Review Resident Evil 0 HD Remaster: Nostalgia Manis!

Reading time:
January 28, 2016

Bersiap Frustrasi!

Menyenangkan? Tunggu dulu. Ada satu sistem yang akan membuat Anda frustrasi.
Menyenangkan? Tunggu dulu. Ada satu sistem yang akan membuat Anda frustrasi.

Sistem dua karakter yang diusung oleh Resident Evil 0 HD Remaster juga diperkuat dengan sebuah perubahan sistem lainnya, yang sayangnya, bukan sesuatu yang bisa dilihat sebagai sesuatu yang positif dan justru bertolak belakang dengan elemen gameplay lain yang nyaris sempuna, setidaknya dari  kacamata kami. Kita semua tahu bahwa Resident Evil selalu memuat kebutuhan untuk mengatur item karena jumlah inventory yang terbatas. Di seri terdahulu, sistemnya sangat sederhana. Semua item yang tak lagi Anda butuhkan biasanya bisa disimpan di sebuah Item Box yang akan terhubung satu sama lain dengan Item Box lainnya dengan letak yang berdekatan dengan Save Point. Dengan sistem seperti ini, Anda akan selalu punya ruang untuk ekstra item lainnya. Peluru? Senjata yang butuh ruang besar? Item kunci yang belum terpakai? Simpan di item box, keluarkan ketika memang dibutuhkan, voila! semua masalah selesai. Sekarang bayangkan apa yang harus Anda lakukan jika “Item Box” ini hilang. Benar sekali, selamat datang di Resident Evil 0 HD Remaster.

12 slot, 6 slot untuk masing-masing karakter. Banyak? Tunggu dulu.
12 slot, 6 slot untuk masing-masing karakter. Banyak? Tunggu dulu.
Game ini hadir tanpa Item Box!
Game ini hadir tanpa Item Box!

Mungkin untuk memastikan pengalaman yang lebih otentik, konsep yang menjadi sumber keluhan gamer di masa lalu ini ternyata tetap dipertahankan Capco di Resident Evil 0 HD Remaster. Memang secara logis, Anda memang punya kapasitas ruang “lebih besar” dengan sistem dua karakter – Billy dan Rebecca yang juga bisa saling bertukar item. Dengan slot total 12 buah, secara logis, ia seharusnya cukup untuk memuat segala jenis key item yang dibutuhkan, sekaligus senjata. Bahwa ada selalu ekstra ruang untuk membawa apa yang Anda inginkan. Namun siapa yang menyangka, management inventory ini justru jadi bagian tersulit Resident Evil 0. Sesuatu yang akan membuat Anda menghela nafas panjang.

Mengapa? Karena memang desain ini bisa dibilang catat. Anda memang punya 12 slot kosong – 6 slot untuk Rebecca dan 6 slot untuk Billy di awal. Namun begitu Anda mengetahui bahwa tidak ada Item Box, Anda akan mulai memahami bahwa 12 slot ini tidak akan pernah cukup. Asumsikan Rebecca dan Billy masing-masing harus membawa satu handgun dan satu box peluru, yang membuat 2 slot masing-masing karakter sudah pasti terisi. Ini berarti Anda hanya tinggal punya 8 slot untuk digunakan. Oke, sekarang masing-masing karakter butuh 1 slot untuk item penyembuh, baik sekedar Herb ataupun First Aid Spray untuk memastikan Anda tidak harus mati dan mengulang permainan. Dan kini, Anda hanya punya 6 slot untuk 2 karakter.

Senjata baru? 2 slot. Senjata kecil dan kotak peluru? 2 slot. Ditambah dengan fakta ada salah satu item kunci yang tak bisa dibuang begitu saja, membuat pengaturan slot kosong ini jadi mimpi buruk tersendiri.
Senjata baru? 2 slot. Senjata kecil dan kotak peluru? 2 slot. Ditambah dengan fakta ada salah satu item kunci yang tak bisa dibuang begitu saja, membuat pengaturan slot kosong ini jadi mimpi buruk tersendiri.

Berita yang lebih buruk? Ada sebuah item kunci seperti Hookshot, misalnya, yang harus terus Anda bawa hingga akhir permainan dan memakan 2 slot inventory Anda. Dan Anda kini hanya punya 4 slot tersisa untuk 2 karakter. Sepanjang permainan, apalagi ketika harus berhadapan dengan boss, Anda akan menemukan varian senjata lebih kuat. Lalu Anda menemukan Shotgun yang ternyata butuh 2 slot, plus kotak peluru yang juga memakan 1 slot juga. Selamat, Anda kini tinggal 1 slot tersisa untuk masing-masing karakter. Sekarang bagaimana mengatur inventory supaya tak hanya item untuk bertahan hidup, Anda juga harus memastikan bahwa key item atau bahkan senjata lebih kuat seperti Grenade Launcher yang memakan 2 slot tetap bisa Anda ambil di sepanjang permainan.

Kerennya lagi, Capcom juga dengan mudah “menipu” Anda untuk terus berkutat dengan invetory management yang menyebalkan ini. Mengapa? Karena berbeda dengan seri Resident Evil lain yang biasanya hanya memperlihatkan 1-2 key item yang bisa didapatkan untuk membuka area yang terdekat dan langsung membuangnya, hampir semua key item di Resident Evil 0 HD Remaster tepapar begitu saja, mengkilat, seolah menggoda Anda untuk segera mengambilnya. Hampir semua insting gamer tentu akan langsung memasukkan item kunci seperti ini ke tas mereka. Namun ketika Anda menyadari bahwa ternyata key item masih butuh waktu lama untuk digunakan dan ada lebih banyak key item yang harus segera diambil untuk progress lebih dekat, Anda mungkin akan mulai melemparkan sumpah serapah.

