Review That Dragon, Cancer: Meremukkan Hati!

Reading time:
January 13, 2016

 

That dragon cancer jagatplay (2)

Jika ada satu tren yang terhitung menarik di industri game, apalagi setelah rilis begitu banyak di tahun 2015 silam, adalah fakta bahwa video game bukan lagi sekedar sebuah industri yang memberikan Anda sebuah produk interaktif yang berujung hanya pada dua sensasi saja: menghibur atau menantang. Di tangan beberapa developer, raksasa ataupun indie, ia jadi sebuah media efektif untuk melemparkan sebuah ide unik dan gila dengan eksekusi yang di luar jalur konvensional, dengan pengalaman gaming yang belum pernah ada sebelumnya. Ia hadir dengan cerita yang lebih kuat, sensasi emosional yang begitu personal, hingga konsep gila yang membuat video game menembus identitas “sekedar” sebagai sebuah media untuk bersenang-senang. Sebaliknya, ia justru akan jadi sebuah ruang yang siap untuk meremukkan hati Anda hingga menjadi kepingan-kepingan kecil.

Lihat saja apa yang dilakukan game-game seperti Gone Home, Her Story, atau The Beginner’s Guide yang justru menjadikan video game sebagai sebuah jembatan untuk melemparkan cerita interaktif dalam format yang tak biasa. Satunya terasa personal lewat masalah keluarga yang ia usung, satunya melemparkan format penceritaan tanpa benang merah yang dieksekusi dengan luar biasa, sementara satunya lagi justru membangun narasi lewat monolog dan desain mini game tak rampung yang dikemas rapi. Menariknya lagi? Tren yang cukup kami sambut baik ini tampaknya tak akan beranjak dari industri game dalam waktu dekat ini. Lebih banyak game seperti ini muncul, termasuk salah satu yang terbaru – That Dragon, Cancer.

Lantas, apa yang ditawarkan oleh That Dragon, Cancer ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang siap untuk meremukkan hati Anda? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

That Dragon, Cancer hadir dengan tema yang berat - soal berhadapan dengan kematian.
That Dragon, Cancer hadir dengan tema yang berat – soal berhadapan dengan kematian.

Pernahkah Anda membayangkan sebuah skenario dimana Anda harus berhadapan dengan fakta, bahwa orang yang paling Anda kasihi di dunia ini, mereka yang menjadi bagian dari setiap nafas yang Anda hembuskan di bumi, tak punya lagi sisa tenaga untuk bertahan dan menemani Anda secara fisik? Bahwa terlepas dari fakta apakah Anda siap atau tidak, apakah mereka ingin atau tidak, kematian sudah menunggu di depan pintu rumah dan mulai berbisik hendak meminta izin untuk masuk? Dan ketika Anda sekuat mungkin menahan pintu tersebut, kematian tak ambil pusing dan mulai masuk lewat celah-celah yang tak akan pernah bisa Anda jaga. Dan tiba-tiba, kepingan hati Anda pecah dan hilang selamanya.

Tema inilah yang berusaha dieksplorasi oleh Numinous Games sebagai developer lewat game pertama mereka – That Dragon, Cancer. Anda akan berperan sebagai dua orang tua – Ryan Green dan Amy Green yang harus berhadapan dengan fakta bahwa anak mereka – Joel Green mungkin tak akan sempat tumbuh dewasa. Sejak kecil, Joel sudah didiagnosa dengan sebuah kanker otak langka yang butuh perjuangan untuk ditundukkan. Game ini akan mengeksplorasi kondisi mental keduanya dalam kondisi untuk mencerna dan menerima semua informasi ini, bagaimana orang tua harus berhadapan dengan sebuah mimpi terburuk yang tak akan pernah bisa mereka bayangkan ini.

Ia mengambil sudut pandang orang tua - Ryan dan Amy Green yang harus melihat anak mereka bertarung dengan kanker yang ganas.
Ia mengambil sudut pandang orang tua – Ryan dan Amy Green yang harus melihat anak mereka bertarung dengan kanker yang ganas.
“Dragon” adalah sebuah perumpamaan untuk kanker tersebut.

Lantas, mengapa namanya “That Dragon, Cancer”.  Selain Joel, Ryan dan Amy juga punya anak laki-laki lain yang dengan setia terus mengharapkan kesembuhan adik-adik mereka. Tak mudah tentu saja untuk menjelaskan kepada anak-anak konsep soal kematian dan sakit di tengah kacamata mereka yang begitu polos melihat dunia. Dragon alias naga bernama “Cancer” ini adalah perumpamaan yang mereka suntikkan dalam cerita untuk menjelaskan posisi Joel dan perjuangannya untuk menundukkan sang kanker di dalam tubuhnya tersebut. Bahwa Joel adalah sosok pejuang gagah berani layaknya seorang ksatria medieval yang tak menyerah berusaha membunuh sang naga, yang pelan tapi pasti, terus memangsa tubuhnya.

Perjuangan seperti apa yang harus dilalui oleh Joel?
Perjuangan seperti apa yang harus dilalui oleh Joel?

Lantas, perjuangan seperti apa yang harus dilalui Joel Green ini? Apakah ia berhasil menundukkan kanker langka yang sudah menghinggapi tubuhnya sejak ia pertama kali melihat dunia? Perjalanan emosional seperti apa yang harus Anda hadapi? Anda harus mencicipi That Dragon, Cancer sendiri untuk mengetahui jawabannya.

 

Review ini menggunakan testbed dari Roccat

ROCCAT-Logo_Horizontal_2015_STR_BLK_NoBG

Dikerjakan dan Dimainkan dengan Kave XTD, Roccat Kone XTD, Roccat Raivo, dan Roccat Ryos MK Pro

Pages: 1 2 3
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…