10 Sosok Ayah Terburuk di Video Game!

Reading time:
June 20, 2016
fat-image-10-ayah

Tak seperti negara-negara di luar sana, kita mungkin termasuk salah satu negara yang tak terlalu peduli dengan kata “Hari Ayah”. Sosok Ayah di Indonesia selalu dipandang sebagai tulang punggung untuk sumber nafkah dan jarang dilihat sebagai sosok yang punya kontribusi bagi pertumbuhan anak secara psikologi. Ayah sering dilihat sebagai sosok jauh yang memperhatikan perkembangan anak tetapi menyerahkan hampir semua tugas tersebut pada sosok ibu, yang membuat apresiasi menjadi tak dilihat sebagai sesuatu yang “penting” di sini. Bagi seorang anak seperti kita semua? Ayah menjadi sebuah menara maskulinitas yang rasa sayangnya tak pernah diekspresikan lewat kata-kata dan hanya lewat tindakan saja, sesuatu yang terhitung unik. Satu yang pasti, sosok ayah seperti ini juga jadi sesuatu yang tak bisa dipisahkan dari industri game.

Untuk membangun basis plot yang lebih kuat, tak jarang kita bertemu dengan cerita sebuah video game yang juga melibatkan  sosok orang tua di dalamnya, termasuk ayah. Di beberapa game, ayah seringkali diceritakan sebagai satu sosok dengan mentalitas kuat yang melatih sang karakter tertentu dengan cara yang mungkin keras, namun efektif untuk memastikan mereka bisa bertahan hidup melewati beragam tantangan yang ada. Namun sayangnya, seperti di dunia nyata pula, tak semua ayah berakhir seperti sosok yang demikian. Walaupun harus diakui bahwa karakter di industri game biasanya didominasi oleh sosok ibu, tak sedikit pula sosok ayah yang tak mampu menjalakan perannya dengan baik. Menariknya lagi? Beberapa mungkin tak terlihat jelas dan butuh ekstra pemikiran untuk disimpulkan, namun hampir semua ayah di sesi toplist kali ini adalah tipe ayah yang tak pernah Anda ingin dapatkan atau ingin Anda jadi di masa depan.

Lantas, dari semua karakter ayah yang ada di industri game, manakah yang menurut kami pantas untuk dikategorikan sebagai yang “terburuk”? Berikut adalah versi JagatPlay:

  1. The King of All Cosmos [Katamari Damacy]

king of all cosmos

Pernahkah Anda membayangkan apa rasanya menjadi seorang anak yang eksistensinya sejauh ini hanya diberi tanggung jawab untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan ayah Anda tanpa ada kesempatan untuk menolak? Bahwa semua kerepotan yang harus Anda lalui, yang biasanya harus diselesaikan dengan memutar tubuh Anda melekatkan segala jenis objek, dari kecil sampai raksasa di sana, biasanya dimulai karena kelalaian dan ketidaksengajaan ayah Anda untuk mematikan atau menghancurkan sesuatu. Hal inilah yang jadi plot dasar untuk hampir semua seri Katamari Damacy selama ini. Parahnya lagi? Ayah Anda juga termasuk seorang perfeksionis yang sama sekali tidak bisa menerima kata gagal sama sekali. Begitu Anda selesai memperbaiki semua kesalahan Anda? Alih-alih terima kasih, ayah Anda yang berusaha mati-matian berusaha memanen semua pujian dan bersikap seolah-olah ia lah yang sudah bersusah payah mencapai hal tersebut. Menyebalkan? Tentu. Tapi itulah daya tarik seorang The King of All Cosmos.

  1. Ryotaro Dojima [Persona 4]

ryotaro dojima

Ryotaro Dojima? Sebagian besar dari Anda mungkin bingung dengan pilihan yang satu ini mengingat Dojima termasuk salah satu karakter ayah yang “keren” di mata gamer Persona 4. Ayah dari Nanako ini memang mencitrakan seorang polisi pekerja keras yang pantang menyerah. Namun berita buruknya? Dedikasi kepada karir ini membuatnya tampil sebagai ayah yang hampir bisa dibilang, membiarkan sang anak hidup terbengkalai begitu saja. Nanako yang masih berusia 6 tahun seringkali ditinggalkan sendirian di rumah dan harus memikul tanggung jawab pekerjaan rumah di usia yang masih begitu muda. Ia harus memasak makanannya sendiri, menangani semua cucian kotor, dan juga bersih-bersih. Semuanya dilakukan tanpa keterlibatan aktif sang ayah yang terlihat lebih mementingkan pekerjaan, terlepas dari fakta bahwa Nanako tak punya lagi ibu sama sekali.

  1. Bowser [Super Mario Bros 3]

koopalings

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, sudah berapa sering Anda mendengar peribahasa yang satu ini? Secara sederhana, peribahasa in menyebut bahwa kelakuan seorang anak biasanya tak akan jauh dari sang orang tua karena biasanya ia mengakar pada pola didik yang sama. Tak ada bukti yang lebih nyata dari peribahasa yang satu ini selain melihat tingkah laku dan sikap dari tujuh anak Bowser yang disebut sebagai “Koopalings”. Setiap anak Bowser: Larry, Morton, Wendy, Iggy, Roy, Lemmy, dan Ludwig tak hanya mewarisi sifat jahat sang ayah, tetapi juga ambisinya untuk menguasai Mushroom Kingdom dengan cara apapun juga. Contoh anak yang mungkin mendapatkan acungan jempol dari Bowser sendiri namun cibiran dari orang lain, termasuk kami.

  1. Booker DeWitt [Bioshock Infinite]

Bioshock Infinite - PART 2 (101)

Sulit memang membicarakan seberapa buruknya sosok seorang Booker DeWitt sebagai seorang ayah tanpa membicarakan plot kompleks Bioshock Infinite itu sendiri. Namun satu yang pasti, terlepas dari statusnya sebagai seorang karakter utama, DeWitt bukanlah seorang pria suci dengan naluri filantropis untuk sekedar membela kebenaran. Di masa lalu, ketika hidupnya terombang-ambing dan jatuh ke dalam pusaran depresi, DeWitt sempat mengambil keputusan ekstrim yang akhirnya ia sesali – menyerahkan anaknya, Anna DeWitt dengan syarat unutk menghapus semua utang judinya yang sudah menumpuk, di atas ketergantungan alkohol yang begitu menjerat. Seorang ayah yang tak pantas mendapatkan sebutan sebagai seorang ayah adalah kalimat yang tepat untuk menjelaskan sosok Booker itu sendiri.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

June 21, 2021 - 0

Review Guilty Gear Strive: Wangi Kemenangan!

Sepak terjang Arc System Works di genre game fighting memang…
June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…