Review Armaggeddon Fuze 3c: Murah dengan Kualitas Tinggi!

Author
David Novan
Reading time:
January 6, 2016
Armaggeddon Fuze 3c, headset gaming dengan kualitas prima
Armaggeddon Fuze 3c, headset gaming dengan kualitas prima

Memilih headset gaming kualitas unggulan dengan harga relatif murah bukanlah hal yang mudah. Tidak hanya kualitas bagus biasanya sebanding lurus dengan harga, rasanya sangat jarang bisa ditemukan heaset gaming di bawah sejutaan yang mampu memperdengarkan suara gaming terbaik. Apalagi persyaratan utama untuk headset gaming cukup berat bila dibandingkan dengan headset biasa. Selain ia harus mampu menghasilkan beragam suara dengan akurat, ia juga harus mampu meletakkan posisi asal suara dengan baik supaya pendengarnya mampu memperkirakan jarak suara itu berasal, terutama untuk gamer profesional atau yang suka bermain game kompetitif.

Eksterior ala militer menambah kegarangan headset ini
Eksterior ala militer menambah kegarangan headset ini

Faktor lain yang harus menjadi pertimbangan adalah kenyamanan penggunanya. Headset gaming pastinya akan digunakan untuk sesi bermain dalam jangka waktu lama. Bermain selama lima hingga delapan jam sehari adalah hal yang biasa untuk gamer hardcore. Oleh karena itu, ketika headset gaming yang digunakannya tidak nyaman meskipun tidak terasa sebelumnya, pada satu titik pasti akan muncul ketika digunakan dalam waktu lama. Untuk itu, Armaggeddon merancang Fuze 3c, headset gaming yang ditujukan untuk menghasilkan reproduksi suara dengan kualitas tinggi ketika bermain game dan di saat bersamaan mampu memberikan kenyamanan.

Dari sisi harga, Armaggeddon Fuze 3c juga mampu bersaing dengan headset gaming lain dengan kaliber sama. Untuk dapat membawa pulang headset ini, Anda hanya perlu menyediakan uang sebesar Rp440.000 saja. Harga yang relatif rendah untuk headset gaming, terutama bila Anda ingin menggunakannya untuk bermain game di waktu lama. Nah, pertanyaannya tentu adalah apakah yang dikorbankan oleh headset ini supaya ia dapat menghasilkan pengalaman suara gaming unggulan, kenyamanan, dan di saat bersamaan harganya relatif murah?

Warna lampu pada eksterior headset berubah otomatis
Warna lampu pada eksterior headset berubah otomatis

Eksterior ala Militer

Penampilan luar headset ini bila dilihat dari jauh terkesan cukup keren. Alasan utama dari impresi pertama tersebut berasal dari bentuknya yang berkesan militer. Meskipun ia menggunakan warna dominan hitam, tetapi pada permukaannya sendiri ditambahkan beberapa lekukan layaknya armor di tank. Menurut pendapat pribadi kami, lekuk itu bahkan lebih mendekati eksterior pada mecha Gundam. Warna hitam yang digunakan juga tidak mengkilap, sehingga lebih mengentalkan kesan militernya.

Meskipun terlihat metalik, sebenarnya bahannya terbuat dari plastik
Meskipun terlihat metalik, sebenarnya bahannya terbuat dari plastik

Ketika kami perhatikan lebih dekat, ternyata bahan pembuatan dari headset ini berasal dari plastik. Meskipun pada beberapa bagian terlihat seperti dilapisi logam, pada kenyataannya ia juga berasal dari plastik berwarna metalik gloss. Namun, bukan berarti bahan pembuatannya yang terkesan murah tersebut mengurangi apresiasi kami terhadap headset ini. Demi memotong harga, sudah sewajarnya ada bagian yang perlu berkompromi dan usaha headset ini untuk menutupinya sudah sangat sempurna.

Pada bagian driver headphone di kedua sisi, Anda juga dapat menemukan bagian yang dapat menyala. Berkat lampu yang ada di dalam driver headphone, headset ini mampu memberikan kesan gaming yang biasanya lekat dengan permainan cahaya di kegelapan. Nuansa lampunya juga berubah warna secara otomatis tanpa bisa diatur melalui program driver. Namun, menurut kami penggunaan lampu tersebut justru terkesan berlebihan. Padahal dengan bentuknya yang garang dan militan, sebaiknya penggunaan lampu di headset ini dibuat minimum saja. Lampu tersebut justru mengurangi kesan seriusnya. Sayangnya, tidak ada cara untuk mematikan lampu tersebut ketika Anda menghubungkan headset tersebut ke PC.

