dari memilih sebuah peripheral gaming yang cocok selalu terletak pada satu kata – kenyamanan. Bahwa bukan sekedar tampilan yang menarik di mata, lampu LED yang seolah terlihat seperti menarik di atas permukaan meja, atau segudang fitur yang pantas dengan harga yang harus jadi daya tarik utama. Mengapa? Karena gaming adalah soal menghabiskan waktu dalam jangka waktu lama untuk menikmati sesuatu yang kita cintai, yang biasanya memakan waktu berjam-jam tanpa disadari. Bayangkan kondisi tubuh Anda jika Anda memaksakan diri untuk menggunakan sebuah mouse yang justru membuat Anda tidak menikmati setiap momen yang ada. Di sinilah, peripheral gaming masuk sebagai “penyelamat”.

Beberapa dari Anda mungkin masih melihatnya sekedar sebagai “gimmick” untuk menjual sebuah produk “murah” dengan harga yang lebih mahal. Namun untuk mereka yang sudah mencicipi produk gaming yang dibangun dengan kualitas tinggi, kenyamanan menjadi sesuatu yang tak bisa ditukar begitu saja. Apalagi jika ada sedikit keseriusan di atas hobi yang Anda tekuni, termasuk ketika ada kondisi spesifik tertentu yang tidak akan bisa disediakan oleh mouse konvensional pada umumnya. Sebagai contoh? Ketika Anda butuh akses terhadap rantai perintah tertentu, atau sekedar menemukan sebuah tekstur atau bentuk mouse yang mampu memfasilitasi gaya genggam Anda.

Dengan dua variasi grip yang biasanya dilakukan oleh gamer PC, mereka yang membiasakan diri dengan claw grip mungkin akan kesulitan untuk merasa nyaman dengan sebuah mouse yang hanya berbentuk oval atau justru diracik untuk memfasilitasi mereka yang lebih condong ke palm grip. Jika Anda termasuk salah satu gamer yang merasa demikian, ini mungkin produk yang sudah lama Anda nanti. Cooler Master, lewat jajaran CM Storm yang ia tawarkan, akhirnya memperkenalkan dan menawarkan mouse gaming teranyar mereka – CM Storm Xornet II ke pasaran!

Desain dan Fitur

Tak ada sisi kosmetik berlebihan. Hanya satu lampu LED di bagian scroll wheel yang menyala dan satu logo kecil di belakang mouse.
Tak ada sisi kosmetik berlebihan. Hanya satu lampu LED di bagian scroll wheel yang menyala dan satu logo kecil di belakang mouse.

Di permukaan, Xornet II memang  tidak terlihat mencolok seperti layaknya desain sebagian besar mouse gaming saat ini yang bahkan tak ragu untuk lebih mementingkan sisi desain daripada kenyamanan itu sendiri. Dengan warna hitam elegan yang membungkus keseluruhan mouse, Anda tak akan menemukan sisi kosmetik yang berlebihan di sini. Hanya sebuah logo kecil Cooler Master di bagian belakang dan lampu LED yang hanya menyinari bagian scroll wheel saja. Bentuknya sendiri berbeda dengan sebagian besar mouse yang mungkin tengah Anda gunakan untuk memfasilitasi target pasar yang memang ia tuju.

Xornet II juga hadir dengan jumlah tombol standar sebagian mouse saat ini. Selain klik kiri dan kanan yang tentu saja jadi standar bersama dengan scroll wheel, ia menawarkan dua tombol kecil di tengah untuk mengatur sensitivitas mouse secara instan. Dua ekstra tombol disematkan di bagian kiri dengan fungsi standar Forward-Back sebagai default, namun akan bisa diubah dengan menggunakan perangkat lunak yang bisa diunduh.  Semuanya diletakkan dalam posisi yang tepat, memastikan jari Anda tidak merasa canggung untuk mengaksesnya secepat dan seefektif mungkin.

7 tombol utama - klik kiri, kanan, scroll wheel, dua tombol DPI, dan dua tombol ekstra di bagian kiri mouse.
7 tombol utama – klik kiri, kanan, scroll wheel, dua tombol DPI, dan dua tombol ekstra di bagian kiri mouse.
Bahan kiri dan kanan juga disematkan karet untuk grip lebih nyaman. Namun celah yang ada bisa mengundang debu.
Bahan kiri dan kanan juga disematkan karet untuk grip lebih nyaman. Namun celah yang ada bisa mengundang debu.

