10 Game yang Tak Boleh Anda Mainkan di Ruang Tamu!

Reading time:
April 18, 2016
feat-image

Sebagian besar dari kita berkumpul di JagatPlay karena status kita sebagai seorang gamer, sebuah identitas yang kita pegang dengan kebanggaan tersendiri. Tak berbeda dengan mereka yang memilih musik atau film sebagai media hiburan utama, kita memilih game sebagai pintu gerbang untuk keluar sementara dari kehidupan dunia nyata kita dan menempuh sebuah petualangan yang tak akan pernah bisa kita lakukan di dunia nyata. Berita buruknya? Ini bukanlah sebuah hobi yang mudah dimengerti oleh orang awam, tak seperti televisi atau musik yang mereka temukan setiap hari. Hasilnya? Ada kesan bahwa video game adalah sesuatu yang identik dengan anak-anak. Bahwa sama seperti ketika pertama kali Atari atau Nintendo merilis konsolnya 30 tahun yang lalu, game sebagian masih berisi soal perjalanan tukang ledeng untuk menyelamatkan seorang putri kerajaan dari kastil yang menyeramkan. Padahal, kenyataannya jauh dari itu.

Video game kini mulai bervariasi. Beberapa menawarkan kisah kepahlawan, lainnya meminta Anda untuk membunuh dewa dan menghancurkan dunia, lainnya soal bertahan hidup di tengah skenario kiamat kecil yang tak kalah menyeramkan. Namun tak sedikit pula yang berakhir menawarkan pengalaman yang tak berbeda ketika kita masih kecil, sebuah game dengan sensasi menyenangkan yang pantas untuk diacungi jempol. Berita buruknya? Anda yang masih harus memainkan game-game seperti ini di ruang tamu, dimana banyak anggota keluarga Anda yang mungkin awam harus hilir mudik, butuh lebih banyak pertimbangan. Karena tak ada yang bisa memastikan bahwa konten game yang tengah Anda mainkan saat ini tak akan membuat mereka melemparkan tanda tanya besar, mengernyitkan dahi, dan melihat Anda sebagai orang yang aneh, cabul, atau bahkan psycho.

Kita tentu saja tidak berbicara soal game-game yang memang mengandung konten seksual eksplisit sebagai nilai jual utama seperti game-game “H” dari Jepang yang memang menargetkan pasar seperti itu. Jika Anda memainkan game seperti ini di ruang tamu dan bingung mengapa orang tua Anda memarahi Anda atau mungkin istri Anda mulai bertanya soal pilihan hidup yang ia ambil, Anda mungkin mulai harus mengambil cermin dan melihat ke diri Anda sendiri. Kita berbicara soal game-game yang secara legal dipasarkan dan dipromosikan untuk konsol dan PC  via beragam media yang ada. Ini adalah game-game yang akan dengan mudah membuat ruang tamu Anda terasa sangat canggung.

Lantas, dari semua game yang sempat meluncur di industri game, game-game apa saja yang menurut kami harus Anda hindari jika mesin gaming Anda, konsol ataupun PC, berada di ruang tamu? Berikut adalah list dari JagatPlay:

  1. Metal Gear Solid 3: Snake Eater

eva

Snake Eater? Seri terbaik di franchise MGS, setidaknya dari mata kami. Perjalanan Naked Snake yang harus mengalahkan dan membunuh mentor-nya sendiri untuk jadi seorang “Big Boss” ini memang begitu memorable. Sayangnya, Anda yang hendak memainkan game ini di ruang tamu harus waspada soal “kejutan” yang cukup untuk membuat anggota keluarga Anda bertanya-tanya soal motivasi Anda memainkannya. Benar sekali, semuanya karena sosok EVA. Bukan hanya soal pakaian seksi atau intonasi bicaranya yang cukup untuk membuat Anda melayangkan begitu banyak imajinasi, tetapi juga ragam sekuens lainnya yang kian memperjelas hubungannya dengan Big Boss itu sendiri. EVA adalah bagian yang tak terpisahkan dari MGS 3 dan hampir mustahil untuk mencicipi game ini tanpa melewati satu cut-scene dengannya. Apa yang harus Anda jelaskan ke ibu Anda ketika hal pertama yang ia lihat adalah seorang wanita manis dengan bra hitam? Menjelaskannya sebagai seorang agen rahasia dalam cerita? Good luck with that..

