Ubisoft: Kami Tak Akan Lagi Menjual DLC “Wajib”!

Reading time:
November 23, 2016
Assassin's Creed Syndicate jagatplay (176)

Jika kita membicarakan developer di luar sana yang punya strategi efektif untuk mendulang uang lebih banyak lewat skema DLC yang ada, maka setidaknya tiga nama developer akan menghiasinya. Pertama tentu saja EA, dengan skema Season Pass untuk game-game populer mereka yang kadang berakhir lebih mahal daripada game dasarnya itu sendiri. Kedua adalah Koei Tecmo untuk beberapa game niche, seperti Dead or Alive misalnya yang dihiasi beragam item kosmetik nan seksi yang terus dilemparkan secara berkala dengan harga yang tak terhitung murah. Dan yang ketiga? Tentu saja, Ubisoft. Untuk developer dan publisher asal Perancis tersebut, kebijakan tersebut sepertinya ini tak lagi mereka pegang kuat. Setidaknya dari wawancara terbaru dengan VP of Live Operations-nya – Anne Blondel-Jouin.

Ubisoft secara tegas menyebut bahwa kebijakan mereka kini jelas – bahwa mereka tak akan lagi menjual sebuah DLC yang harus dibeli gamer untuk mendapatkan pengalaman yang penuh dari sebuah game. Ia mengerti bahwa monetisasi adalah sesuatu yang esensial untuk bisnis ini, seperti yang terjadi dengan Rainbow Six Siege misalnya, namun mereka punya tugas berat untuk menentukan sebuah titik seimbang. Yang mereka inginkan saat ini adalah memastikan sebuah game tetap bisa “hidup” dalam jangka waktu 5 – 10 tahun setelah dirilis.

Ubisoft menegaskan bahwa mereka tak akan lagi menjual DLC yang terasa wajib untuk dibeli game demi pengalaman yang seharusnya.
Ubisoft menegaskan bahwa mereka tak akan lagi menjual DLC yang terasa wajib untuk dibeli game demi pengalaman yang seharusnya.

Mereka menyebut bahwa konsep DLC saat ini memang sedikit kompleks. Jika tak terasa menambahkan pengalaman apapun ke dalam game dasar, ia tak akan terasa berharga dan dilirik. Namun jika di sisi lain ia terasa seperti sebuah keharusan, maka ia juga bisa jadi bumerang. Ubisoft kini mengumpamakan DLC seperti layaknya sebuah taman hiburan. Pengunjung di taman hiburan yang sudah membayar tiket seharusnya punya pilihan untuk menaiki semua atraksi yang ada. Namun di dalamnya, tersedia beragam toko suvenir dan tempat makan yang jadi opsi. Terlepas apakah mereka membeli hal tersebut atau tidak, mereka sudah mendapatan pengalaman yang seharusnya dengan harga tiket yang dibayar di awal.

Dengan pendekatan seperti ini, tak ada lagi DLC yang terasa wajib untuk game-game Ubisoft. Bahwa DLC yang mereka rilis di masa depan akan terasa seperti perluasan dari pengalaman yang sudah ada sebelumnya, dan gamer sendiri punya kebebasan mutlak untuk membelinya atau tidak. Mereka menyebut strategi ini akan terasa adil untuk Ubisoft dan gamer, sebagai konsumen itu sendiri. Well done, Ubisoft..

Source: GamesIndustry

Load Comments

PC Games

September 29, 2021 - 0

Review SAMUDRA: Dalam Lautan Dalam Pesan!

Berkembang dengan signifikan selama beberapa tahun terakhir ini, para talenta…
August 26, 2021 - 0

Impresi Park Beyond: Saatnya Meracik Taman Bermain yang Gila!

Ada sebuah keasyikan tersendir memang ketika sebuah game memberikan Anda…
August 20, 2021 - 0

Review 12 Minutes: Selamat Ulang Hari!

Untuk sebuah industri yang sudah eksis selama setidaknya tiga dekade,…
June 24, 2021 - 0

Menjajal Tales of Arise: Luapan Rasa Rindu!

Gamer JRPG mana yang tidak gembira setelah pengumuman eksistensi Tales…

PlayStation

October 15, 2021 - 0

Review Demon Slayer – Kimetsu no Yaiba- The Hinokami Chronicles: Pemuas Para Fans!

Meledak dan langsung menjadi salah satu anime yang paling dicintai…
October 6, 2021 - 0

Review Far Cry 6: Revolusi yang Minim Revolusi!

Sebuah franchise shooter andalan, posisi inilah yang harus dipikul oleh…
October 1, 2021 - 0

Review Lost Judgment: Peduli Rundungi!

Sebuah langkah yang jenius atau ekstrim penuh resiko yang terhitung…
September 27, 2021 - 0

Review Diablo II Resurrected: Bentuk Baru, Cinta Lama!

Blizzard dan kata “remaster” sejauh ini memang bukanlah asosiasi yang…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…