Bahan yang digunakan untuk membungkus mouse ini sendiri masih didominasi oleh plastik dengan bahan karet disematkan di kedua sisi mouse untuk memastikan grip yang lebih nyaman. Walaupun cukup ringan dan memastikan tangan Anda tak akan kepanasan atau menghasilkan panas berlebih ketika menggunakannya, bahan karet di kedua sisi ini bisa menjadi masalah tersendiri, apalagi jika ruangan dimana ia diletakkan lumayan “terkenal” berdebu. Celah-celah tipis yang muncul di sana bisa menjadi tempat “peristirahatan” debu atau mungkin kotoran dari jempol Anda, jika Anda termasuk tipe gamer yang tak terlalu higienis. Tak akan mengganggu memang, namun pantas jadi perhatian tertentu.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh CM Storm via Xornet II ini? Berikut adalah spesifikasi lengkapnya:

  • Model number: SGM-2002-KLON1
  • Grip Type: Claw
  • Material: Plastic/Rubber
  • Color: Black
  • LED Color: RGB
  • Sensor: Avago 3320 Optical Sensor
  • CPI/DPI: 3 Levels – up to 3.500 DPI
  • Tracking speed: 80 IPS/20g
  • Lift off Distance: <3mm
  • Polling Rate: 1000 Hz / 1 ms
  • Angle snapping: NO
  • Mouse acceleration: 20 g
  • Programming Profiles: Not available
  • On-board memory: 8 KB
  • Programmable buttons: 7
  • Connector Cable: USB 2.0
  • Cable Length: 1.8 Meters
  • Dimensions (L x W x H): 105.5 x 76.6 x 37.2 mm
  • Weight: 132 g
  • Weight (without USB cable): 80 g

CM Storm Xornet II, Seberapa Nyaman?

CM Storm Xornet II, seberapa nyaman?
CM Storm Xornet II, seberapa nyaman?

Pada akhirnya, performa sebuah peripheral gaming selalu berakhir pada satu kata – seberapa nyaman ia digunakan untuk sebuah sesi gaming yang panjang atau mungkin, intens. Pertanyaan sama juga yang diarahkan pada CM Storm Xornet II ini ketika kami mengujinya. Secara desain, terutama dari material yang dipilih, CM Storm sudah menyingkirkan masalah dasar seperti panas atau grip yang tidak nyaman karena keringat berkat implementasi bahan karet di kedua sisi yang ada. Terlepas dari masalah debu yang mungkin terjadi karena jarak yang ada, tidak ada keluhan yang harus dibicarakan dari sisi yang satu ini. Ia sudah terlihat berfokus pada kenyamanan di sana.

Lekukan di bagian kanan didesain untuk mengistirahatkan jari manis Anda.
Lekukan di bagian kanan didesain untuk mengistirahatkan jari manis Anda.
Anda gamer tangan kanan dengan gaya Claw Grip? This is your mouse!
Anda gamer tangan kanan dengan gaya Claw Grip? This is your mouse!

Namun, ada kesan yang jelas bahwa Cooler Master memang mendesain mouse yang satu ini untuk target pasar yang spesifik. Dengan bentuk mouse yang menawarkan sedikit tonjolan di bagian kanan mouse untuk jadi tempat bersandar jari manis, jelas bahwa mouse ini ditargetkan untuk jenis gamer yang mereka juga akui secara terbuka – gamer tangan kanan dengan kecenderungan Claw Grip sebagai fokus gaya grip. Gamer kidal tentu tidak bisa menggunakan mouse ini dengan nyaman, begitu juga dengan gamer dewasa yang lebih terbiasa dengan palm grip. Untuk kasus kedua ini, ada sedikit pengecualian mungkin, jika Anda termasuk gamer dengan tangan yang cukup mungil. Setidaknya ukuran dan bentuk Xornet II masih akan memungkinkan untuk “menampung” gaya grip palm milik Anda jika tangan Anda cukup kecil. Namun perlu ditekankan, mouse ini memang tidak desain untuk gaya grip seperti itu.

