Review Thermaltake Tt eSPORTS Poseidon Z RGB: Gelombang Warna Impian!

Reading time:
February 19, 2016
Thermaltake Poseidon Z RGB
Thermaltake Poseidon Z RGB

Thermaltake Poseidon Z lagi? Ini mungkin reaksi pertama Anda ketika mendengar judul di atas. Sesuatu yang sangat dimengerti mengingat pemberian nama yang dilemparkan Thermaltake untuk jajaran produk keyboard mereka yang satu ini memang terhitung membingungkan. Anda mungkin pernah mendengar nama Poseidon, Poseidon Z, dan Poseidon ZX di masa lalu yang menawarkan tak hanya jeroan, tetapi juga fitur ekstra di dalamnya. Pendekatan ini jugalah yang tetap menjadi basis untuk varian terbaru – Poseidon Z RGB yang akhirnya tiba di meja kami. Seperti yang bisa Anda prediksi, apalagi melihat nama yang ia usung, Anda tahu jelas apa yang jadi kekuatannya, apalagi dengan judul yang kami sematkan di atas.

Desain dan Fitur

Di permukaan, desainnya tak banyak berbeda dengan seri Poseidon Z terdahulu.
Di permukaan, desainnya tak banyak berbeda dengan seri Poseidon Z terdahulu.

Secara garis besar, Poseidon Z RGB mengusung desain dan fitur yang hampir sama dengan varian pendahulunya. Ia tetaplah sebuah keyboard mekanikal yang dirancang ringkas, namun dengan performa yang tak perlu lagi diragukan. Maka seperti nama Poseidon Z di seri sebelumnya pula, Thermaltake sudah beralih dengan switch Kailh dan tak lagi Cherry MX. Kombinasi ini menawarkan sensasi ketik yang serupa, tetapi memungkinkan Thermaltake untuk menawarkannya di tingkat harga yang lebih terjangkau. Bahkan jika dibandingkan dengan beberapa kompetitornya yang lain, harga mungkin jadi salah satu kekuatan Poseidon Z RGB.

Harus diakui, jika tak terhubung dengan PC, keyboard ini terlihat biasa dan membosankan.
Harus diakui, jika tak terhubung dengan PC, keyboard ini terlihat biasa dan membosankan.
Celah untuk mengatur tata letak kabel.
Celah untuk mengatur tata letak kabel.

Anda masih akan berhadapan dengan sebuah keyboard berukuran kecil, namun dengan ukuran tuts yang tetap nyaman untuk digunakan. Tetap tidak ada ekstra slot untuk USB atau audio jack, dengan ekstra celah di bagian bawah keyboard untuk membantu Anda mengatur tata letak kabel yang ada. Secara kasat mata, ia tak terlihat seperti sebuah keyboard gaming yang menarik, setidaknya dari sisi kosmetik, apalagi dengan minimnya pendekatan desain logo dan sejenisnya untuk membuatnya lebih mampu menarik perhatian. Kekuatannya justru terletak ketika Anda mulai menghubungkannya ke PC dan mulai “bermain” dengan perangkat lunak yang ia sertakan.

Seperti namanya, 16 juta warna kombinasi LED yang disematkan tentu jadi kekuatan keyboard yang satu ini.
Seperti namanya, 16 juta warna kombinasi LED yang disematkan tentu jadi kekuatan keyboard yang satu ini.
Mirror Plate yang disematkan di belakang tiap tuts memang membuat warna yang dihasilkan lebih cerah. Namun di sisi lain, celahnya berpotensi jadi
Mirror Plate yang disematkan di belakang tiap tuts memang membuat warna yang dihasilkan lebih cerah. Namun di sisi lain, celahnya berpotensi jadi “sarang” kotoran.

Benar sekali, seperti nama yang ia usung, Poseidon Z RGB akan tampil gemilang begitu Anda menghidupkannya. LED dengan dukungan hingga 16 juta warna tersimpan di balik setiap tuts yang satu ini. Celah ekstra yang mungkin bisa merepotkan untuk kotoran kecil yang mungkin masuk di antaranya, ternyata membantu untuk memperkuat efek warna yang keluar dari keyboard yang satu ini. Sesuatu yang akan kita bahas di sesi selanjutnya. Lantas, spesifikasi seperti apa yang mereka tawarkan? Ini dia:

  • Color: Black
  • No. of Macro Keys: 510 Macro Sets (Game Mode)
  • No. of Game Profiles: 5
  • Weight: 995 Grams
  • Dimension: 440 x 133 x 37 mm
  • Interface: USB
  • Membrane, Mechanical, Plunger: Mechanical
  • Anti-Ghosting Keys: 100% Anti-Ghosting with 104 key rollover on USB
  • On-Board Memory Size: 512 KB
  • Polling Rate: 1000 Hz
  • Back-light: RGB 16.8 Million Color
  • Wrist Rest: No
  • Smart Cable Management: Yes / 3 Ways
  • Keystroke Lifecycle: 50 Million
  • Cable Length: 1.8m
  • Other Features: Adjustable Brightness
  • Graphical UI: Yes

Poseidon Z RGB, Seberapa Nyaman?

Thermaltake Poseidon Z RGB, seberapa nyaman?
Thermaltake Poseidon Z RGB, seberapa nyaman?