Yeay, Grenade Launcher! 2 slot? ARGGGHHHHH...!!!
Yeay, Grenade Launcher! 2 slot? ARGGGHHHHH…!!!
Sebagai gantinya, Capcom membuat karakter bisa menjatuhkan item manapun yang tak ia butuhkan ke lantai untuk dipungut lagi nanti. Otomatis menggantikan posisi item box? Nope.
Sebagai gantinya, Capcom membuat karakter bisa menjatuhkan item manapun yang tak ia butuhkan ke lantai untuk dipungut lagi nanti. Otomatis menggantikan posisi item box? Nope.

Capcom memang menyuntikkan sebuah sistem berbeda. Untuk “menggantikan” sistem Item Box di seri Resident Evil lain, mereka membuat Anda bisa menjatuhkan item apapun di semua area permainan Resident Evil 0 HD Remaster untuk memungutnya kembali di masa depan. Namun ingat, ia tetap bukan Item Box. Jika Anda menjatuhkan key item di area A misalnya, ia tidak akan otomatis berpindah tempat ke area terdekat jika dibutuhkan. Anda tetap harus melakukan backtrack ke area A jika Anda ternyata menemukan bahwa item tersebut dibutuhkan di Area C, misalnya. Frustrasi dengan sistem ini, satu-satunya yang “menyelamatkan” kami agar tak jatuh ke kegilaan kami sendiri hanyalah walkthrough yang tersebar di dunia maya, yang untungnya, untuk sebuah game keluaran belasan tahun lalu, tersedia lengkap dengan sekuens yang juga sangat mudah untuk dimengerti. Selamat tinggal rasa frustrasi “salah-ambil-key-item-dan-sekarang-gua-enggak-tahu-mau-simpan-item-lain-di-mana” yang sempat kami rasakan di awal.

Kesimpulan

RE 0 HD Remaster Jagatplay (92)
Resident Evil 0 HD Remaster tetaplah sebuah proyek remaster yang fantastis dan pantas untuk diacungi jempol. Kami merekomendasikannya untuk Anda yang memang mencintai sensasi survival horror klasik atau hanya sekedar ingin tahu, mengapa banyak gamer lawas Resident Evil begitu merindukan Capcom untuk kembali ke akar franchise yang sudah membesarkan namanya.

Jadi, apa yang bisa disimpulkan dari Resident Evil 0 HD Remaster? Maka seperti apa yang kami rasakan untuk Resident Evil HD Remaster di awal tahun 2015 lalu, kami tidak ragu untuk merekomendasikannya kepada Anda. Dari sisi visualnya yang mendapatkan perombakan cukup signifikan hingga pantas disejajarkan dengan game-game keluaran terbaru saat ini, Capcom sudah terbukti tidak main-main untuk mencapai apa yang mereka klaim sebagai produk HD Remaster. Dikombinasikan dengan citra klasik Resident Evil yang sulit, menantang, dan butuh kewaspadaan di setiap sudut, Resident Evil 0 HD Remaster akan memberikan alasan yang solid mengapa franchise racikan Capcom ini menyandang predikat sebagai salah satu yang terbaik di masa lalu.

Namun tentu saja, ada beberapa kekurangan yang pantas untuk dicatat. Seperti yang kami sebutkan di atas, keluhan utama tetap mengakar pada sistem inventory yang jadi sumber rasa frustrasi tersendiri di Resident Evil 0 HD Remaster. Kami memang mengerti bahwa usaha untuk memastikan bahwa pengalamannya berakhir menjadi sesuatu yang otentik, namun tidak lantas jadi justifikasi yang kuat bahwa Capcom harus tetap mempertahankan sebuah sistem yang sudah lama menjadi sumber keluhan untuk banyak gamer. Game ini akan terasa jauh lebih bisa dinikmati jika Anda tak harus berpikir keras apakah Anda harus membuang Ink Ribbon di tangan Anda dan berhadapan dengan resiko tak bisa melakukan save hanya untuk mendapatkan satu key item yang ternyata, masih digunakan nanti.

Terlepas dari kekurangan tersebut, Resident Evil 0 HD Remaster tetaplah sebuah proyek remaster yang fantastis dan pantas untuk diacungi jempol. Kami merekomendasikannya untuk Anda yang memang mencintai sensasi survival horror klasik atau hanya sekedar ingin tahu, mengapa banyak gamer lawas Resident Evil begitu merindukan Capcom untuk kembali ke akar franchise yang sudah membesarkan namanya.

Kelebihan

Semua hal yang Anda cintai dari seri RE.
Semua hal yang Anda cintai dari seri RE klasik.
  • Peningkatan kualitas visual signifikan
  • Cita rasa survival horror klasik
  • Sistem dua karakter yang unik

Kekurangan

Kecuali sistem inventory-nya. Bahkan Rebecca sendiri terkejut tak percaya melihat seberapa sering ia harus berhadapan dengan omong kosong ini.
Kecuali sistem inventory-nya. Bahkan Rebecca sendiri terkejut tak percaya melihat seberapa sering ia harus berhadapan dengan omong kosong ini.
  • Sistem inventory yang menyebalkan

Cocok untuk gamer: yang mencintai seri Resident Evil klasik, butuh sensasi survival horror yang kental

Tidak cocok untuk gamer: yang tak suka dengan management inventory terbatas, mudah menyerah

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…