Menjajal BETA Ghost Recon – Wildlands: Sangat Butuh Teman!

Reading time:
February 7, 2017
Ghost Recon Wildlands closed beta (1)

Apakah selalu bisa diandalkan? Belum tentu. Namun memang sulit untuk mengabaikan nama Ubisoft begitu saja ketika kita membicarakan game-game open-world, mengingat begitu banyak franchise racikan mereka yang memang mengusung genre tersebut. Setelah sempat jatuh pada konsep “sistem menara” yang menjadi mekanik utama untuk beberapa franchise raksasa mereka selama beberapa tahun terakhir ini, keputusan Ubisoft untuk tak lagi mengandalkan sistem ini tentu saja jadi sesuatu yang pantas untuk diacungi jempol. Semuanya dimulai dengan Watch Dogs 2, dan sepertinya jadi basis untuk ragam proyek selanjutnya. Salah satu ambisi mereka yang lain? Mulai berfokus pada multiplayer.

Apa jadinya jika kedua ambisi tersebut dilebur ke dalam satu ruang yang sama? Maka Anda akan mendapatkan game-game seperti The Division, misalnya, yang menggabungkan konsep open-world dan multiplayer tersebut dengan proporsional. Walaupun harus diakui, aspek open-world-nya sendiri tak memainkan peran banyak mengingat minimnya aktivitas yang bisa dilakukan di lingkungan tak interaktif yang terhitung cukup kecil tersebut. Ubisoft berusaha memperbaiki hal tersebut dan menjadikannya sebagai fokus yang lebih diutamakan di proyek mereka selanjutnya – Ghost Recon: Wildlands yang akan dilepas bulan depan.

Namun sebelum itu, Ubisoft sempat memberikan kesempatan gamer untuk menjajal game ini secara langsung lewat masa closed-beta. Tak hanya untuk memastikan rilis yang lebih sempurna nanti lewat ragam feedback yang mereka terima, masa seperti ini juga efektif untuk membantu gamer mendapatkan gambaran kira-kira apa yang akan mereka dapatkan nanti sebelum membeli atau bahkan, melakukan proses pre-order.

Lantas, bagaimana impresi kami terhadap Ghost Recon: Wildlands ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang benar-benar butuh teman? Inilah impresi kami.

Dunia yang Sangat Sangat Sangat Luas

Anda melihat gunung di kejauhan itu? Bagaimana jika kami sebut bahwa gunung di horizon itu, hanyalah area
Anda melihat gunung di kejauhan itu? Bagaimana jika kami sebut bahwa gunung di horizon itu, hanyalah area “kecil” yang ditawarkan Ubisoft untuk closed-beta ini.

Jika ada satu hal yang langsung mencuri perhatian kami sejak menit pertama mencicipi Ghost Recon: Wildlands adalah fakta bahwa tak akan ada pernah rasa keberatan jika Ubisoft berakhir mengklaimnya sebagai game open-world terbesar dan terluas yang pernah mereka hadirkan di industri game. Terbesar dari yang terbesar? Kami sendiri belum mencari informasi lebih dalam untuk klaim itu, namun satu yang pasti, dunia yang ditawarkan memang sesuatu yang tak bisa Anda pandang sebelah mata. Kami sendiri sempat terkejut di awal dan sempat menyimpulkan betapa “rendah hatinya” Ubisoft untuk menawarkan map sebesar yang kami temui di masa closed-beta kemarin. Namun ketika melihat keseluruhan peta yang ada, kami akhirnya disadarkan bahwa yang kami temui benar-benar hanyalah secuil kecil dari apa yang hendak ditawarkan di versi finalnya.

Kami sempat takjub dan
Kami sempat takjub dan “bingung” mengapa Ubisoft begitu bermurah hati dengan masa beta ini dengan map yang super luas. Namun ternyataaa…
ia berakhir hanya satu bagian kecil dari keseluruhan peta super luas Wildlands. Ada 21 region yang ditawarkan Ubisoft nantinya.
ia berakhir hanya satu bagian kecil dari keseluruhan peta super luas Wildlands. Ada 21 region yang ditawarkan Ubisoft nantinya.

Seberapa besar? Dengan daerah “kecil” yang ditawrkan oleh masa closed-beta ini saja, Anda sudah berhadapan dengan jarak antar misi atau area dengan konten menarik yang bisa Anda singgahi sejauh beberapa km. Jarak yang hampir mustahil ditempuh dengan sekedar berjalan kaki, butuh waktu 5-7 menit setidaknya untuk ditempuh dengan mobil berkecepatan standar, dan hanya beberapa menit lebih cepat dengan menggunakan helikopter yang kontrolnya masih aneh di versi ini. Secuil daerah ini saja sudah menyediakan beberapa konten menarik, dari outpost musuh yang bisa Anda rebut untuk ekstra resource ataupun senjata, hingga beberapa misi sampingan dan pecahan misi utama. Membayangkan bahwa Anda masih punya sekitar 21 region lagi yang seluas atau bahkan lebih luas ini, benar-benar sulit kami bayangkan seperti apa hasilnya di rilis final nantinya.

