Review Steelseries Siberia 200: Solid dan Super Nyaman!

Reading time:
May 18, 2016
Steelseries Siberia 200
Steelseries Siberia 200

Nama Steelseries sebagai salah satu produsen perangkat gaming di dunia memang tak perlu lagi diragukan. Nama besarnya tak hanya dibangun dari promosi gencar yang menamani banyak tim pro dunia, tetapi juga karena kualitas dari rangkaian produk yang tak perlu lagi diragukan. Steelseries selama ini mungkin terkenal lewat jajaran produk yang tak begitu ramah di kantong, namun bukan berarti mereka tak punya sesuatu untuk ditawarkan kepada gamer yang punya dana cukup terbatas untuk sebuah produk gaming. Untuk Anda yang butuh perangkat audio yang mumpuni, solusinya ada di Siberia 200.

Desain dan Fitur

Anda yang cukup mengikuti produk headset Steelseries selama ini mungkin akan merasa familiar dengan desainnya yang
Anda yang cukup mengikuti produk headset Steelseries selama ini mungkin akan merasa familiar dengan desainnya yang “Steelseries banget”.

Elegan, ini mungkin kalimat yang pertama kali meluncur dari mulut Anda ketika melihat desain Siberia 200 ini. Via situs resminya, Steelseries memang menawarkan beragam warna untuknya dan kebetulan kami mendapatkan versi warna putih yang cukup mencolok. Anda tak akan bertemu dengan estetika yang berlebihan di sini, hanya sebuah headset putih dengan desain pad yang cukup menarik serta logo kecil di kedua sisi. Secara garis besar, Siberia 200 ini mencerminkan identitas yang melekat pada brand Steelseries itu sendiri, apalagi jika Anda sudah cukup familiar dengan beberapa varian headset mereka yang sempat dirilis sebelumnya.

Logo kecil di bagian sisi.
Logo kecil di bagian sisi.
Nama Steelseries yang terpampang jelas di bagian headband.
Nama Steelseries yang terpampang jelas di bagian headband.

Steelseries Siberia 200 ini mengusung mekanisme penopang kepala yang fleksibel. Tak kaku seperti kebanyakan headset kompetitor yang lain, fleksibilitas seperti ini tak hanya membuatnya cukup mumpuni untuk menangani hampir sebagian besar ukuran kepala gamer tetapi juga membuatnya tak terasa terlalu menekan di kedua sisi. Dan itulah penampilan utama yang akan Anda temukan di Siberia 200 ini. Dengan port jack 3.5mm yang jadi andalan, Anda tak akan menemukan ekstra kosmetik seperti lampu LED, misalnya, yang saat ini seolah “mendefinisikan” sebuah peripheral gaming di atas permukaan. Berita baiknya? Ia menjadikan performa dan kenyamanan sebagai nilai jual utama.

Penompang kepalanya sendiri fleksibel.
Penompang kepalanya sendiri fleksibel.
Bahan kulit tak hanya membuatnya terlihat elegan, tetapi juga membantu memerangkap suara dengan lebih baik.
Bahan kulit tak hanya membuatnya terlihat elegan, tetapi juga membantu memerangkap suara dengan lebih baik.

Desain headband yang fleksibel dan earpad dengan bahan kulit membuat Siberia nyaman digunakan untuk waktu yang lama. Waktu gaming Anda yang bisa menghabiskan waktu hingga berjam-jam tak akan berakhir dengan telinga yang lelah dan kepanasan. Berita baiknya? Ia juga ringan. Basis material yang dipilih juga tak akan membuat kepala Anda terasa  tengah mengenakan sesuatu selama menggunakannya. Keputusan untuk menggunakan bahan kulit di bagian earpad juga membantu Steelseries 200 ini mampu memerangkap suara dengan cukup baik. Anda yang mengenakannya akan mendapatkan pengalaman gaming yang lebih imersif berkat absennya suara dari luar, tentu saja di tingkat volume tertentu.

Kabel splitter yang juga disertakan dalam paket penjualan.
Kabel splitter yang juga disertakan dalam paket penjualan.
Tak hanya untuk PC, Anda juga bisa menggunakannya untuk sesi gaming di konsol.
Tak hanya untuk PC, Anda juga bisa menggunakannya untuk sesi gaming di konsol.

Salah satu yang menarik adalah keputusan untuk menyertakan sebuah sebuah splitter yang kini membuat penggunaan Siberia 200 ini menjadi lebih fleksibel dan tak hanya terperangkap untuk PC saja.  Splitter yang menyatukan jack mic dan speaker ini membuatnya kini bisa digunakan untuk perangkat yang hanya memuat satu port audio saja seperti perangkat mobile, laptop, atau yang bahkan lebih penting – konsol generasi saat ini seperti Playstation 4, Xbox One, dan PC. Sesuatu yang membuat kami jatuh hati dengan headset yang satu ini.

Mic terintegrasi yang tersembunyi dengan baik.
Mic terintegrasi yang tersembunyi dengan baik.
Ia cukup sensitif menangkap suara.
Ia cukup sensitif menangkap suara.

Untuk Anda yang lebih berkutat di game-game kompetitif multiplayer yang butuh koordinasi intensif, headset ini juga hadir dengan sebuah mic terintegrasi di bagian kiri headset. Anda bisa memanjangkannya ketika dibutuhkan dan kemudian “menyembunyikannya” lagi ketika Anda lebih berfokus untuk menikmati konten audio, misalnya. Sejauh kami menggunakannya, mic ini bekerja dengan sangat baik. Kami tak hanya menjajalnya untuk menangani game yang butuh koordinasi ekstra seperti The Division, tetapi juga konten streaming video yang bisa Anda lihat. Mic ini cukup sensitif untuk menangkap suara kecil gumaman sekalipun, membuat Anda bisa merekam suara dengan nada bicara yang normal. Ini jadi kombinasi yang menarik karena kenyamana dan kualitas seperti ini membuatnya jadi alternatif headset yang cukup menggoda untuk Anda yang senang merekam video gameplay untuk Twitch atau Youtube.

Kontroler kecil untuk mematikan / menghidupkan mic dan mengatur volume.
Kontroler kecil untuk mematikan / menghidupkan mic dan mengatur volume.
Tentu saja, port jack berarti tak ada dukungan perangkat lunak untuk memodifikasi suara yang dihasilkan atau sisi kosmetik yang ada.
Tentu saja, port jack berarti tak ada dukungan perangkat lunak untuk memodifikasi suara yang dihasilkan atau sisi kosmetik yang ada.

Selain sebuah kontroler kecil yang disematkan untuk mengatur volume dan mematikan / menghidupkan mic, tak ada lagi yang bisa dibicarakan dari Siberia 200. Implementasi port jack berarti berakhir dengan absennya dukungan perangkat lunak tambahan atau fitur kosmetik sama sekali.

Lantas, seperti apa spesifikasi teknis yang ditawarkan oleh Steelseries Siberia 200 ini?

Headset

  • 50mm Neodymium Drivers
  • Headphone Frequency Response: 10-28000 Hz
  • Headphone Sensitivity: 112 dB
  • Cable Length: 1.8 m, 5 ft
  • Connector Type: Dual 3.5mm, 3-pole plugs
  • Adapter: Single 3.5mm, 4-pole plug

Microphone

  • Microphone Frequency Response: 50-16000 Hz
  • Microphone Pickup Pattern: Unidirectional
  • Microphone Sensitivity: -38 dB
  • Microphone Impedance: 2200 Ohm
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…