Review Kingsglaive – Final Fantasy XV: Membangkitkan Ekspektasi!

Reading time:
August 18, 2016
kingsglaive

Ambisius adalah kata yang tepat untuk menjelaskan situasi antara Square Enix dan proyek game action RPG yang sudah mereka kembangkan selama 10 tahun terakhir ini – Final Fantasy XV. Entah karena alasan uang dan berupaya mengejar keuntungan atau semata-mata memang berusaha mewujudkan sebuah semesta yang lebih sempurna dari sisi cerita, Final Fantasy XV tak lagi sekedar berakhir menjadi video game yang akan dilepas akhir November 2016 mendatang. Di tangan Hajime Tabata, mereka memutuskan untuk membangun lebih banyak konten dari sebuah game mobile spin-off, sebuah game action dua dimensi, sebuah seri anime 5 episode bertajuk “Brotherhood”, dan proyek film CGI dengan visualisasi mumpuni bernama Kingsglaive: Final Fantasy XV. Berita baiknya? Konten terakhir yang begitu diantisipasi ini akhirnya siap untuk dinikmati gamer Indonesia, setidaknya di kota-kota besar yang memiliki rantai bioskop Blitz.

Menghindari padatnya studio di hari libur kemarin, kami memutuskan untuk menyempatkan waktu untuk menonton Kingslaive: Final Fantasy XV secara langsung tadi pagi, sembari membiarkan JagatPlay sendiri “luang” untuk beberapa jam terakhir. Kami berangkat dengan ekspektasi yang terbilang rendah, karena pada akhirnya, sebuah game yang sampai butuh ekstra konten untuk menjelaskan semestanya terdengar seperti sebuah resep film tak koheren yang akan sulit dinikmati tanpa mencicipi versi video gamenya terlebih dahulu. Namun apa yang kami dapatkan berakhir mengejutkan. Hampir semua elemen yang ditawarkan Square Enix di film CGI yang satu ini akan membuat naluri gaming Anda terpuaskan, sekaligus membangun sedikit rasa penasaran ekstra di atasnya.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Kingsglaive: FF XV ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah film yang membangkitkan ekspektasi? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda.

Berjalan Beriringan

kingsglaive1

Jadi apa itu Kingsglaive: FF XV? Itu mungkin pertanyaan pertama yang meluncur dari mulut Anda yang tak familiar. Kingsglaive sendiri merupakan film CGI yang dibangun Square Enix untuk satu tujuan utama – membantu Anda, gamer Final Fantasy XV nantinya, untuk mendapatkan gambaran lebih jelas soal konflik seperti apa yang sebenarnya harus dihadapi oleh Noctis dkk. Kingsglaive sendiri memuat beberapa karakter dari versi video gamenya yang mungkin tak asing lagi, termasuk ayah Noctis – Regis dan juga “kekasih” yang jadi takdir Noctis – Lunafreya.

Lantas, bagaimana dengan timelinenya sendiri? Bukan sebuah sekuel ataupun prekuel, timeline Kingsglaive: FF XV berjalan beriringan bersama dengan seri video gamenya. Anda yang sempat mencari informasi soal video gamenya tentu tahu bahwa game dimulai dengan perjalanan Noctis dkk untuk pergi ke Altissia atas perintah King Regis. Noctis seharusnya bertemu dengan Lunafreya di Altissia, dan menikah di sana. Di titik inilah, event di Kingsglaive juga terjadi. Ketika Noctis dkk berangkat ke Altissia, King Regis harus berhadapan dengan tipu muslihat musuh bebuyutan Kerajaan Lucis, Niflheim yang kini berada di atas angin. Mengerti bahwa hampir mustahil Lucis bisa  membalik keadaan terutama dengan kekuatan militer Niflheim yang semakin besar , Regis memutuskan untuk menerima persyaratan gencatan senjata.