  1. Hatoful Boyfriend

hatoful boyfriend

Kami yakin, bahwa seperti halnya sesuatu yang sempat terjadi di masa lalu,orang tua atau istri atau anggota keluarga Anda yang lain akan selalu tertarik dengan apa yang tengah Anda mainkan. Mereka mungkin tak punya skill atau ekstra waktu untuk mempelajari kontrol dan melibatkan diri mereka sendiri, tetapi akan selalu ada keinginan untuk terlibat. Bagi mereka, ini tak beda seperti menonton sebuah pertandingan sepakbola atau film aksi di layar televisi. Sekarang bayangkan, apa yang harus Anda jelaskan dan bicarakan ke ayah Anda misalnya, bahwa game yang tengah Anda mainkan saat ini di layar kaca berpusat soal usaha untuk berpacaran dengan burung-burung merpati pilihan? Mereka mungkin akan tersenyum hari ini dan mengirim Anda ke psikiater esok harinya. Atau mungkin mereka akan langsung curhat ke tetangga soal betapa khawatirnya mereka soal masa depan Anda.

  1. Blade and Soul

Blade and Soul Jagatplay 017b

Adalah sebuah hal yang bodoh untuk memainkan sebuah game MMO yang “menjual” keindahan karakter wanita dengan ragam kosmetik yang menarik tanpa menggunakan karakter wanita sama sekali bukan? Ini adalah sebuah pilihan yang sangat rasional ketika Anda mulai memainkan Blade and Soul. Selama permainan, apalagi dengan tampilan karakter yang hanya diambil dari belakang ketika beraksi, Blade and Soul adalah sebuah game yang super aman untuk dimainkan, bahkan jika Anda memasangnya di layar televisi besar di ruang tamu. Istri Anda tak akan berkeberatan atau kakak Anda mungkin hanya menggelengkan kepala karena Anda menghabiskan waktu terlalu banyak di depan televisi. Namun begitu Anda “kepergok” berusaha menikmati tampilan kostum baru yang Anda dapatkan yang jadi sebuah ritual tak terhindarkan, maka Anda akan terlibat dalam pusaran klasik yang disebut “Tunggu, gua bisa jelasin ini..” yang akan memakan waktu dengan hasil nihil.

  1. Mortal Kombat X

Mortal Kombat x jagatplay

Bayangkan apa yang ada di otak orang tua Anda atau mungkin saudara Anda yang tak terlalu paham soal video game sebelumnya dan mungkin hanya mengerti soal Mario saja di masa lalu, ketika melihat Mortal Kombat X untuk pertama kalinya. “Oh, game berantem”, mungkin reaksi pertama mereka sembari ikut seru menonton usaha untuk menundukkan musuh yang ada di depan mata. Jurus-jurus dan kombinasi serangan mematikan yang Anda unjuk bahkan bisa mengundang tepuk tangan, bahwa Anda dilihat sebagai gamer ahli tanpa tanding. Lalu, tiba saatnya Fatality. Hampir mustahil rasanya untuk melewatkan momen yang satu ini di Mortal Kombat, bahkan dengan orang tua di sekitar Anda. Menyelesaikan pertarungan Mortal Kombat tanpa Fatality tak berbeda dengan makan sayur tanpa garam, terasa hambar dengan sesuatu yang kurang pas. Namun begitu Anda melakukannya di depan mereka, apalagi dengan kehadiran keponakan Anda yang masih kecil di sekitar? Ucapkan selamat datang pada trauma dan larangan untuk mencicipi game tersebut untuk waktu yang sangat lama.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 28, 2022 - 0

Review My Lovely Wife: Pilih Istri atau Iblis-Iblis Seksi!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh My Lovely Wife ini?…
May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…