Review Corsair Scimitar RGB: Menyederhanakan yang Ribet!

Reading time:
January 22, 2016
Corsair Scimitar RGB
Corsair Scimitar RGB

Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat saat ini, banyak produk elektronik mulai berusaha menawarkan sesuatu yang jauh berbeda dari apa yang kita ekspektasi darinya, termasuk di industri game. Tak lagi sekedar hanya menawarkan satu fungsi, ia berusaha memfasilitasi sebanyak mungkin kebutuhan spesifik lewat desain hardware dan software pendukung yang mumpuni. Begitu pesat hingga cukup untuk membuat beberapa produsen bahkan menawarkan lampu LED untuk ekstra informasi dan pembaca sidik jari untuk akses instan dan ekstra keamanan. Tapi dengan penambahn fungsi seperti ini, tidak mengherankan jika banyak gamer PC yang mulai ragu bahwa memang harga yang lebih mahal yang biasanya melekat pada citra sebuah mouse gaming memang jadi harga yang pantas untuk dibayar. Apalagi jika mereka mendefinisikan diri sebagai mouse yang didesain untuk genre gaming tertentu.

Jika Anda melihat desain yang ditawarkan oleh Corsair di produk mouse gaming teranyar mereka – Scimitar RGB, maka ada dua hal yang Anda pikirkan. Pertama, ia didesain dengan ekstra tombol segudang yang mirip dengan sebuah produk kompetitor dengan popularitas tinggi. Kedua, dengan desain bentuk dan fitur yang ia tawarkan, Anda akan dengan mudah menebak klaim seperti yang ditawarkan oleh mouse yang satu ini.

Lantas, bagaimana performa Scimitar RGB ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah mouse gaming yang mampu menyederhanakan sesuatu yang ribet? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Desain dan Fitur

Lekuk yang terlihat masuklin.
Lekuk yang terlihat maskulin.

Jatuh hati sejak pandangan pertama, desain Corsair Scimitar RGB ini memang pantas diacungi jempol. Dengan bentuk yang tak konvensional dengan penuh lekuk yang tegas di beberapa titik, ia memancarkan aura maskulin yang begitu kuat tetapi juga elegan di saat yang sama. Kombinasi warna kuning dan hitam yang jadi  tema utama juga menghasilkan penampilan keren yang siap untuk membuat mata gamer beralih memerhatikannya untuk beberapa waktu. Satu yang tak mungkin Anda abaika adalah hadirnya kutub yang berseberangan di kedua sisi mouse. Di sebelah kanan ia terlihat seperti mouse gaming pada umumnya yang membalut diri dengan sedikit bahan karet untuk memastikan grip yang lebih kuat. Di kiri mouse? Segudang ekstra tombol yang jauh nilai jual utamanya.

Anda tak mungkin bisa menyematkan embel-embel
Anda tak mungkin bisa menyematkan embel-embel “RGB” di mouse Anda tanpa sistem pencahayaan yang keren.
Ia bahkan menyinari sisi mouse.
Ia bahkan menyinari sisi mouse.

Namun sebelum berangkat lebih jauh untuk membahas semua fitur yang ia tawarkan, Corsair bisa dipastikan tak main-main untuk memastikan mouse ini hadir dengan sisi kosmetik yang mumpuni. LED jadi pondasi utama. Anda tak bisa menyebut produk Anda dengan embel-embel “RGB” jika ia tak didukung dengan sistem cahaya dengan beragam variasi dan efek yang keren, sesuatu yang ditawarkan oleh Scimitar ini. Tak hanya di logo kapal layar klasiknya saja, LED ini ditempatkan hampir di semua area Scimitar secara terpisah, dari area tombol untuk macro, mouse wheel, hingga di sudut kanan sebagai penanda sensitivitas.