Sementara dari sisi performa, hampir tak ada yang bisa dibicarakan. Bukan karena Xornet II tidak istimewa, tetapi sebaliknya. Pemilihan Omron untuk switch klik dan Avago untuk sensor yang ada memastikan performa gaming Anda akan berjalan dengan sebagaimana mestinya. Feel klik switch Omron yang ringan, nyaman, dan responsif akan mentranslasikan perintah yang Anda butuhkan dengan secepat mungkin. Sementara dengan ragam sensitivitas dan akurasi yang ditawarkan Avago, semua aktivitas gaming Anda akan berjalan sesuai dengan apa yang Anda inginkan, minim kesalahan yang mungkin akan berujung mengesalkan. Kami sendiri sudah menjajal mouse ini selama dua minggu untuk beragam aktivitas yang ada, termasuk gaming, dan tak ada masalah berarti, termasuk soal ketahanan Switch itu sendiri pula.

Tak ada yang perlu diragukan dari sisi performa. Kombinasi switch Omron dan sensor Avago siap untuk  menjawab setiap tantangan yang ada.
Tak ada yang perlu diragukan dari sisi performa. Kombinasi switch Omron dan sensor Avago siap untuk menjawab setiap tantangan yang ada.
Dukungan perangkat lunak untuk ekstra modifikasi fungsi.
Dukungan perangkat lunak untuk ekstra modifikasi fungsi.

Untuk memastikan fungsi yang lebih fleksibel, Xornet II juga menawarkan sebuah perangkat lunak pendukung yang bisa diunduh dari situs resmi Cooler Master itu sendiri. Lewat user-interface yang cukup sederhana ini, Anda bisa mengatur tingkat sensitivitas per tingkat yang bisa Anda gonta-ganti via tombol mouse di bagian tengah, hingga menyematkan fungsi berbeda untuk 7 tombol yang ada. Namun sayangnya, Anda hanya bisa mengganti satu fungsi keyboard atau membuat perintah yang sama diakses hingga 9 kali beruntun secara cepat. Anda yang butuh fungsi macro yang lebih kompleks seperti sekuens perintah, misalnya, tidak akan bisa memanfaatkannya via mouse yang satu ini.

Via perangkat lunak yang sama pula, Anda bisa mengatur satu-satunya efek kosmetik yang ditawarkan mouse yang satu ini – yakni si lampu LED RGB yang tersemat di bawah scroll wheel. Tak banyak efek yang bisa Anda suntikkan, namun Anda punya kesempatan untuk memodifikasi tiga tingkatan warna untuk mendefinisikan tingkat sensitivitas mouse yang sudah Anda atur sebelumnya. Di beberapa warna, ia mampu menawarkan kualitas warna yang cukup baik. Namun di warna yang lebih cerah seperti kuning atau pink, misalnya, bahan transparan di bagian scroll wheel seolah “menahan” warna untuk tampil secemerlang mungkin. Berhubungan dengan performa kah? Tentu saja, tidak.

Untuk warna lebih terang, ia terlihat kurang cerah.
Untuk warna lebih terang, ia terlihat kurang cerah.
Kami menjajalnya di Star Wars Battlefront, Fallout 4, dan tentu saja - DOTA 2. Mouse ini mampu menangani semua genre tersebut tanpa masalah.
Kami menjajalnya di Star Wars Battlefront, Fallout 4, dan tentu saja – DOTA 2. Mouse ini mampu menangani semua genre tersebut tanpa masalah.

Xornet II akan menyediakan dan memfasilitasi sebagian besar genre gaming yang Anda butuhkan. Kami sendiri menggunakannya untuk memainkan DOTA 2 dan Star Wars Battlefront, serta beberapa sesi permainan Fallout 4 ketika kami memutuskan untuk kembali menjelajahi dunia post apocalyptic tersebut. Hasilnya? Mouse ini menjalankan perannya sebagai sebuah mouse gaming dengan sangat baik. Ia mampu memastikan semua perintah yang masuk berakhir seperti yang Anda inginkan dan minim kesalahan. Bahkan untuk sebuah genre seperti MOBA yang butuh konsistensi klik secara terus-menerus, ia terasa nyaman, cepat, responsif, dengan level durabilitas yang tampaknya bisa diandalkan. Xornet II “lulus” sebagai sebuah mouse gaming.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…