Mass Effect: Andromeda Punya 1.200 Karakter yang Berbicara

Reading time:
March 13, 2017
me-andromeda-first-detail-gameplay-3-600x338-1-600x338

Membayangkan apa yang berhasil dicapai video game dari beberapa generasi lalu hingga generasi saat ini memang pantas mengundang decak kagum tersendiri. Bahwa pengalaman yang lebih imersif tak hanya didefinisikan oleh peningkatan kualitas visual atau dunia “taman bermain” yang lebih luas, tetapi juga hal seperti penambahan voice-actor / actress di dalamnya. Bahwa karakter, tak hanya utama saja tetapi juga pendukung dan NPC, kini bisa berbincang dengan intonasi yang jika dieksekusi tepat, mampu merepresentasikan perbedaan kepribadian dengan lebih baik. Sesuatu yang juga dipikirkan matang oleh Bioware untuk game action RPG mereka – Mass Effect: Andromeda.

Dalam sesi livestream terbaru mereka di ajang PAX East kemarin, Mac Walters – creative director dari ME: Andromeda membicarakan aspek yang satu ini. Ia menyebut bahwa akan ada lebih dari 1.200 karakter unik di Andromeda yang akan berbicara dengan Anda lewat suara mereka masing-masing, naik  dua kali lipat dari Mass Effect 3 yang hanya berjumlah sekitar 670 karakter.  Walters menyebut apa yang mereka tawarkan di sini tak hanya sekedar kuantitas saja, tetapi juga kualitas percakapan yang kini juga lebih panjang, terutama dari para squad yang akan memerankan peran penting dalam cerita.

Bioware menyebut bahwa akan ada lebih dari 1.200 karakter dengan suara di ME: Andromeda.
Bioware menyebut bahwa akan ada lebih dari 1.200 karakter dengan suara di ME: Andromeda.

Jumlah 1.200 karakter yang berbicara ini bahkan lebih banyak jika jumlah karakter Mass Effect 2 dan 3 digabungkan sekalipun. Mass Effect: Andromeda rencananya akan dirilis pada tanggal 21 Maret 2017 mendatang untuk Playstation 4, Xbox One,  dan tentu saja – PC. Can’t wait!

Source: PC Gamer

Load Comments

JP on Facebook


PC Games

May 12, 2021 - 0

Menjajal Scarlet Nexus: JRPG yang Pantas Dinanti!

Sebuah kejutan yang menarik, ini mungkin kalimat yang pantas digunakan…
April 16, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Blizzard (Diablo II: Resurrected)!

Kembali ke akar yang membuat franchise ini begitu fenomenal dan…
April 9, 2021 - 0

Menjajal Diablo II: Resurrected (Technical Alpha): Bagai Bumi Langit!

Perbedaan usia memang mau tidak mau harus diakui, juga membuat…
March 29, 2021 - 0

Review DOTA – Dragon’s Blood: Fantasi dan Promosi!

Apa satu aspek yang membuat DOTA 2 selalu kalah dari…

PlayStation

May 12, 2021 - 0

JagatPlay: Wawancara dengan Insomniac Games (Ratchet & Clank: Rift Apart)!

Mengembangkan Spider-Man: Miles Morales, memastikan ia bisa memamerkan apa yang…
May 12, 2021 - 0

Ratchet & Clank – Rift Apart: “Emas” Playstation 5 Selanjutnya!

Usia yang masih “muda” bukan berarti menjadi alasan untuk tidak…
May 10, 2021 - 0

Review Resident Evil Village: Aksi Minim Ngeri!

Sebuah siklus? Sebuah strategi yang nyatanya berhasil? Atau memang rutinitas…
May 7, 2021 - 0

Preview Resident Evil Village: “Liburan” ke Desa!

Lewat beberapa seri terakhir yang mereka lepas, Capcom memang harus…

Nintendo

March 12, 2021 - 0

Review Bravely Default II: JRPG Berkelas!

Keluhan soal pendekatan modern yang terlalu kentara untuk banyak game…
March 3, 2021 - 0

Preview Bravely Default II: Rasa Klasik Asyik!

Kerinduan untuk cita rasa JRPG klasik, yang memang seringkali didefinisikan…
July 8, 2020 - 0

Review Brigandine – The Legend of Runersia: Legenda Keren yang Menua!

Brigandine, berapa banyak dari Anda yang masih ingat dengan nama…
June 29, 2020 - 0

Review Xenoblade Chronicles – Definitive Edition: Dunia di Ujung Pedang!

Nintendo Wii adalah bukti bagaimana inovasi terkadang menjadi kunci sukses…