Ekstra karet di bagian kanan untuk kenyamanan grip.
Ekstra karet di bagian kanan untuk kenyamanan grip.
Dengan bentu seperti ini, Anda sepertinya bisa memprediksi bahwa mouse ini memang tak akan
Dengan bentu seperti ini, Anda sepertinya bisa memprediksi bahwa mouse ini memang tak akan “nikmat” di tangan gamer kidal.

 

Di luar dari ekstra tombol yang ia tawarkan, tombol lainnya berada dalam posisi dan fungsi yang standar. Anda menemukan dua ekstra tombol di tengah untuk mengatur tingkat sensitivitas secara real-time untuk memastikan Anda bisa beradaptasi dengan aktivitas apapun yang tengah Anda jajaki saat ini, dengan tentu saja klik kiri, kanan, dan mouse wheel yang berada di tempat yang seharusnya.

Lantas, performa seperti apa yang disuntikkan Corsair di dalamnya? Berikut adalah spesifikasi lengkap yang ditawarkan:

  • DPI: 100dpi – 12.000 dpi
  • Sensor Type: Optical
  • Mouse Backlighting: 4 Zone RGB
  • Programmable Buttons: 17
  • Report Rate: Selectable 1000Hz/500Hz/250Hz/120Hz
  • On-board Memory: Yes
  • Weight: 147g
  • Mouse Feet: Extra Large PTFE
  • Dimensions: 119.4mm x 77mm x 48.8mm
  • CUE Software: Enabled
  • Cable: 1.8m Braided Fiber

Corsair Scimitar RGB, Seberapa Nyaman?

Corsair Scimitar RGB, seberapa nyaman?
Corsair Scimitar RGB, seberapa nyaman?

Terlepas dari berapa banyak pun fitur yang ia suntikkan, kenyamanan adalah salah satu faktor utama yang seharusnya menentukan apakah sebuah mouse gaming pantas untuk dilirik atau tidak. Percuma jika sesi gaming panjang Anda justru terganggu karena mouse yang terasa tak nyaman di tangan. Dari bentuknyayang berbeda dengan mouse gaming pada umumnya, Corsair Scimitar RGB ini memang terlihat punya potensi untuk memiliki celah kenyamanan tersebut. Bagaimana tidak? Sisi bagian kiri mousenya diisi dengan selusin tombol kecil yang juga berperan sebagai sandaran jempol. Sebuah sensasi genggam yang tentu saja akan terasa aneh jika dibandingkan dengan mouse gaming umumnya yang membalutnya padat dengan bahan plastik atau karet. Pertanyaannya kini, apakah ini adalah keputusan yang buruk?

Pertanyaan ini menjadi lebih krusial di mouse ini karena sisi kiri yang kini dipenuhi 12 tombol ekstra.
Pertanyaan ini menjadi lebih krusial di mouse ini karena sisi kiri yang kini dipenuhi 12 tombol ekstra.
Bentuk yang padat membuatnya tak akan terasa asing di jempol Anda.
Bentuk yang padat membuatnya tak akan terasa asing di jempol Anda. Ia juga meminimalisir salah tekan.

Untungnya, tidak. Secara garis besar, Corsair Scimitar RGB adalah sebuah mouse gaming yang tetap terasa nyaman untuk digenggam dalam waktu lama apalagi dengan ekstra bahan karet yang tetap ia sematkan di bagian kanan tubuhnya. Lusinan tombol ekstra yang ditujukan untuk makro ini didesain cukup padat satu sama lain sehingga Anda tak akan sulit untuk membiasakan jempol Anda di sana. Switch mekanikal untuk setiap tombol ini juga membuat kesalahan salah tekan karena jempol Anda yang terlalu reaktif menjadi sangat minimal. Setidaknya dari sisi desain, terlepas dari keunikan yang ia tawarkan, tangan Anda tak akan merasa terlalu asing.

Dengan
Dengan “kunci” ini, Anda bisa mengatur posisi sesi 12 tombol ini.
Kiri atau kanan, seperti yang Anda inginkan.
Kiri atau kanan, seperti yang Anda inginkan.

