Review Resident Evil 0 HD Remaster: Nostalgia Manis!

Reading time:
January 28, 2016
RE 0 HD Remaster Jagatplay (1)

Jika Anda dan saya berbicara soal Resident Evil belasan tahun yang lalu, maka kita berdua akan berbicara soal salah satu franchise game survival horror terbaik yang pernah ada, yang sejauh ini berhasil memenuhi hampir semua harapan yang kita inginkan. Sekaligus mungkin sedikit membahas cita rasa baru yang hendak disuntikkan Capcom dengan menghadirkan sensasi action yang lebih kentara lewat Resident Evil 4, yang untuk pertama kalinya, hadir dengan kamera third person shooter dari balik pundak sang karakter utama. Ada rasa optimisme besar di sana bahwa ini adalah sensasi yang secara konsisten memenuhi setiap rilis Resident Evil yang meluncur ke pasaran. Satu yang pasti, pembicaraan yang satu ini tak akan pernah berakhir dengan prediksi bahwa ia justru akan jatuh ke pusaran citra game action yang lebih kentara seperti yang dilakukan Capcom saat ini.

Gamer yang baru mengenal Resident Evil dari seri keempat atau kelima mungkin akan bertanya-tanya, mengapa banyak gamer yang terlihat mengeluh dengan pendekatan yang dilakukan Capcom saat ini, terutama setelah rilis Resident Evil 6 yang dipenuh kritik? Keluhan seperti ini biasanya muncul dari gamer “lawas” yang sempat mencicipi seri-seri awalnya dan memahami mengapa ia sempat disebut sebagai game survival horror terbaik di pasaran. Dengan usia yang mungkin sudah terlampau tua, game-game original ini mungkin terasa tak lagi relevan untuk dinikmati, apalagi dari sisi visual. Berita baiknya, terlepas dari strategi yang terlihat seperti usaha untuk mencari keuntungan secara instan, Capcom mulai berfokus melemparkan game-game HD Remaster Resident Evil lawas untuk platform generasi ini dan juga – PC.

Kerennya lagi, tak sekedar sebuah usaha main-main, proyek sebelumnya berakhir begitu fantastis. Benar sekali, kita tengah membicarakan Resident Evil HD Remaster yang meluncur di awal tahun 2015 kemarin. Ia mendapatkan pujian dari gamer yang memang sudah lama merindukan cita rasa Resident Evil yang lebih lawas namun tetap relevan dengan teknologi saat ini, yang juga ditranslasikan dalam bentuk angka penjualan yang cukup untuk membuat Capcom terkejut dan puas. Dan kini, strategi yang sama kembali, dan namun diarahkan untuk judul Resident Evil GameCube yang lain – Resident Evil 0 HD Remaster.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh Resident Evil 0 HD Remaster ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menjual nostalgia manis? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Seperti nama yang ia usung, RE 0 HD Remaster mengambil timeline sebelum event di Resident Evil pertama.
Seperti nama yang ia usung, RE 0 HD Remaster mengambil timeline sebelum event di Resident Evil pertama.

Seperti nama yang ia usung, Resident Evil 0 mengambil timeline sebelum event menyeramkan yang terjadi di Resident Evil pertama, sebelum bencana yang berhubungan dengan Umbrella menjadi sebuah ancaman terbuka. Di tahun 1998, sebuah kereta cepat di bawah perusahaan raksasa tersebut – Ecliptic Express tiba-tiba diserang oleh serbuan makhluk kecil misterius yang membunuh hampir semua penumpang di dalamnya. Di hari yang sama, tim Bravo dari STARS (Special Tactics and Rescue Service) diminta untuk menyelidiki kasus pembunuhan dan kanibalisme yang terjadi di gunung Arklay, di luar Raccoon City. Seperti yang bisa diperdiksi, mereka juga menemukan Ecliptic Express yang berada dalam kondisi berantakan di kala itu.

Kereta Umbrella
Kereta Umbrella – Ecliptic Express diserang makhluk-makhluk kecil misterius yang berhasil membunuh semua penumpangnya.
Seperti yang diprediksi, STARS yang tengah berusaha menyelidiki sesuatu di dekat sana bersinggungan dengan kereta ini.
Seperti yang diprediksi, STARS yang tengah berusaha menyelidiki sesuatu di dekat sana bersinggungan dengan kereta ini.

Anda berperan sebagai anggota STARS muda – Rebecca Chambers yang secara aktif menyelidiki apa yang sebenarnya tengah terjadi dengan kereta cepat tersebut. Namun semakin ia masuk, semakin banyak misteri yang harus ia hadapi, termasuk para mayat yang kembali hidup dan menghantui dirinya. Di tengah perjalanan, Rebecca bertemu dengan sosok Billy Coen – seorang narapidana yang  berhasil menyelamatkan diri dari proses eksekusi mati dan dituduh telah menghabisi lebih dari 23 orang petugas keamanan. Walaupun tidak percaya di awalnya, Rebecca dan Billy mengerti bahwa untuk bertahan hidup, mereka berdua tak punya opsi lain untuk saling bekerja sama.

Untuk memastikan diri bisa bertahan hidup, Rebecca - anggota muda STARS harus bahu-membahu dengan si buronan - Billy Coen.
Untuk memastikan diri bisa bertahan hidup, Rebecca – anggota muda STARS harus bahu-membahu dengan si buronan – Billy Coen.
Siapakah sosok misterius yang tampaknya jadi sumber masalah ini?
Siapakah sosok misterius yang tampaknya jadi sumber masalah ini?

Siapa yang harus mereka hadapi? Investigasi lebih jauh memang menetapkan Umbrella sebagai sumber dari segala masalah. Namun di tengah perjalanan ini, mereka secara konsisten bertemu dengan satu sosok pria misterius yang tampaknya punya kekuatan untuk mengendalikan lintah kecil menyeramkan yang sudah “menghabisi” Ecliptic Express itu sendiri. Pria ini terlihat menggunakan kemampuan suara dan nyanyian merdunya untuk melakukan apa yang ia inginkan.

Lantas, siapa sebenarnya sosok pria tersebut? Mimpi buruk seperti apa yang harus dihadapi oleh Rebecca dan Billy? Mampukah mereka bertahan hidup dari gelombang teror ini? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Resident Evil 0 HD Remaster ini.

Review ini menggunakan testbed dari Roccat

ROCCAT-Logo_Horizontal_2015_STR_BLK_NoBG

Dikerjakan dan Dimainkan dengan Kave XTD, Roccat Kone XTD, Roccat Raivo, dan Roccat Ryos MK Pro

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…