Busa empuk di headband selain untuk kenyamanan juga dapat menstabilkan posisi headset
Busa empuk di headband selain untuk kenyamanan juga dapat menstabilkan posisi headset

Kabel yang menghubungkan headset dengan konektor USB di PC juga perlu mendapat perhatian khusus. Bahan yang digunakan untuk melapisi kabel sepanjang 2,2 meter ini adalah fiber weave. Selain menjamin kekuatannya untuk waktu lama, kabel ini juga terhindar dari bahaya kusut setelah Anda gulung. Selain itu, kabel ini juga terhindar dari bahaya tertekuk yang beresiko putusnya kabel di bagian dalamnya.

Kenyamanan Jangka Panjang

Kenyamanan merupakan salah satu kelebihan yang ditawarkan oleh headset ini. Hal pertama yang memperlihatkan kenyamanan adalah keempukan busa earpad dan ukurannya. Berkat busa tersebut, daerah sekitar telinga Anda tidak akan iritasi meskipun menggunakan headset ini dalam waktu lama. Ukurannya juga menjadi satu nilai positifnya. Seluruh daun telinga Anda dapat masuk ke dalam earpad sehingga semakin meminimalisir terjadinya tekanan berlebih pada telinga. Seperti pada beberapa headset dengan ukuran earpad kecil, penggunaan dalam waktu lama dapat membuat telinga sakit.

Earpad nyaman digunakan untuk waktu lama
Earpad nyaman digunakan untuk waktu lama

Kedalaman earpad yang memisahkan antara dasar telinga dan ujung telinga juga cukup besar. Ketika kami menggunakan headset ini dalam waktu lama, ujung telinga kami sama sekali tidak merasa sakit. Hal ini biasanya terjadi pada headset dengan kedalaman kurang, sehingga menyebabkan ujung telinga ditekan oleh permukaan driver headphone. Untuk lebih menjaga kenyamanan di area tersebut, headset ini juga memberikan lapisan kain berpola yang cukup tebal dan empuk.

Pada bagian puncak headset, yaitu headband, kami menemukan adanya busa empuk yang cukup tebal. Berkat bantuan busa tersebut, bagian atas kepala menjadi lebih nyaman dan posisi headset juga tidak mudah bergeser. Sedangkan pada bagian headband yang bersentuhan dengan driver headphone, Anda juga dapat menemukan mekanis yang dapat ditarik dan dirapatkan. Bagian ini berguna untuk mengubah ukuran headband supaya dapat disesuaikan dengan lingkar kepala Anda. Sayangnya, pada bagian ini tidak diberikan pointer ukuran atau strip. Jadi, untuk menyeimbangkan antara dua sisi diperlukan perkiraan saja.

Microphone Responsif

Microphone yang dapat Anda gunakan pada headset ini juga patut diberikan pujian. Bagian badan yang menghubungkan antara ujung mic dengan driver headphone bagian kiri dapat dengan elastis diubah bentuknya. Berkat itu, kami dapat dengan mudah menyesuaikan posisinya terhadap mulut ketika ingin berbicara. Namun, karena sifatnya yang elastis, terkadang ia dapat dengan mudah berubah posisi bila terkena tekanan, misalnya bila tangan Anda tidak sengaja menyeka mulut dan menggeser posisinya. Mic tersebut juga tidak dapat dilepas ketika tidak digunakan. Jadi, Anda perlu menggerakkannya ke posisi menjauh dari mulut dan penampilannya akan membuat Anda terlihat seperti menggunakan headset dengan antena.

Posisi mic dapat diubah dengan mudah
Posisi mic dapat diubah dengan mudah

 

Kinerja mic pada headset ini sendiri sangat responsif dan berkualitas tinggi. Ketika kami menggunakannya untuk bermain game bersama rekan melalui media Internet, kualitas suara yang dihasilkannya begitu jernih dan mampu menyampaikan pesan suara dengan jelas. Suara yang ada di latar belakang juga tidak terlalu jelas terdengar sehingga rekan main Anda tidak akan terlalu terganggu dengan suara teriakan anak yang sedang bermain di ruangan sama. Sebisa mungkin, posisikan mic tersebut dekat dengan mulut untuk menjamin kejernihannya.

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…