Review Horizon Zero Dawn: Keindahan yang Misterius!

Reading time:
February 21, 2017
Horizon Zero Dawn jagatplay (5)

Apakah Guerrilla Games pantas untuk disebut sebagai salah satu developer game eksklusif terbaik Playstation selama beberapa generasi terakhir ini? Hampir sebagian besar dari Anda mungkin akan menggelengkan kepala. Sebuah reaksi yang normal karena memang harus diakui, tak semua seri Killzone bisa disebut sebagai game FPS yang fantastis. Dari sisi gameplay mereka mungkin tak istimewa, namun Guerrilla Games, selalu bisa membuktikan diri sebagai developer yang mampu mengeluarkan kemampuan platform Playstation generasi manapun dengan sebaik mungkin. Lihat saja apa yang mereka berhasil capai dengan judul rilis Playstation 4 beberapa tahun yang lalu – Killzone: Shadow Fall. Dan kini mereka kembali dengan game yang cukup diantisipasi tahun ini – Horizon Zero Dawn.

Anda yang sudah membaca artikel preview kami sebelumnya sepertinya sudah punya sedikit gambaran soal apa yang ditawarkan oleh game ini. Bahwa tak lagi sebuah game FPS linear seperti proyek-proyek sebelumnya, Guerrilla Games memutuskan untuk menantang diri mereka sendiri dan melepas sebuah game action RPG open-world dengan konsep dan kontras dunia yang super menarik. Mereka membayangkan sebuah skenario 1.000 tahun di masa depan dimana manusia tiba-tiba harus hidup di tengah dunia yang dikuasai teknologi futuristik. Namun tak sekedar mesin dan sejenisnya, mereka menjelma menjadi binatang mekanikal yang hidup dengan ekosistem dan fungsi mereka sendiri-sendiri. Semuanya dibalut dengan game action yang diperkuat dengan elemen RPG.

Lantas, apa yang sebenarnya ditawarkan oleh Horizon Zero Dawn ini? Mengapa kami menyebutnya sebagai sebuah game yang menawarkan keindahan yang misterius? Review ini akan membahasnya lebih dalam untuk Anda!

Plot

Dilahirkan tanpa seorang ibu di sebuah suku matriarki, Aloy dikucilkan sejak ia kecil.
Dilahirkan tanpa seorang ibu di sebuah suku matriarki, Aloy dikucilkan sejak ia kecil.

Selamat datang di kehidupan Aloy, seorang pejuang wanita yang sejak lahir, nasib dan keberuntungan seolah tak pernah berpihak pada dirinya sama sekali. Di tengah sebuah suku yang hidup dengan gaya Matriarki, dimana perempuan berada dalam posisi yang lebih dominan secara sosial, bernama Nora, Aloy harus diasingkan sejak ia kecil. Ia harus ditendang dari suku tersebut dengan satu alasan yang mungkin dari kacamata kita terdengar absurd. Ia tak pernah punya seorang ibu.

Untuk sebuah suku yang menjunjung tinggi perempuan, kondisi kelahiran tanpa ibu adalah sebuah dosa yang harus dipikul oleh Aloy. Ia harus keluar dari kelompok dan tinggal bersama dengan seorang pria yang sekaligus berperan sebagai pelindungnya – Rost. Ketika usianya kian bertambah, Aloy tak juga mengalami hidup seperti anak-anak Nora yang lain. Pengucilan membuatnya sasaran hinaan, tak diperbolehkan untuk berinteraksi dengan anak yang lain, dan hanya bisa berpaling kepada Rost untuk mendengar setiap keluh kesah yang ia miliki. Rasa penasarannya di satu saat membuatnya bersinggungan dengan kebudayaan masa lampau bernama “Metal World”, yang kemudian menghadiahinya sebuah alat kecil bernama Focus.

Ia hidup bersama sang mentor - Rost.
Ia hidup bersama sang mentor – Rost.
Penemuannya pada teknologi masa lampau bernama Focus memberikan kepercayaan diri bagi Aloy untuk mengejar satu misi penting - mencari jawaban soal eksistensinya.
Penemuannya pada teknologi masa lampau bernama Focus memberikan kepercayaan diri bagi Aloy untuk mengejar satu misi penting – mencari jawaban soal eksistensinya.

Focus ternyata berakhir tak sekedar sebuah teknologi untuk bermain saja. Lewatnya, Aloy mendapatkan begitu banyak informasi yang tak pernah ia prediksi sebelumnya. Di dalam sebuah dunia dimana teknologi menjelma menjadi makhluk hidup layaknya binatang mekanikal dengan eksosistem dan aktivitas mereka sendiri-sendiri, Focus ternyata memberikan pengetahuan lebih jelas soal eksistensi mereka, dari sekedar rute gerak hingga titik lemah setiap darinya. Aloy memutuskan untuk menggunakan peralatan ini dengan satu tujuan utama – menemukan jalan untuk kembali ke suku Nora, diterima sebagai bagian darinya, dan kemudian mencari sosok ibu yang menelantarkannya begitu saja. Solusi muncul dari sebuah turnamen uji diri bernama “The Proving”, sesuatu yang siap untuk dijalani oleh Aloy.

Ia berusaha diterima kembali di sukunya, Nora, lewat sebuah event pembuktian diri bernama
Ia berusaha diterima kembali di sukunya, Nora, lewat sebuah event pembuktian diri bernama “The Proving”.
Namun The Proving menjadi awal dari sebuah perjalanan dan petualangan yang tak pernah diprediksi oleh Aloy sebelumnya.
Namun The Proving menjadi awal dari sebuah perjalanan dan petualangan yang tak pernah diprediksi oleh Aloy sebelumnya.

Namun, The Proving berakhir menjadi awal dari sebuah dunia yang tak pernah dihadapi Aloy sebelumnya. Usahanya untuk sekedar kembali masuk diterima sebagai anggota suku yang selama ini melekat pada eksistensinya bergerak menjadi misi suci untuk mencari “kebenaran”. Dari misi mencari sang ibu menjadi misi untuk memahami dunia dan dirinya sendiri. Sebuah dunia yang kini dipenuhi dengan binatang mekanikal yang tak hanya diam saja, tetapi juga berevolusi dengan varian-varian baru yang mengancam eksistensi manusia itu sendiri.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi dengan dunia Horizon Zero Dawn itu sendiri? Siapa sebenarnya sosok Aloy dalam cerita yang ada? Apa yang terjadi dengan peradaban manusia 1.000 tahun yang lalu sebelum ia berakhir jadi rongsokan? Semua jawaban dari pertanyaan tersebut bisa Anda dapatkan dengan memainkan Horizon Zero Dawn ini.

Pages: 1 2 3 4 5
Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…