Anda yang sering membaca review kami tampaknya sudah mengerti bahwa mekanikal selalu jadi pilihan utama kami ketika membicarakan keyboard gaming. Ia mungkin jadi peripheral yang berakhir mimpi buruk untuk Anda yang lebih senang dengan suasana yang tenang, namun sulit untuk dipungkiri, bahwa ia akan memastikan jari Anda lebih nyaman menari di atasnya jika preferensi terhadap warna switch memang sudah ditetapkan. Dari sisi ukuran, walaupun hadir tanpa wrist rest, Poseidon Z RGB tetaplah sebuah keyboard ringkas yang nyaman untuk digunakan. Tata letak tuts dan ukuran yang tepat untuk beragam fungsi yang ada tak akan membuat Anda kesulitan untuk menguasainya dengan memori otot yang ada. Pertama kali berhadapan dengannya, Anda akan merasa familiar dan memaksimalkannya secara penuh.

Berita baiknya, berbeda dengan Poseidon Z yang di masa lalu yang tak didukung dengan perangkat lunak yang mumpuni, Poseidon Z RGB akhirnya mendapatkan dukungan penuh. Dengan driver yang bisa Anda unduh dari situs resmi Thermaltake, Anda bisa mengatur banyak fungsi di sini, termasuk efek lighting yang bisa dimunculkan dengan ragam efek yang ada. Sementara Anda yang memang terlibat dengan ragam genre game yag ada, fungsi makro untuk mengakses sekuens perintah secara instan disertakan dengan kebebasan untuk menyematkannya di ragam tombol yang ada. Poseidon Z RGB memang tak menyertakan ekstra tombol apapun untuk mempertahankan identitasnya sebagai sebuah keyboard yang ringkas, namun Anda bisa menyuntikkan fungsi yang satu ini di hampir semua tombol yang mungkin menurut Anda, tak terlalu dibutuhkan.

Kini dengan dukungan perangkat lunak untuk memodifikasi beragam fungsi dengan user-interface sederhana yang mudah dikuasai.
Kini dengan dukungan perangkat lunak untuk memodifikasi beragam fungsi dengan user-interface sederhana yang mudah dikuasai.
Walaupun banyak rumor soal durabilitasnya, switch Kailh yang disuntikkan Thermaltake menjalankan tugasnya dengan sangat baik.
Walaupun banyak rumor soal durabilitasnya, switch Kailh yang disuntikkan Thermaltake menjalankan tugasnya dengan sangat baik.

Salah satu yang menarik dari Poseidon Z RGB ini adalah kesempatan Thermaltake untuk menawarkan tingkat harga lebih terjangkau lewat keputusan untuk terus mempertahankan Kailh – switch asal China sebagai basis yang tentu saja, lebih murah dibandingkan dengan menggunakan Cherry MX – yang notabene merupakan teknologi asal Jerman. Kami sendiri kebetulan mendapatkan versi Switch Biru, dan bukannya versi Switch Brown yang juga tersedia di pasaran. Terlepas dari beragam rumor yang tersebar di dunia maya soal tingkat durabilitasnya yang berbeda, Kailh tetaplah switch yang bisa diandalkan. Sensasi yang ia tawarkan hampir sulit untuk dibedakan, termasuk respon dan ketepatannya itu sendiri. Anda akan sangat sulit untuk membedakannya kecuali Anda membuka tuts dan melihat merk switch itu sendiri. Switch blue Poseidon Z RGB terasa seperti apa yang Anda harapkan.

Tak ada komplain sama sekali soal performanya sebagai peripheral gaming.
Tak ada komplain sama sekali soal performanya sebagai sebuah peripheral gaming.

Lantas, bagaimana dari fungsinya sebagai sebuah keyboard gaming? Anda akan merasa bahwa jari Anda berada di tempat yang tepat dengan Poseidon Z RGB ini. Fitur anti-ghosting, switch blue Kailh yang ia usung, hingga ragam fungsi makro yang ia sertakan akan memenuhi hampir semua hal yang Anda butuhkan. Cepat, nyaman, akurat, Poseidon Z RGB akan memastikan bahwa tak akan ada momen gaming Anda yang berakhir jadi kekecewaan hanya karena kegagalannya untuk menerjemahkan perintah yang Anda butuhkan. Kami sendiri menjajalnya di DOTA 2 dan juga untuk Firewatch, baik di sesi gaming atau menjadikannya sebagai senjata utama untuk mengetik artikel review di minggu  yang sama. Hasilnya? Tak ada yang bisa dikeluhkan di sini, segala sesuatu yang ia tawarkan berjalan dengan baik dan semestinya. Ia adalah sebuah keyboard yang pantas untuk menyandang “status” gaming yang ia tawarkan.

Pages: 1 2
Load Comments

PC Games

August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…

PlayStation

September 14, 2021 - 0

Review DEATHLOOP: Kesenangan Berulang, Berulang, Berulang!

Kami yakin sebagian besar dari Anda tentu saja sudah familiar…
September 8, 2021 - 0

Review Tales of Arise: Dahaga yang Terpuaskan!

Salah satu seri JRPG yang paling konsisten lahir di industri…
August 27, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yasuhiro Kitao (Elden Ring)!

Impresi pertama yang begitu kuat dan mengagumkan, tidak ada lagi…
August 27, 2021 - 0

Impresi Elden Ring: Souls dengan Rasa Berpetualang!

Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama From Software saat…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…