Berita baiknya? Ubisoft sepertinya mengerti kekhawatiran bahwa luasnya daerah ini justru membuat Anda lebih banyak menunggu dan berjalan, daripada beraksi yang seharusnya jadi esensi game ini. Beberapa mekanik yang berujung positif diperkenalkan, seperti fakta bahwa hampir di seluruh titik tiap daerah akan selalu ada kendaraan yang bisa Anda rebut. Jadi walaupun Anda kehilangan mobil atau helikopter Anda yang rusak, Anda selalu bisa menyusuri jalan utama untuk mencuri mobil milik penduduk yang tengah berkendara atau merebut helikopter yang terparkir di markas musuh terdekat dengan penjagaan yang ketat. Mekanik lain yang ditawarkan adalah kemampuan fast-travel untuk muncul secara instan di dekat teman satu tim Anda.

Untungnya, ada ragam kendaraan dan kemampuan fast-travel untuknya.
Untungnya, ada ragam kendaraan dan kemampuan fast-travel untuknya.
Atmosfer dunianya pantas diacungi jempol, lengkap dengan suara jangkrik dan kadang, cuaca dinamis yang dramatis.
Atmosfer dunianya pantas diacungi jempol, lengkap dengan suara jangkrik dan kadang, cuaca dinamis yang dramatis.

Namun terlepas dari luasnya daerah yang ditawarkan oleh Ghost Recon: Wildlands ini, kemampuan mereka menawarkan atmosfer yang mumpuni pantas untuk diacungi jempol. Kami tak hanya berbicara soal cuaca dinamis yang terkadang berakhir dengan hujan lebat dan petir yang dramatis saja, tetapi juga perasaan bahwa Anda memang tengah “terperangkap” di Bolivia yang masih penuh hutan belantara dengan kehidupan sosial penduduk yang hanya berjuang untuk sekedar hidup “normal”. Salah satu momen yang memorable adalah ketika kami dan teman satu tim menyusuri lebatnya hutan untuk bergerak ke objektif selanjutnya dan tiba-tiba mendengar bunyi jangkrik yang bersahutan di tengah gelapnya malam. Wow!

Visualnya tak cukup buruk untuk membuat Anda mengeluh kembali
Visualnya tak cukup buruk untuk membuat Anda mengeluh kembali “downgrade”.

Walaupun kami sendiri tak bisa menilai seberapa baik kualitas game ini di PC, namun apa yang Anda dapatkan di versi konsol, setidaknya dari versi Playstation 4 non-pro yang kami cicipi sepertinya tak akan memicu kontroversi downgrade.  Tetapi tetap harus diakui, masalah teknis memang masih sering terjadi di sini, dari musuh yang tiba-tiba  muncul dan menghilang hingga area berbahaya yang tiba-tiba aman tanpa kejelasan. Sesuatu yang tentu saja, masih bisa diperbaiki Ubisoft dengan waktu rilis yang masih terhitung cukup “panjang”.

Pages: 1 2 3
Load Comments

PC Games

June 17, 2021 - 0

JagatPlay: Interview dengan Tom Hegarty & John Ribbins (OlliOlli World)!

Tidak semua gamer mungkin pernah mendengar game yang satu ini,…
June 17, 2021 - 0

Menjajal OlliOlli World: Game Skateboard Imut nan Ekstrim!

Berapa banyak dari Anda yang seringkali melewatkan judul game-game “kecil”…
May 27, 2021 - 0

Review Mass Effect – Legendary Edition: Legenda dalam Kondisi Terbaik!

Bagi gamer yang tidak tumbuh besar dengan Xbox 360 dan…
May 19, 2021 - 0

Review Rising Hell: Melompat Lebih Tinggi!

Kualitas game indie yang semakin solid, tidak ada lagi kalimat…

PlayStation

June 16, 2021 - 0

Review Final Fantasy VII Remake INTERGRADE (+ INTERMISSION): Selangkah Lebih Sempurna!

Mencapai sebuah keberhasilan untuk konsep yang di atas kertas nyaris…
June 11, 2021 - 0

Review Ninja Gaiden – Master Collection: Bak Tebasan Pedang Tua!

Apa nama franchise yang menurut Anda melekat pada nama Koei…
June 8, 2021 - 0

Review Ratchet & Clank – Rift Apart: Masuk Dimensi Baru!

Menyebut Insomniac Games sebagai salah satu developer first party tersibuk…
June 8, 2021 - 0

Preview Guilty Gear Strive: LET’S ROCK!

Nama besar Arc System Works sebagai salah satu developer game…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…