2 Tahun, GTA V Masih Laris

Author
David Novan
Reading time:
February 4, 2016

 

new gta v pc screenshot (2)

Bila diukur dari tingkat kepopuleran, tampaknya sangat sedikit game yang mampu menyaingi Grand Theft Auto V atau GTA V. Berkat beragam kontroversi, nama GTA V menjadi terangkat dan membuat semua orang penasaran. Bahkan setelah game ini berumur 2 tahun sekalipun, GTA V masih saja dicari dan dibeli. Hal ini terungkap pada laporan keuangan Take-Two Interactive hari ini, dengan total penjualan mencapai 60 juta copy, dari 54 juta copy pada Juni lalu.

Taktik penjualan GTA V sendiri sebenarnya harus diberikan pujian tersendiri. Berkat usaha ekstra dari tim developernya untuk memberikan peningkatan, terutama di sisi kualitas grafis setiap kali game ini dirilis pada sistem baru (PS4 dan Xbox One pada 2014, kemudian PC pada 2015), game ini terus dibeli oleh gamer. Menurut laporan NPD bulan lalu, GTA V berhasil menempati posisi kelima dari semua game yang terjual di Amerika.

Meskipun penjualan GTA V laris manis, tetapi kenyataannya keuntungan yang diterima oleh Take-Two tahun lalu justru menurun. Pada akhir Desember 2015, keuntungan tahunan publisher tersebut mencapai $486,8 Juta; jauh menurun bila dibandingkan dengan keuntungan di saat sama pada tahun 2014, yaitu $954 Juta. Menurut Take-Two, tingginya keuntungan pada 2014 disebabkan oleh adanya titel kuat, seperti munculnya GTA V di PS4 dan Xbox One, serta Borderlands: The Pre-Sequel dan Civilization: Beyond Earth.

Take Two mengkonfirmasikan bahwa GTA V berhasil terjual lebih dari 60 juta copy lintas platform.
Take Two mengkonfirmasikan bahwa GTA V berhasil terjual lebih dari 60 juta copy lintas platform.

Pada laporan keuangan terakhir Take-Two tersebut, GTA V ternyata juga menjadi penyumbang terbesar. Berkat penjualan GTA V dan mode multiplayer onlinenya, GTA Online, bersama dengan titel NBA 2K16, WWE 2K16, dan seri Borderlands, sekitar 44 persen dari total keuntungan berhasil dicapai. Adanya fitur mikrotransaksi pada GTA Online ternyata sangat membantu.

Penjualan DLC dan konten berbayar lainnya, termasuk koin premium, memberikan keuntungan sekitar 54 persen dari total revenue konten digital Take-Two. “Selama masa liburan, Take-Two mendapatkan permintaan konsumen yang begitu besar untuk produk terbarunya, menyebabkan perusahaan kami bisa mendapatkan revenue kuartal yang kuat, pendapatan Non-GAAP, dan keuntungan lain,” tegas CEO Take-Two Strauss Zelnick dalam pernyataannya.

Walaupun revenue 2015 lebih rendah dari 2014, menurut Take-Two keuntungan tersebut masih lebih besar dari yang diharapkan. Itu sebabnya perusahaan game tersebut membuat perkiraan keuntungan yang lebih besar untuk tahun ini. Take-Two mengharapkan revenue untuk kwartal keempat mencapai $260-$310 juta, dengan revenue setahun penuh mencapai $1.48-$1.53 milyar. Selama selera konsumen untuk konten digital Take-Two tidak berubah, tampaknya harapan itu masuk akal, terutama tanpa dibantu oleh titel game baru.

Source: Gamespot

Load Comments

PC Games

February 6, 2024 - 0

Menjajal Honkai Star Rail 2.0: Selamat Datang di Penacony, Semoga Mimpi Indah! 

Honkai Star Rail akhirnya memasuki versi 2.0 dengan memperkenalkan dunia…
December 14, 2023 - 0

Menjajal Prince of Persia – The Lost Crown: Kini Jadi Metroidvania!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh 5 jam pertama Prince of…
December 13, 2023 - 0

JagatPlay: Menikmati Festival Kenangan Teyvat Genshin Impact di Jakarta!

Seperti apa keseruan yang ditawarkan oleh event Festival Kenangan Teyvat…
December 7, 2023 - 0

Preview Zenless Zone Zero (ZZZ) Closed Beta 2: HoYoVerse Naik Level!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh masa closed beta 2 Zenless…

PlayStation

April 11, 2024 - 0

Review Dragon’s Dogma 2: RPG Tiada Dua!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Dragon’s Dogma 2? Mengapa kami…
March 27, 2024 - 0

Menjajal DEMO Stellar Blade: Sangat Berbudaya!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh demo Stellar Blade ini? Mengapa…
March 22, 2024 - 0

Review Rise of the Ronin: Jepang Membara di Pedang Pengembara!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rise of the Ronin ini?…
March 21, 2024 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda (Rise of the Ronin)!

Kami sempat berbincang-bincang dengan Yosuke Hayashi dan Fumihiko Yasuda terkait…

Nintendo

July 28, 2023 - 0

Review Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Tak Sesempurna yang Dibicarakan!

Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang tak sesempurna yang dibicarakan…
May 19, 2023 - 0

Preview Legend of Zelda – Tears of the Kingdom: Kian Menggila dengan Logika!

Apa yang ditawarkan oleh Legend of Zelda: Tears of the…
November 2, 2022 - 0

Review Bayonetta 3: Tak Cukup Satu Tante!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Bayonetta 3? Mengapa kami menyebutnya…
September 21, 2022 - 0

Review Xenoblade Chronicles 3: Salah Satu JRPG Terbaik Sepanjang Masa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Xenoblade Chronicles 3? Mengapa kami…