Review Far Cry Primal: Menguasai Atau Dikuasai Alam!

Reading time:
March 3, 2016
Far Cry Primal Jagatplay Part 1 (14)

Sebuah pendekatan yang menyegarkan, kalimat yang satu ini memang masih pantas mengarah untuk Far Cry Primal, proyek game action open-world terbaru dari Ubisoft. Mengikuti siklus yang mereka tetapkan sejak seri ketiga, tahun 2016 memang seharusnya jadi tahun seri spin-off yang biasanya muncul sebelum Ubisoft melemparkan seri utama Far Cry, seperti yang terjadi dengan Blood Dragon di sela-sela rilis seri ketiga dan keempat. Ada beberapa hal yang membuat Far Cry Primal ini menarik. Namun setting anti-mainstream yang alih-alih mengikuti arus perang futuristik seperti game action FPS raksasa yang lain dan justru membawa Anda ke masa zaman purbakala-lah yang membuat banyak orang menantikan game yang satu ini.

Anda yang sempat membaca preview kami sebelumnya tentu saja sudah memahami bagaimana kesan pertama yang kami tangkap soal game ini. Dari sisi atmosfer, ia memang berhasil membuat Anda percaya bahwa Anda memang tengah terjebak di masa dimana kematian adalah sesuatu yang mudah untuk terjadi. Dimana tak hanya suku yang lain, alam juga memosisikan Anda sebagai bagian dari rantai makanan dan tak lebih. Pendekatan visualnya memang terkesan agak datar jika dibandingkan Far Cry 4, terutama dari kontras warna yang memang membuatnya terlihat tak begitu menarik. Sementara dari sisi gameplay, fakta bahwa ia hadir tanpa senjata api sama sekali memang menawarkan sensasi action yang sedikit berbeda. Sayangnya, ia tetap memunculkan banyak hal yang meninggalkan kesan familiar yang terlalu kentara.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Far Cry Primal? Mengapa kami menyebutnya sebagai game yang menawarkan tema alam yang kuat di dalamnya? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Plot

Far Cry Primal akan membawa Anda di tahun 10.000 sebelum Masehi.
Far Cry Primal akan membawa Anda di tahun 10.000 sebelum Masehi.

Far Cry Primal akan membawa Anda pada kehidupan manusia di tahun 10.000 sebelum Masehi, dimana teknologi masih berkisar pada usaha untuk memanipulasi bentuk batu dan kayu untuk satu tujuan – bertahan hidup. Manusia hanyalah bagian dari rantai makanan dan lebih diposisikan tak lebih dari sekedar mangsa lezat yang menunggu untuk masuk ke dalam perut banyak binatang buas yang berukuran besar. Jika alam masih tak cukup menyeramkan, eksistensi manusia juga harus terancam oleh manusia itu sendiri.

Di sebuah daratan luas bernama Oros, Anda berperan sebagai seorang anggota suku Wenja bernama Takkar. Tersebar di keseluruhan penjuru Oros, garis nasib akhirnya mengharuskan Takkar berperan sebagai seorang pemersatu, penyelamat, sekaligus penjamin eksistensi Wenja sebagai suku. Tak hanya harus melawan Mammoth dan harimau Sabertooth yang bisa membunuh manusia dalam sekejap, eksistensi Wenja juga terancam oleh kehadiran dua suku bengis – Udam dan Izila. Udam yang berdiam di wilayah utara dikenal sebagai suku kanibal yang melihat manusia tak berbeda dengan hewan, sumber protein yang lezat. Sementara Izila di wilayah selatan adalah suku pemuja api fanatik yang berusaha memperbudak Wenja. Udam dipimpin oleh ksatria bernama Ull, sedangkan Izila dipimpin pendeta bernama Batari.

Takkar sendiri diminta untuk mengumpulkan anggota Wenja yang tersebar di Oros. Tak hanya binatang buas, mereka juga harus bertahan hidup dari ancaman dua suku lainnya.
Takkar sendiri diminta untuk mengumpulkan anggota Wenja yang tersebar di Oros. Tak hanya binatang buas, mereka juga harus bertahan hidup dari ancaman dua suku lainnya.
Di utara ada suku kanibal Udam yang dipimpin seorang petarung bernama Ull.
Di utara ada suku kanibal Udam yang dipimpin seorang petarung bernama Ull.
Sementara selatan dikuasai suku pemuja api - Izila yang dipimpin pendeta wanita - Batari.
Sementara selatan dikuasai suku pemuja api – Izila yang dipimpin pendeta wanita – Batari.

Ini tentu saja bukan tugas yang mudah untuk seorang Takkar. Namun untungnya, ia sendiri bukanlah manusia “biasa”. Hubungan spiritualnya yang kuat membuat Takkar menjalin keeratan dengan alam dan segala kehidupan di dalamnya, yang membuatnya secara istimewa punya kemampuan untuk mengendalikan binatang tertentu. Alih-alih menjadikan mereka sebagai lawan, ia justru menjadikannya sebagai kawan untuk mencapai misi suci ini. Takkar adalah seorang Beastmaster yang dipercaya akan menyelamatkan Wenja.

Mampukah Takkar menyatukan dan menyelamatkan suku Wenja dari ragam ancaman yang ada?
Mampukah Takkar menyatukan dan menyelamatkan suku Wenja dari ragam ancaman yang ada?

Lantas, tantangan seperti apa yang akan dihadapi oleh Takkar? Mampukah ia mengumpulkan orang-orang penting dari Wenja dan kembali menyatukan mereka? Seberapa menyeramkannya pula suku Udam dan Izila itu sendiri? Semua jawaban dari pertanyaan ini bisa Anda dapatkan dengan memainkan Far Cry Primal ini.

Pages: 1 2 3 4
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…