Review HyperX Cloud Stinger: Untuk Pengalaman Lebih Imersif!

Reading time:
December 29, 2016
hyperx-cloud-stinger-4

Sepak terjang HyperX dengan beberapa produk headset mereka memang berhasil menarik perhatian komunitas gaming. Kemampuan mereka untuk menawarkan headset dengan detail suara yang pantas diacungi jempol di harga yang cukup menggoda adalah salah satu keunggulan yang membuat mereka selalu jadi pilihan. Satu yang menarik? HyperX cenderung menjadikan kenyamanan dan fleksibilitas di atas kosmetik itu sendiri, membuatnya punya identitas yang cukup kuat di pasar peripheral gaming itu sendiri. Dan kini, mereka kembali dengan sebuah line produk terbaru – HyperX Cloud Stinger.

Desain dan Fitur

Anda yang familiar dengan desain headset HyperX Cloud selama ini akan melihat desain Stinger ini sebagai sesuatu yang
Anda yang familiar dengan desain headset HyperX Cloud selama ini akan melihat desain Stinger ini sebagai sesuatu yang “biasa”.

Anda yang sudah terbiasa dengan produk HyperX Cloud selama ini sepertinya sudah tahu apa yang pantas untuk diantisipasi dari produk terbaru ini. Seperti identitas yang diusung seri sebelumnya, ia kembali menjadikan konektor jack 3.5 mm sebagai basis, membuatnya tak mendukung sisi kosmetik dengan begitu banyak LED di sana-sini yang seolah jadi “standar gaming” untuk peripheral saat ini. Dengan tetap menjadikan alumunium sebagai kerangka penopang kepala, daya tahan solid dengan berat yang tak akan membuat kepala Anda cepat lelah akan jadi daya tarik utama. Sementara sisanya? Kombinasi warna hitam dengan logo HyperX berwarna merah di kedua sisinya, sesuatu yang terasa begitu familiar.

Dari sisi kosmetik, Stinger mungkin tidak terasa seperti sebuah produk yang revolusioner. Namun dari sisi performa, Anda bisa mengandalkannya untuk pengalaman yang lebih imersif. Kehadiran jack membuatnya lebih fleksibel, yang berarti Anda tak hanya bisa menggunakannnya untuk PC saja, tetapi hampir semua perangkat dengan konten multimedia sebagai fokus seperti mobile dan tentu saja, konsol gaming. Lantas, mengapa kami menyebutnya efektif untuk pengalaman lebih imersif. Semuanya mengakar pada satu hal, kemampuan Stinger untuk mengisolasi suara dari luar secara pasif. Bahkan tanpa suara apapun yang mengalun, Anda bisa merasakan efek keren tersebut secara langsung.

Isolasi suara mumpuni akan jadi kekuatan utama Stinger.
Isolasi suara mumpuni akan jadi kekuatan utama Stinger.
Mic yang tak bisa dilepas membuatnya cukup canggung digunakan untuk perangkat mobile ketika berpergian.
Mic yang tak bisa dilepas membuatnya cukup canggung digunakan untuk perangkat mobile ketika berpergian.

Dengan bahan kulit sintetis sebagai earpad serta bentuk dan ukuran yang mampu menutup daun telinga dengan hampir sempurna, kemampuan isolasi suara ini menjadi kekuatan utama HyperX Cloud Stinger. Namun sayangnya, keputusan untuk menjadikan mic sebagai bagian yang tak bisa dipisahkan memicu tanda tanya tersendiri. Untuk sebuah headset yang juga bisa digunakan untuk perangkat mobile, membawa headset ini dalam perjalanan menggunakan transportasi umum atau ruang publik dengan mic besar yang berdiri di samping tentu saja cukup tak nyaman dilihat.

Alumunium untuk kekuatan dan kenyamanan.
Alumunium untuk kekuatan dan kenyamanan.
Ia menyediakan perpanjangan kabel untuk beradaptasi dengan tata letak PC Anda.
Ia menyediakan perpanjangan kabel untuk beradaptasi dengan tata letak PC Anda.

Namun satu yang pasti, HyperX tak main-main untuk memastikan fleksibilitas tersebut terjaga. Di dalam paket penjualan, mereka juga menyediakan perpanjangan kabel yang bisa Anda gunakan untuk beradaptasi dengan tata letak PC Anda. Dengan panjang yang ada, terlepas dari dimanapun posisi Anda meletakkan PC Anda, Stinger akan bisa digunakan dengan super nyaman. Sementara untuk mobile ataupun console gaming, Anda bisa menggunakan hanya kabel dari headset saja tanpa perpanjangan. Bahan dan berat yang nyaman juga membuatnya bisa digunakan untuk waktu lama.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh headset gaming yang satu ini? Berikut adalah spesifikasi HyperX Cloud Stinger:

Headset

  • Driver: Dynamic, 50mm with neodymium magnets
  • Type: Circumaural, Closed back
  • Frequency response: 18Hz-23,000Hz
  • Impedance: 30 Ω
  • Sound pressure level: 102 ± 3dBSPL/mW at 1kHz
  • T.H.D.: < 2%
  • Input power: Rated 30mW, Maximum 500mW
  • Weight: 275g
  • Cable length and type: Headset (1.3m) + Extension Y-cable(1.7m)
  • Connection: Headset – 3.5mm plug (4 pole) + extension cable – 3.5mm stereo and mic plugs

Microphone

  • Element: Electret condenser microphone
  • Polar pattern: Uni-directional, Noise-canceling
  • Frequency response: 50Hz~18,000Hz : -40 dBV (0dB=1V/Pa,1kHz)
Pages: 1 2
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…
January 14, 2021 - 0

Menjajal DEMO (2) Little Nightmares II: Misteri Lebih Besar!

Tidak ada lagi yang bisa kami lakukan selain memberikan puja-puji…

PlayStation

May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…
April 29, 2021 - 0

Review RETURNAL: Surga Seru di Neraka Peluru!

Apa yang langsung muncul di benak Anda begitu kita berbicara…
April 23, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Toylogic & Square Enix (NieR Replicant ver.1.22474487139…)!

Tidak perlu menyelam terlalu jauh. Melihat nama “ver.1.22474487139…” yang didorong…
April 23, 2021 - 0

Preview RETURNAL: Brutal, Gila, Menyenangkan!

Ada yang istimewa memang saat kita membicarakan hubungan antara Sony…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…