Menjajal BETA – The Division: Lumayan Menjanjikan!

Reading time:
February 2, 2016
The Division beta jagatplay (7)

The Division adalah salah satu game yang paling diantisipasi tahun ini, sebuah fakta yang tidak bisa terbantahkan. Gamer mana yang tak jatuh hati melihat presentasi pertama Ubisoft di ajang E3 2013 yang lalu. Ketika dunia tengah bergembira menyambut kehadiran platform generasi terbaru, demo singkat The Division di atas panggung raksasa seolah menjawab semua hal yang kita inginkan. Sebuah game open-world dengan kualitas visualisasi memesona, lengkap dengan elemen multiplayer kooperatif yang terlihat super seru. Tapi sayangnya, rasa ketertarikan tersebut seolah semakin memudar setelah lebih banyak informasi meluncur ke permukaan, terutama dari masalah kualitas visualisasi yang terlihat tak seberapa menakjubkan di beragam trailer yang dirilis hingga keputusan untuk menjadikannya sebagai sebuah game always-online. Gamer masih butuh kepastian.

Untuk memastikan server yang lebih siap untuk menampung animo yang ada sekaligus memberikan kesempatan bagi gamer untuk menjajal game ini secara langsung, Ubisoft akhirnya membuka masa beta untuk The Division beberapa hari yang lalu. Data berukuran 26 GB yang dirilis untuk Playstation 4, Xbox One, dan PC ini membantu memberikan sedikit gambaran untuk mereka yang memang menantikannya, setidaknya untuk menjadi bahan ekstra pertimbangan untuk meliriknya atau tidak di versi rilis final yang direncanakan pada 8 Maret 2016 mendatang.

JagatPlay, melalui exploit yang bisa digunakan untuk Reg 2 Playstation 4, berkesempatan untuk menjajal masa beta yang satu ini. Lantas, bagaimana impresi pertama yang ia tawarkan? Pantaskah ia diantisipasi? Impresi beta ini akan membantu memberikan sedikit perspektif baru.

Downgrade Visual?

Jauhkan sementara ekspektasi Anda untuk mendapatkan visual setara trailer E3 2013 mereka.
Jauhkan sementara ekspektasi Anda untuk mendapatkan visual setara trailer E3 2013 mereka.

Ini mungkin pertanyaan utama yang mengemuka paling atas ketika membicarakan The Division. Mengapa? Karena jelas, bahwa hampir sebagian besar gamer yang jatuh hati pada The Division bersumber di demo gameplay perdana di presentasi E3 2013 yang di kala itu memang terlihat begitu fantastis secara visuak. Namun seolah ditampar untuk kembali menginjak realita, apalagi mengingat ini adalah Ubisoft – publisher sama yang sempat melakukan “kesalahan” serupa dengan Watch Dog dan Rainbow Six: Siege beberapa waktu yang lalu, The Division versi beta memang tak terlihat seberapa menakjubkan dibandingkan dengan apa yang “dijanjikan” kepada kita, setidaknya, di versi Playstation 4 yang kami jajal.

Ia tidak terlihat
Ia tidak terlihat “tajam”.
Detail wajah karakter yang juga tak seberapa memesona.
Detail wajah karakter yang juga tak seberapa memesona.

Secara visual, The Division sama sekali tidak terlihat istimewa. Beberapa game open-world di Playstation 4 seperti Assassin’s Creed Unity, misalnya yang diracik oleh Ubisoft juga, masih terlihat lebih baik. Anda akan menemukan banyak tekstur lingkungan beresolusi cukup rendah dimana-mana, membuat game ini tak terlihat “tajam” seperti yang dibayangkan. Beberapa detail juga terlihat lemah, dari sekedar ekspresi wajah karakter hingga dunia post-apocalyptic-nya yang ternyata tidak sepadat apa yang kita lihat di E3 2013, setidaknya dari porsi yang dibuka untuk masa beta. Dari sisi visual, tidak ada yang istimewa dari game yang satu ini dan tampaknya hampir mustahil menjadikannya sebagai nilai jual utama. Jika Anda termasuk gamer yang “haus” dengan grafis dan menjadikannya sebagai satu-satunya indikator apakah sebuah game layak untuk dinikmati atau tidak, ini bukan game yang akan membuat Anda terpesona di sana.

Efek cahaya yang masih terlihat dramatis.
Efek cahaya yang masih terlihat dramatis.
Efek cuaca dinamis yang keren.
Efek cuaca dinamis yang keren.
Tak sekedar kosmetik, ia juga berpengaruh pada aspek gameplay Anda. Kabut tebal seperti ini membuat serangan jarak jauh jadi sulit.
Tak sekedar kosmetik, ia juga berpengaruh pada aspek gameplay Anda. Kabut tebal seperti ini membuat serangan jarak jauh jadi sulit.

Apakah ini berarti semua hal yang ditawarkan oleh The Division E3 2013 yang lalu lenyap? Selain mekanik gameplay yang tetap mengakar pada konsep yang sama dan akan kita bicarakan setelahnya, ada beberapa elemen yang masih dipertahankan dan pantas untuk diacungi jempol. Salah satu yang jadi favorit kami adalah kesan dunia yang dinamis dan bergerak. Efek tata cahaya untuk setiap momen pergantian waktu, dari pagi, siang, malam, hingga ke fajar seringkali berakhir dengan efek yang cukup dramatis, apalagi jika cahaya ini “menyelinap” di antara gedung-gedung tinggi. Cuaca juga demikian. Selama tiga hari, kami bertemu dengan efek cuaca yang berbeda, dari cerah, sekedar kabut, hingga salju yang juga mempengaruhi arah gerak permainan. Anda masih ingat dengan sorakan yang terjadi di E3 2013 ketika sang karakter utama bergerak dan menutup pintu taksi ketika berlindung? Kami sendiri mengujinya dan setidaknya, efek yang satu tersebut masih ada.

[gfycat data_id=”DismalPoliticalCrane”]

Visual yang ditawarkan Ubisoft untuk The Division beta yang kami jajal di versi Playstation 4, memang harus diakui mengecewakan. Karena ada ekspektasi bahwa setidaknya ia akan menghadirkan sesuatu yang pantas untuk bersaing dengan game AAA yang lain, bahkan untuk proyek multiplatform sekalipun. Untuk urusan yang satu ini, The Division gagal. Apakah “beta” berarti mereka mungkin menawarkan sesuatu yang lebih baik di versi final nanti untuk elemen fondasi seperti ini? Kami sendiri cukup skeptis. Besar kemungkinan apa yang Anda dapatkan di versi beta ini, setidaknya dari sisi visual, adalah apa yang akan Anda dapatkan di rilis penuh nanti.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…