Timeline Kingsglaive: FF XV berjalan beriringan dengan versi video gamenya. Anda bisa melihat apa yang terjadi dengan Insomnia ketika Noctis dkk pergi.
Timeline Kingsglaive: FF XV berjalan beriringan dengan versi video gamenya. Anda bisa melihat apa yang terjadi dengan Insomnia ketika Noctis dkk pergi.
Di versi gamenya, di momen inilah Noctis baru mengetahui serangan Niflheim atas Insomnia.
Di versi gamenya, di momen inilah Noctis baru mengetahui serangan Niflheim atas Insomnia.

Aneh memang, namun Niflheim hadir dengan dua persyaratan gencatan senjata yang tak pernah diprediksi oleh Regis sebelumnya. Pertama, mereka harus  menyerahkan semua wilayah kekuasaan Lucis di luar Insomnia, sang ibukota. Kota raksasa yang dilindungi oleh selimut pelindung yang ditenagai oleh sebuah kristal raksasa ini tetap bisa dikuasai oleh Regis tanpa ada campur tangan apapun dari Niflheim. Persyaratan kedua? Mereka mengharuskan Noctis untuk menikah dengan Lunafreya yang kini terperangkap di Tenebrae, yang juga jatuh di tangan Niflheim. Curiga dengan permintaan kedua ini, Regis diam-diam memerintahkan pasukan pengawal pribadinya – Kingsglaive untuk memastikan Noctis keluar dari Insomnia dan Lunafreya dari Tenebrae, dimana keduanya harus bertemu di Altissia. Di sinilah, cerita dari versi game dimulai.

Nyx Ulric - salah satu anggota pasukan khusus King Regis, Kingsglaive jadi
Nyx Ulric – salah satu anggota pasukan khusus King Regis, Kingsglaive jadi “bintang utama”di film CGI ini.
Seharusnya bertemu dengan Noctis di Altissia, Luna justru terlihat di Insomnia. Apa yang terjadi?
Seharusnya bertemu dengan Noctis di Altissia, Luna justru terlihat di Insomnia. Apa yang terjadi?

Seperti namanya, Kingsglaive menjadikan pasukan khusus King Regis bernama “Kingsglaive” sebagai fokus cerita. Mereka adalah para pengungsi perang dan korban dari konflik melawan Niflheim di masa lalu yang kemudian dikumpulkan oleh Regis dan diberi kekuatan magis untuk berperang. Setiap dari mereka mampu melakukan warp sebagai kemampuan khusus untuk bertempur sekaligus mengakses beragam seragan elemen seperti api dan listrik. Namun seperti yang bisa diprediksi, niat damai Niflheim pada Lucis ini tak “seindah” yang dibayangkan. Sebuah konspirasi besar dibangun di baliknya, mengancam keselamatan Insomnia yang selama ini tak tersentuh. Adalah Nyx Ulric, salah satu pasukan Kingsglaive yang pertama mengendus ketidakberesan yang tengah terjadi. Berita buruknya? Alih-alih bertemu dengan Noctis di Altissia, Lunafreya justru muncul di Insomnia dan berakhir membuat segala sesuatunya lebih kompleks.

Lantas, apa yang sebenarnya tengah terjadi? Niat apa yang berusaha dilakukan Niflheim di balik rencana gencatan senjata dengan Lucis? Bisakah King Regis dan Lunafreya bertahan di balik konspirasi busuk ini? Mampukah Nyx Ulric dan pasukan Kingsglaive yang lain menghalaunya? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan menonton film yang satu ini.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…
June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…

PlayStation

July 30, 2021 - 0

Review Samurai Warriors 5: Huru-Hara Cabut Nyawa!

Apakah sebuah video game harus menyuntikkan sebuah cerita berat penuh…
July 28, 2021 - 0

Review Scarlet Nexus: Gila Bercampur Seru!

Selama bukan sesuatu yang mereka adaptasikan dari anime populer misalnya,…
June 29, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara Eksklusif dengan Yoko Taro (NieR Series)!

Menyebutnya sebagai salah satu developer paling eksentrik di industri game…
June 24, 2021 - 0

Preview Scarlet Nexus: Bak Menikmati Anime Aksi Berkualitas!

Komitmen Bandai Namco untuk menawarkan game-game dengan cita rasa anime…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…