Untuk memastikan ekstra fitur ini memang bisa mengakomodasi kenyamanan semua gamer, mereka menyuntikkan mekanisme fisik via kunci yang disertakan di paket penjualan yang memungkinkan Anda untuk menggeser sesi tombol ini ke kiri dan ke kanan. Ini tentu saja untuk memastikan bahwa ia memang mendarat di posisi biasanya jempol Anda beristirahat sekaligus menjamin Anda tak terlalu mengeluarkan banyak aksi hanya untuk mengakses setiap tombol yang ada. Berita buruknya? Ia hadir dengan konsekuensi tersendiri.

Kepadatan memang membuat jempol Anda nyaman, tapi sayangnya berimbas pada sulitnya mengakses secara penuh ke-12 tombol ekstra ini. ia didesain begitu padat dan kecil hingga jempol kami sendiri tak bisa secara otomatis mengetahui dan mengakses tombol lain di luar tombol-tombol terluar yang bisa “dikenali” oleh sentuhan jempol Anda.

Tidak ada clue fisik dimana posisi jempol Anda sekarang untuk memperkirakan pergerakan di bagian tengah untuk mengakses tombol di sana tanpa resiko keliru sama sekali. Hasilnya? Walaupun sudah menentukan posisi terbaik dengan kunci yang disertakan, kami merasa lebih nyaman untuk hanya mengakses tombol-tombol di bagian terluar atau terdalam. Karena hanya dengan hal tersebut, kami tahu dengan pasti dimana jempol kami akan mendarat. Ada sedikit mimpi dan harapan bagi Corsair untuk membuatnya lebih modular di masa depan, dimana ada kesempatan bagi gamer untuk mengganti sendiri tombol yang jadi prioritas mereka dengan ukuran yang lebih besar. Masalah ini tak akan terjadi jika tombol “5”, misalnya, didesain dengan kemudahan akses dan ukuran yang berbeda dengan tombol lainnya.

Sayangnya, ukuran tombol ini benar-benar terasa kecil. Dengan minimnya clue sensorik untuk jempol Anda, sulit untuk mengakses tombol di area tengah tanpa resiko.
Sayangnya, ukuran tombol ini benar-benar terasa kecil. Dengan minimnya clue sensorik untuk jempol Anda, sulit untuk mengakses tombol di area tengah tanpa resiko.
Dari sisi performa, tak perlu ada hal yang Anda ragukan dari mouse yang satu ini.
Dari sisi performa, tak perlu ada hal yang Anda ragukan dari mouse yang satu ini.

Namun jika kita berbicara soal performa, Corsair Scimitar RGB adalah sebuah senjata gaming yang mumpuni. Hampir tak ada yang bisa dikeluhkan darinya. Mampu menerjemahkan setiap klik yang Anda lakukan, secepat mungkin, ia juga didukung dengan tombol scroll wheel yang nyaman. Penempatan lampu LED di bagian kiri tepat untuk memberikan informasi tingkat sensitivitas mouse Anda saat ini secara instan. Dengan range yang ia tawarkan, tak ada genre yang perlu Anda khawatirkan. Sementara Anda yang cukup sensitif dengan berat juga tak perlu khawatir, karena untuk urusan tersebut, ia akan memenuhi apa yang Anda butuhkan.

Dari semua deskripsi di atas, Corsair Scimitar RGB tampaknya hadir sebagai sebuah mouse gaming impian yang pantas untuk dilirik. Namun Anda tampaknya sadar, bahwa kami sendiri masih belum menjawab sang pertanyaan besar yang jadi sub-judul di atas. Apa yang membuat kami menyebut mouse sebagai “penyederhana” untuk sebuah game yang ribet? Bukan LED, bukan bentuk, bukan ekstra tombol yang membuat Scimitar ini menggoda. Tetapi kesempatan untuk memodifikasi fungsinya lah yang luar biasa!

Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…