ASUS Pamerkan ROG Strix GTX 1080

Reading time:
June 1, 2016

Sudah bukan rahasia lagi bila dalam waktu beberapa minggu setelah rilis perdana suatu GPU high-end, produsen hardware akan mulai mengumumkan produk non-reference mereka dengan mengusung desain yang garang dan segudang fitur yang membuat produk-produk tersebut terlihat jauh lebih menarik dari versi reference. Asus, produsen hardware ternama asal Taiwan, turut meramaikan graphics card non-reference untuk GTX 1080 yang baru dirilis oleh NVIDIA. Salah satu graphics card yang mereka hadirkan adalah ROG Strix GTX 1080, yang telah mereka pamerkan sejak hari pertama Computex 2016.

SONY DSC

Graphics card ini menggunakan pendingin DirectCU III dengan Wing-Blade Fans. Sistem pendingin ini diklaim bisa memberikan performa pendinginan 30% lebih baik dengan keheningan hingga 3x lipat versi sebelumnya. Graphics card ini memang butuh pendingin berkemampuan tinggi karena Asus mengatur kecepatan GTX 1080 yang terpasang di clock yang tinggi, yaitu 1784 MHz untuk base clock dan 1936 MHz untuk boost clock. Clock tinggi tersebut tentu saja diharapkan dapat meningkatkan performa graphics card ini.

SONY DSC

Asus menggunakan konfigurasi pin tambahan daya 6 + 8 pin untuk graphics card ini. Konfigurasi ini seharusnya di luar standar dari NVIDIA. Namun, konfigurasi non-standar tersebut bisa jadi diperlukan mengingat Asus menggunakan clock di atas standar untuk graphics card ini.

SONY DSC

Fitur FanConnect juga disediakan Asus di graphics card ini. Ini memungkinkan pengguna mengatur fan casing untuk bekerja sesuai dengan beban kerja graphics card. Fitur ini tentu saja merupakan tambahan yang menarik, mengingat kini pengguna PC bisa memanfaatkan pengaturan kecepatan fan otomatis sesuai dengan beban kerja dan suhu operasi graphics card, bukan lagi berdasarkan pengaturan otomatis dari motherboard saja.

SONY DSC SONY DSC

Satu hal lain yang disematkan Asus untuk graphics card ini adalah AURA. Pengguna bisa mengatur tata cahaya dari lampu LED yang ada di graphics card ini melalui aplikasi yang tersedia. Ini tentu akan menambah daya tarik graphics card ini, terutama bila digunakan di casing yang bisa memamerkan bagian dalam PC mereka.

Belum ada keterangan terkait berapa harga yang akan dipatok Asus untuk graphics card ini.

Load Comments

PC Games

May 23, 2022 - 0

Review Trek to Yomi: Estetika Sinema Masa Lampau!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Trek to Yomi ini? Mengapa…
May 11, 2022 - 0

Review Rogue Legacy 2: Banyak Anak, Banyak Masalah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Rogue Legacy 2 ini?…
April 21, 2022 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Jeremy Hinton (Xbox Asia)!

Menyambut rilis PC Game Pass untuk Indonesia, kami berkesempatan untuk…
April 18, 2022 - 0

Review Grammarian Ltd: Indo Versus Inggris!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Grammarian Ltd ini? Mengapa kami…

PlayStation

March 30, 2022 - 0

Review Stranger of Paradise – FF Origin: Ayo Basmi CHAOS!

Apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Stranger of Paradise: Final Fantasy…
March 23, 2022 - 0

Review Ghostwire – Tokyo: Berburu Setan Jepang!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Ghostwire: Tokyo ini? Mengapa…
March 21, 2022 - 0

Review Elden Ring: Cincin Menuntut Nyawa!

Apa yang sebenarnya ditawarkan Elden Ring? Lantas, mengapa kami menyebutnya…
March 4, 2022 - 0

Preview Elden Ring: Senyum Merekah di Balik Tangis Darah!

Elden Ring akhirnya tersedia di pasaran dengan beberapa formula baru…

Nintendo

April 6, 2022 - 0

Review Kirby and The Forgotten Land: Ini Baru Mainan Laki-Laki!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kirby and the Forgotten…
March 25, 2022 - 0

Review Chocobo GP: Si Anak Ayam Kini Serakah!

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Chocobo GP ini? Mengapa…
March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…